Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Keluarga Kecil


__ADS_3

Aura terlihat melamun dikelas,ada sesuatu yang mulai mengusik pikirannya,siapa lagi kalau bukan sosok Duda keren Shin.


Entah sejak kapan perasaan aneh mulai muncul dalam hati Aura pada pria dingin itu.


Untuk sekarang Aura mencoba bersikap biasa dan mencoba menyembunyikan perasaannya.


"Hayoo nglamunin siapa??Pasti Duda ganteng itu kan?" goda Olif yang melihat Aura sedari tadi melamun.


Aura melirik tajam kearah sahabatnya itu.


"Sok tau kamu Lif..."


Ollif terseyum jail pada sahabatnya itu yang sudah cemberut.


"Klo iya gak papa ko,,gak salah kalian kan sama sama masih sigle Ra"


"Ck.....udah gak usah bahas itu...kita keMall yuk Lif...lagi bosen nich,Pngen jalan.!" Ajak Aura.


"Tumben...emang kamu gk masuk kerja?" tanya Olif.


"Nanti jm 2.ayo bentar aja kita ngeMall nya!"


"Yaudah ayo...!''Olif menjawab dengan penuh semangat.


Mereka pun pergi keMall dengan berboncengan dengan menggunakan motor olif.


Tak lama dua gadis itu telah sampai disebuah Mall besar.


" Kita mau ngapain Ra?"Tanya Olif ketika mereka sudah memasuki Mall.


"Liat liat baju yuk,Klo ada yang cocok kita beli.Trus makan,Ini kan udah siang" ucap Aura.


Olifia hanya mengangguk menuruti permintaan sahabatnya itu yang juga jarang jarang bisa keluar bersama.


Mereka memasuki sebuah gerai baju yang menjual berbagai macam model baju.


keduanya nampak melihat lihat semua baju yang dijual ditempat itu.


Setellah ckup lama,mereka keluar dengan membawa paperbag ditangan mereka masing masing lalu menuju sebuah restoran.


"Duh perut ku udah laper banget lif...''ujar Aura sambil berjalan dan memandang kesekeliling Mall yang ramai pengunjung itu.


" Mau makan apa kita?"tanya Olif.


Belum sempat Aura menjawab,ponselnya berdering.


Ia melihat ada nama Bi Hana dilayar ponselnya.


"Iya Bi Ada apa,Tumben telepon Aura?" Tanya Aura saat sudah menekan tombol hijau diponselnya.


"Apa Bisa Neng Aura datang kesini sekarang,Tuan Ryung badannya panas dan manggil manggil nama Neng" ujar Bi Haba diujung sambungan.


Aura terkejut mendengar Ryung Sakit.wajahnya menjadi gugup dan terlihat khawatir.


"Iya bi,Aura segera kesana"


"Kenapa Ra?" tanya Olif saat Aura sudah menutup panggilan itu.


"Ryung sakit,Aku harus segera kesana.Maaf harus pergi Lif"


"Iya gak papa kok Ra,hati hati ya!"


Aura segera berjalan cepat dan memesan Ojek online.

__ADS_1


15 menit Aura sudah sampai dirumah mewah itu dan langsung menuju kekamar Ryung.Aura melihat Ryung yang sedang tertidur dengan wajah pucat ditemani bi Hana yang duduk disampingnya.


"Gimana bi keadaan Ryung,sejak.kapan dia sakit bi?"


"Sejak semalam Neng,Ini masih panas tapi gak menggigil lagi."


"Yaudah Bi,Biar Aura yang ngrawat Ryung,Bibi siapin bubur aja ya!"


''Yaudah Bibi kedapur dulu ya Neng"


Setelah Bi Hana keluar kamar,Aura mengganti kompres yang berada didahi Ryung lalu mengusap lembut kepala Ryung.


"Cepat sembuh tampan,Kakak akan ngerawat kamu sampai sembuh" ujar Lirih Aura.


Shin yang sudah tau putranya sedang sakit segera ingin pulang.Tapi sebelum beranjak dari tempat duduknya,Seorang pria tampan bertubuh tinggi seperti dirinya masuk keruangannya.


"Tony kau datang"ujar Shin yang melihat kedatangan teman lamanya itu.


Tony Anggara Kusuma,Pria tampan berusia 32 tahun berdarah campuran indonesia china berwajah oriental dan bertubuh atletis sama seperti Shin.Tony juga merupakan seorang pengusaha muda sekaligus model papan atas.


Shin berteman akrab dengan Tony saat dulu sama sama masuk kedalam grup para pengusaha muda.Dan semakin lama mereka bersahabat dekat.Tony juga masih Single serta memilihi sikap yang murah seyum dan hangat dalam bergaul.


" Hay Shin,Lama tidak berjumpa.Bagimana kabarmu"Sapa Pria tampan itu lalu memeluk Shin sebentar.


"Apa aku menganggumu?" tanya Tony.


"Tidak,kabarku baik Ton.Hanya saja aku harus segera pulang,Ryung sakit."


Tony menyerngitkan kedua alisnya.


"Anakmu sakit apa?"


"Dari semalam putraku Demam.Apa kau mau ikut kerumah?" Tawar Shin pada sahabatnya itu.


"Boleh,Aku juga rindu dengan putramu yang tampan itu" ujar Tony yang juga menyanyangi Ryung.


Tak lama mereka sampai dirumah Shin.


Keduanya segera berjalan menuju lantai dua kamar Ryung.


Seketika langkah Shin terhenti tepat didepan kamar Ryung.Tony yang berada dibelakangnya juga ikut berhenti.


Pandangan mata Shin tertuju pada Aura yang sedang mengompres Ryung lalu memeluk hangat putranya itu,Ryung nampak tengah terseyum manis berada didekat gadis Cantik itu.Seketika hati Shin merasa hangat juga gugup.


Tony yang penasaran ikut melihat kedalam kamar,Ia merasa penasaran dengan sosok wanita muda yang sedang merawat Ryung.


"Siapa gadis muda itu Shin?" tanya lirih Tony pada Shin.


Shin yang merasa gugup berusaha bersikap tenang didepan sahabatnya.


"dia Guru les Ryung,Ayo masuk"


Tony menaikkan kedua alisnya mendengar jawaban sahabatnya itu.


Shin pun perlahan masuk kamar diikuti Tony.


Aura yang menyadari kedatangan Shin langsung berdiri.


"Bagaimana keadaanmu Ryung?" tanya Shin yang sudah berdiri disamping Ryung berhadapan dengan Aura.


Ryung terseyum manis.


"Ryung sudah baikan pa,Kan ada Mama cantik" jawab Ryung spontan yang membuat Tony merasa bingung.

__ADS_1


Pandangan Ryung tertuju pada Sosok yang berada disamping papanya itu.


"Paman Tony disini?"


Tony mendekat dan mengusap lembut kepala Ryung.


"Paman merindukanmu Boy,Cepat sembuh ya,Nanti paman belikan mainan!"


"Janji ya paman" ucap Ryung yang bersemangat.


"Iya paman Janji."


Shin melihat kearah Aura,Harusnya jam seperti ini gadis itu bekerja direstoran.


"Terima kasih Aura,Kamu sudah merawat Ryung,tapi bukannya kau harus bekerja direstoran?"


"Sama sama pak,Saya sudah ijin."


"iya pa,Biar Mama Cantik disini."


"Pa apa tidak bisa Mama Cantik tinggal dirumah ini?" tanya Ryung penuh harap pada papanya.


Seketika kedua mata Aura membulat,ia merasa terkejut dengan ucapan Ryung.Sama halnya Aura,Shin merasa tidak enak hati pada Aura karena perkataan putranya.


Dan suasana menjadi canggung Dan Tony sangat merasakan hal itu.


"Apa kau tidak ingin mengenalkan aku dengan gadis cantik ini Shin" ucap Tony yang memecah keheningan.


"Oh tentu,Kenalkan dia Aura,Guru les Ryung.Dan ini Tony,Aura.dia sahabatku!" ujar Shin yang saling mengenalkan keduanya.


Aura dan Tony pun saling bersalaman.


Aura terseyum manis sedangkan Tony menyapanya dengan ramah.


"Kalau gitu Paman berbicara dulu dengan papamu ya Ryung,Kau istirahat ya!" ucap Tony lalu mencium kening Ryung.


"iya Paman"


Shin dan Tony bun keluar dari kamar itu.


"Yakin dia hanya guru les Putramu?" tanya Tony yang sudah sangat penasan dan mencoba memancing Shin.saat mereka sudah sampai diruang tamu.


Shin menatap Tony dengan tatapan datar.


"Maksud kamu apa Ton?"


"Sepertinya putramu sangat nyaman dan bahagia dekat dengan gadis itu,apalagi Ryung memanggil gadis itu dengan sebutan mama."


"Sepertinya Ryung butuh seorang Ibu,Apa kau tak ingin putramu bahagia?"


"Tentu Ton,Tapi kau tau sendiri aku masih belum bisa melupakan mendiang istriku."jawab Shin dengan pandangan yang menerawang.


" Mau sampai kapan kau terhayut dengan kenangan masa lalumu Shin,Kau harus menata masa depanmu.Aku lihat kalian cocok,kalian sudah seperti keluarga kecil yang bahagia!"Ucap Tony sambil mengusap lembut bahu Sahabatnya itu.


Shin melirik tajam kearah Tony.


"Apa kau tidak lihat,gadis itu masih sangat muda,Perbedaan kami terlalu jauh."ujar Shin datar.


"Itu tidak masalah,Yang paling pnting bagiku adalah dia bisa merawat dan menyanyangi Ryung sepenuh hatinya.Bukankah prioritasmu bukan hanya kebahagianmu tapi putramu!" ujar Tony menyakinkan.


"Kau benar,tapi Entahlah Ton saat ini aku hanya fokus pada urusan kantor dan Ryung."


Tony menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Terserah kau sajalah,aku hanya memberi saran padamu.Aku hanya ingin Ryung bahagia memiliki orang tua lengkap."


Shin seperti merasa tercubit dengan ucapan sahabatnya itu.Ia memang ingin putranya bahagia dan tidak kekurangan kasih sayang.tapi jujur sekarang hatinya merasa bingung.memang kehadiran sosok Aura mulai mengganggu pikirannya.


__ADS_2