Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Kesempatan


__ADS_3

Hari ulang tahun Ryung Tiba,Sesuai rencana yang sudah disepakati,siang ini mereka berangkat kesebuah pantai didaerah jawa barat.


Toni menepati janjinya menjemput Olifia dan mereka berangkat bersama.Sedangkan Niko yang menjemput Stela atas permintaan Shin.


Shin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang diikuti oleh mobil Toni lalu mobil Niko dibelakangnya.


Mereka sengaja menaiki mobil masing masing agar lebih nyaman.


Terlihat hanya Stela yang merasa tidak nyaman karena harus semobil dengan Niko.


Saat mengemudi Shin selalu menggenggam tangan Aura erat,Sedangkan Ryung duduk dikursi belakang sambil memainkan ponsel nya.


Sementara di mobil Toni terlihat hening karena Olif masih saja gugup berada dekat dengan Toni.


"Olif" panggil Toni pelan.


Olif yang tadinya melihat kearah jendela menoleh"Iya Kak"


"Kamu senang kan pergi dengan saya?"


Olif terseyum lembut.


"kenapa Kakak bicara begitu?"


"Karena dari tadi kau hanya diam saja,Aku pikir kau tidak suka dengan acara ini"


"Tentu Aku senang Kak,Aku diam karena aku bingung harus ngobrol apa dengan Kakak,Olif takut gak nyambung Kak hehehe"


Tanpa disangka Olif,Toni mengusap lembut kepalanya.Membuat pipi Olif memerah.


"Kamu lama lama bikin saya gemes Lif,jadi pengen...."ucap Toni mengantung dan menyadari sikapnya.


" Pengen apa Kak?"tanya Olif bingung.


"Lupakan" Jawab Toni sambil menetralkan dirinya yang merasa gugup.


Sementara Dimobil Shin,Ryung sudah terlelap di kursi belakang.


"Bie..."


"Iya Sayang" jawab Shin sambil tak henti menciumi tangan Aura.


"Aku lihat Kak Anton bahagia tadi bersama Olif"


"Iya aku juga merasa begitu."


"Tapi berbeda dengan Stela yang nampak kesal Bie semobil dengan Kak Niko"


"Stela memang begitu,,Tapi aku yakin Niko bisa menundukkannya"


"Kenapa kau sangat yakin Bie?" tanya Aura yang penasaran.


"Kau belum mengenal Niko sayang,Dia itu sebenarya pria yang dingin dan keras kadang juga terlihat kejam.Dan itu bisa membuat Stela patuh pada Niko."


"Haa Serius Bie,masak Kak Niko kejam sich"


"Iya Sayang malah terkadang lebih dingin dan keras dari aku" ujar Shin.


Sementara dimobil Niko,Stela hanya terlihat cemberut dan terus menatap kearah luar.


"Kenapa cemberut Stel?" Tanya Niko yang memang sudah mengenal Stela lama.dan pria itu memang sudah lama memendam rasa untuk wanita itu.


Stela menoleh sekilas kearah Niko.


"Bukan Urusanmu Ko"

__ADS_1


"Nanti disana jangan nakal ya Stel,Aku tahu kamu tidak suka dengan Aura,Tapi jangan coba coba menggangunya" Ujar Niko tegas.


"Jangan mengaturku Ko,Aku mau apa terserah aku" ucap Sinis Stela yang membuat Niko geram.


"Jika kau nakal aku akan menghukummu Stel agar kau jera"


"Apa kau bilang Ko,Hukum saja aku tidak takut denganmu!"


Niko yang bertambah kesal menarik tangan Stela kuat.Tatapan keduanya bertemu.


"Lepasin Ko" Ujar Stela sambil memberontak.


"Kamu diam atau saya cium kamu Stel!" ujar Niko dengan wajah yang sangat menakutkan untuk Stela.


Stela pun terdiam dengan tangan kanannya masih digenggam Niko erat.


Niko menaikkan satu ujung bibirnya merasa puas telah membuat Stela patuh padanya.


30 menit kemudian tiga mobil itu sampai didepan sebuah villa berlantai dua yang cukup mewah meskipun tidak terlalu besar milik Toni.Villa itu berhadapan langsung dengan laut biru yang indah.


Mereka disambut oleh dua orang pelayan.Toni turun dari mobil bersama Olif, diikuti Shin dengan menggendong Ryung yang tertidur dipundakknya bersama Aura.Juga Niko dan juga Stela.


"Selamat datang Tuan" sapa hormat pelayan itu pada Toni.


"hmmm,Apa kamarnya sudah siap?"jawab Toni dengan wajah datarnya.


" Sudah tuan."


"Untuk acara nanti malam bagaimana?"


"Sudah siap Tuan"


"Bagus.Siapkan makan siang,kami istirahat dulu."


Dua pelayan itu mengangguk hormat.


Divilla itu hanya ada tiga kamar dan semuanya ada dilantai dua.


",Disini hanya ada tiga kamar dan kita tidur berpasangan.Aku dan Olif tidur dikamar ini,Shin dan Aura dikamar ujung dan kau Ko dengan Stela dikamar sebelah ruang baca itu" Ujar Toni sambil menunjuk satu demi satu kamar yang ada.


Sontak para wanita melotot karena merasa terkejut.Sementara para pria menyembunyikan perasaan senang mereka dengan wajah datar.


Aura melirik kerah Shin dengan tajam,Dia tentu langsung paham dengan modus yang ternyata sudah direncanakan dengan baik ini.


"Benar benar pintar ya mereka mengambil kesempatan" gumamnya dalam hati.


Olif yang merasa tidak setuju mengajukan protesnya.


"Mana bisa begini.Kita tidak boleh tidur sekamar kak.,Itu tidak baik.Aku tidur saja dengan Stela,Kak toni dengan Kak Niko!" ujarnya Olif lantang.


Stela yang menyetujui usulan Olif pun ikut berbicara."Iya kita kan belum ada ikatan resmi mana bisa kita tidur sekamar Ko"


"Kalian jangan mengambil kesempatan ya" Ujar Aura ketus.


Toni,Shin dan Niko hanya terseyum simpul dan tak mau berdebat dengan para wanita.


"Sudah sudah aku tidak ingin berdebat,aku sudah sangat lelah,aku istirahat dulu" Ujar Toni lalu masuk kekamar diikuti Shin dan Niko yang memasuki kamar yang berbeda beda.Mereka seakan memberi tanda jika rencana mereka berhasil.


Ketiga wanita itu hanya mendengus kesal dan mau tidak mau mereka harus tidur dikamar yang sudah ditentukan oleh Toni.


Aura dengan wajah kesalnya pun masuk kekamar.


Dilihatnya Shin yang sudah meletakkan tubuh Ryung diatas ranjang lalu melepas jacetnya.


"Bie jadi ini rencana kalian?menyebalkan!" ucapnya mendekati Shin.

__ADS_1


Shin menoleh dan terseyum


"Rencana apa Sayang,Aku tidak mengerti!"


"Awas ya Bie kalau kau macam macam kita belum resmi,Jangan coba mengambil kesempatan"ucap lugas Aura.


Shin semakin mendekat dan membuat Aura semakin melangkah mundur.


" Bie jangan mendekat,atau aku akan meninjumu!"Ujar Aura sambil mengepalkan kedua tangannya kearah Shin.


Shin semakin mendekat dan menarik kepalan tangan Aura hingga jarak keduanya sangat dekat."Aku suka jika kau galak seperti ini sayang.bisiknya tepat ditelinga Aura.


"Bie lepasin....Kau semakin mesum.ingat Bie jangan mengambil kesempatan!"


"Iya Sayang,Aku tidak akan melewati batasku.Berbaringlah disisi kiri Ryung dan aku disisi kanan.Jadi aman kan?" ujar Shin yang sudah melepaskan tangan Aura lalu berbarung diranjang.


"Isss dasar Duda mesum" lirihnya dengan wajah kesal.Aura yang juga merasa lelah pun ikut berbaring.


Sementara dikamar lain,Olif yang merasa canggung dan sangat gugup masuk kedalam kamar dengan ragu.Ia melihat Toni yang sudah melepas jas nya berbaring diranjang dengan mata tertutup.


Olif mematung ditempat melihat pria tampan idolanya itu.Seakan tak percaya ia berada satu kamar dengan pria tampan itu.


"Hufff mana bisa aku tidur disamping dia,Bisa copot jantungku" gumam Olif dalam hati sambil menyentuh dadanya yang berdetak keras.


"Apa kau akan terus berdiri disitu Olif!" ujar Toni yang masih memejamkan matanya.


Olif seketika bertambah canggung lalu meletakkan tasnya dilantai dan melepas sweternya.


"Tidurlah dulu.Percayalah aku tidak akan macam macam,Aku tahu batasanku Olif" ujar Toni yang sudah menegakkan tubuhnya dan bersandar dikepala ranjang.


Olif mencoba tenang lalu berjalan mendekat ke ranjang dengan wajah yang sudah memerah.Jantungnya berdetak lebih kencang.Setiap gerakan dan ekspresi gadis itu tak luput dari tatapan Toni.


"Aku tidur dulu Kak" ujar Lirih Olif lalu berbaring dan memunggungi Toni.


Toni terseyum tipis melihat sikap lugu Olif yang semakin membuatnya tertarik dengan gadis manis itu.


Beda lain dengan kamar Niko dan Stela.


Keduanya masih saling berdebat.


"Kau mau tidur apa tetap mau berdiri disitu Stel!" ujar Niko sarkas yang melihat Stela sedari tadi berdiri didepan jendela kamar.


"Kalian para lelaki sangat menyebalkan.Pintar sekali mengambil kesempatan.Awas ya Ko kalau kau macam macam.!"ujar Stela yang memang merasa sangat kesal.


" Tenang saja aku tidak akan menerkammu.Stela,belum waktunya.!"ujar Niko dengan santainya.


"Apa kau bilang Ko.....dasar kurang ajar!"


Ujar Stela yang mendekati Niko yang sudah berbaring lalu memukul mukul tubuh pria tampan itu.


Bukannya melawan Niko hanya membiarkan saja Stela memukulnya hingga lelah dan berhenti sendiri."Sudah selesai memukulnya,Aku tidur dulu!"


Niko berbaring sambil menyilangkan kedua tangan didada lalu memejamkan matanya.


Stela meliriknya tajam


"Awas kamu Ko" pekik Stela.


"Sebaiknya simpan tenagamu untuk acara nanti malam" ujar Niko masih dengan mata tertutup.


"Aku tidak akan ikut,aku lebih baik dikamar saja!"


"Kau harus ikut Stel.titik.....!" Perintah tegas Niko.


"Dasar Pria pemaksa,Kenapa kau suka mengatur dan memerintahku!" pekik Stela lagi.

__ADS_1


"Kau tidak bisa mekawan ku Stell,Terserah kau mau tidur apa tidak.Yang jelas aku mau tidur dulu!"


Perdebatan terhenti,Niko sudah tertidur sementara Stela masih setia berdiri dengan wajah cemberutnya.


__ADS_2