Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Menyakinkan


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Aura sedang duduk bersama Olif ditaman kampus setelah kelas mereka usai.


"Gue besok mau kebandung Lif sama papanya Ryung." ujar Aura.


"Ohh,Gue doain ya semoga papa loe ngrestuin pernikahan kalian." Olif berucap dengan begitu tulus.


Olif mengusap lembut bahu Aura dengan seyum manisnya.


"Maksih ya Lif doanya,Gue sih yakin papa Gue bakal ngrestui tapi gue gak yakin sama maklampir itu,biasanya dia tuh tukang kompor Lif.!"


Aura memang paling mengenal sifat asli mama tirinya yang sangat matre dan egois.


"Loe pasti lebih paham gimana ngadepin mama tiri loe itu.Yang paling penting cinta kalian harus kuat Ra jadi mau halangan dan rintangan apapun pasti mudah kalian lewati!"


Aura terseyum lega mendengar ucapan sahabatnya itu,baginya perkataan Olif selalu bisa menjadi Moodbosternya.


"Ehmmm Lalu Loe sendiri gimana Lif?" Tanya Aura selidik sambil menatap Olif penuh arti.


Olif seketika mengerutkan keningnya.


"Apa yang gimana Ra?"


"Ck.....Kak Toni,gmn hubungan kalian?"


Olif memandang kearah depan sambil pikirannya menerawang.


"Gak tau Ra,Gue masih bingung.Emang gue akui dia baik,Bahkan selama dua hari dia sering hubungi gue dan ngasih perhatiannya yang besar.Tapi gue sadar diri Ra,Gue sama dia tuh kayak langit dan bumi.Jauh banget perbedaannya.


Aura melihat ada keraguan dan kekhawatiran dimata Olif,Ia sangat mengerti bagaimana perasaan sahabatnya itu saat ini.


Aura menggenggam tangan Olif.


" Loe gak boleh ngomong kayak gitu Lif,jodoh itu gak ada yang tahu.Gue lihat Kak Toni tuh serius kok sama Loe.Papa Ryung tuh pernah bilang sama gue meskipun selama ini kak Toni dikelilingi banyak wanita cantik dan seksi tapi dia tipikal pria yang susah buat jatuh hati sama wanita."


Olif menoleh dan terseyum tipis pada Aura lalu menghembuskan nafasnya pelan.


"Apa gue pantes Ra buat orang sesempurna dia?Gue gak mau terlalu berharap Ra!"


"Gue ngerti banget perasaan Loe Lif.Tapi gak ada salahnya jalani dulu dan coba buka hati loe.Dan gue mohon jangan bohongi perasaan loe sendiri ya Lif"


Olif nampak berfikir sesaat.


"Gue akan coba ikuti saran Loe Ra"


",Nah gitu dong sahabat gue....!" ucap Aura dengan seyum lebarnya.Mereka laku berpelukan singkat.


Hari berlalu.


Shin dan Aura sudah dalam perjalanan keBandung tanpa Ryung.


"Kau gugup sayang,harusnya aku yang gugup bukan kau!" tanya Shin yang merasa sejak tadi kekasihnya hanya diam saja.


"Bie...."


"Hmmm" Shin menoleh sesaat.


"Nanti disana,Apapun yang mama tiri aku katakan kau jangan tersinggung ya,anggap saja ucapannya angin lalu!"


Shin terseyum tipis,Ia merasa bahagia Aura sangat memperhatikan perasaannya.


"Iya Sayang,kau tenang saja!"


"Tapi kau belum tahu,dia orang yang sangat angkuh dan egois"

__ADS_1


"Aku sudah biasa menghadapi orang seperti itu sayang.Oke.Jadi kau jangan khawatir."Shin mengenggam erat tangan Aura sambil terus mengemudi.


Aura mengangguk sambil terseyum.


Dua jam kemudian akhirnya mereka sampai.


Mobil terpakir didepan sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi masih terlihat mewah.


Aura menarik tangan Shin masuk kedalan rumah.


"Selamat datang Nona Aura,Bibi seneng non pulang!" ujar Art yang bernama bi sumi itu setelah membuka pintu.


"Bibi Sumi.apa kabar,Papa ada Bik?"


"Bibi baik non.Tuan ada diatas non.Bibi panggilin dulu.non duduk dulu aja!" ujar Bi Sumi sesekali melirik Shin.


Tak lama Sepasang suami Istri paruh baya nampak menuruni tangga yang tak lain adalah Hendrawan Tatum papa Aura dan Lestari Tatum mama tiri Aura.


Hendra terseyum simpul melihat sang putri,berbeda dengan Sita yang menatap dingin kearah Aura.


Aura langsung memeluk tubuh papanya.


"Papa....Aura kangen!"


Hendra mengusap lembut kepala Aura.


"Papa juga sangat merindukanmu nak.akhirnya kamu pulang!"


"Maaf ya Pa,Aura baru sekarang kesini!"


",Masih ingat pulang juga kamu Ra?" Ucap sinis Tari.


Aura hanya terseyum tipis ia sudah sangat hafal dengan watak mama tirinya itu.


"Maaf tante,Aura sibuk.!"


"Pa,Tan kenalin ini Kak Shin.Kekasih Aura."


Shin mengulurkan tangannya pada dua orang tua didepannya.


Hendra membalas uluran tangan Shin dengan wajah datarnya.Diam diam Hendra mengamati sosok Shin yang terlihat tampan,dewasa,mapan dan dingin.


"Jadi ini kekasih kamu nak,Sepertinya dia bukan orang asli indonesia.Dan papa pernah melihat fotonya dimajalah bisnis."


"Kak Shin memang keturunan Korea Pa.Dia adalah pembisnis handal."


"Apa nama perusahaannya Gangsu Group?" tanya Hendra lagi"


"Benar Om"kali ini Shin yang menjawab.


Hendra sedikit terkejut pasalnya ia tahu perusahaan Gangsu adalah perusahaan yang besar dan bonafit.


"Aura Papa dengar Nak Shin adalah seorang duda yang memiliki satu putra?"


Aura dan Shin sedikit heran karena papa Aura sudah mengetahui status Shin.


"Benar Pa,Kak Shin seorang duda.Putranya berusia 5 tahun dan Aura sangat menyanyangi putranya" Ucap Aura bersikap tenang.


"Oh jadi.kamu lebih memilih Duda ini dari pada Anton?" Ujar Tari sinis yang mambuat Aura dan Shin kaget.


"Papa Kenal Kak Anton?"


"Tentu dia itu putra dari teman papamu.Beberapa hari yang lalu dia datang kemari,Dia ingin Papamu menjodohkanmu dengan dirinya." ujar Tari menjelaskan.


Kedua mata Aura membulat,ia sangat terkejut ternyata Anton mengenal papanya dan bisa bertindak seperti itu.

__ADS_1


Sementara Shin sudah menahan emosinya.


"Tapi Papa belum menerimanya Aura,Semua keputusan Papa percayakan padamu.Papa akan menghargai pilihanmu.sayang!" ujar Hendra lembut.


",Gak bisa gitu dong Pa,Aura harus nikah sama Anton.Keluarga mereka kan udah nanam saham banyak pada papa" ucap Tari dengan enaknya.


Aura semakin terkejut dan Shin mulai paham kenapa ibu tiri Aura terlihat tidak menyukainya.


"Tapi Ma,Papa gak mau paksa Aura.biarkan dia yang memilih"


Hendra masih membela Aura,Karena baginya kebahagian putrinya adalah yang utama.


Aura merasa sangat penasaran apa yang sudah Anton katakan pada papanya tapi ia mencoba menghiraukannya.


"Papa percayakan sama Aura?Aura datang kesini karena ada hal penting yang ingin Kak Shin sampaikan papa Papa" ujar Aura yang terlihat serius.


Aura menatap kearah Shin.


",Saya kesini ingin meminta restu pada Om dan tante karena saya akan menikahi Aura dalam waktu dekat ini?" Ujar Shin penuh penekanan.


Hendra merasa semakin terkejut ia tak menyangka dengan ucapan pria dihadapannya itu.


"Apa kamu sudah yakin dan mantap menerimanya sayang?"


Hendra menatap mata Aura lekat.


"Aura sudah mantap Pa ingin menikah dengan Kak Shin." jawab Aura dengan penuh kemantaban.


"Kalau itu adalah keputusanmu,maka Papa akan mendukungnya Nak"


"Tapi pak gimana dengan nak Anton?gimana saham papanya?" protes Tari pada suaminya.


Dengan tegas Shin menyela.


"Kalau alasan itu yang membuat tante tidak menerima saya,maka saya minta Om kembalikan saja saham mereka,biar saya yang akan menanamkan modal pada perusaha dan!"


Tari seketika merasa tercekat ia seakan mati langkah untuk memutuskan hubungan Aura dengan Shin.


Aura mendekati papanya dan menggenggam tangannya lembut.


"Pa,Aura cuma butuh doa dan kepercayaan papa.Aura udah dewasa pa,Aura sudah sangat yakin dengan keputusan Aura ini."


Hendra terseyum menatap dalam mata putri tercintanya.


"Papa restui hubungan kalian nak,papa ikut bahagia jika kau bahagia sayang"


"Dan kau nak Shin apa kau sudah benar benar mantap memilih Putri ku sebagai pendampingmu?"Bukankah usia kalian terpaut jauh!"


Shin terseyum tipis kearah Hendra.


"Bagi saya umur bukan jadi masalah Om.Karena Kedewasaan Aura yang sudah membuat saya nyaman berada didekatnya.Aura juga sangat lembut kepada putra saya.mereka sangat dekat.Saya janji akan menjadi suami yang baik dan akan selalu membuat Aura bahagia Om."


Hendra melihat keteguhan dan kesungguhan dimata Shin.Ia pun merasa tenang.Pria paruh baya itu terseyum simpul.


"Om percayakan putri Om padamu ya Nak dan Papa setuju kalian cepat menikah"


"Makasih Om.Kami sudah memutuskan akan menikah dua bulan lagi"


Hendra hanya mengangguk pelan sementara Tari merasa sangat geram dengan semua yang ada disitu.


"Kalau begitu Aura kembali dulu ya Pa,Kapan kapan.Aura kesini lagi,Jaga kesehan papa!" ujar Aura lalu mencium pipi papanya.


Shin juga ikut berpamitan lalu Keduanya berjalan dan segera pergi beranjak dari rumah itu.


"Hati hati ya Sayang",Ujar Hendra pada Aura..

__ADS_1


Selepas kepergian Aura dan Shin,Tari yang sudah merasa kesal dan geram langsung pergi kekamarnya tanpa menghiraukan keberadaan Hendra suaminya.


" Apa yang coba kau ingin lakukan untuk mengusik kehidupan putrimu Tari"gumam Hendra saat kengingat kedekatan istrinya dengan Anton.


__ADS_2