
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar dari luar membuyarkan tatapan keduanya.
Shin segera membuka pintu.
"Niko kau datang, masuklah!"
Nino datang untuk melihat keadaan Ryung sekalian membawa beberapa berkas untuk Shin cek dan tanda tangani.
"Selamat Siang Pak,bagaimana keadaan tuan Ryung?"
",Sudah agak baikan."
"Syukurlah...ini saya membawa berkas untuk anda tanda tangani" ujar Niko lalu meletakkan beberapa berkas dimeja lalu berjalan mendekati ranjang Ryung.
"Hay Aura,Tuan muda sedang tidur?"ucap Niko yang sudah berdiri disamping Ryung sambil mengusap lembut kepala anak tampan itu.
"Hallo kak Niko,iya habis minum obat."
"Untung ada kamu yang slalu merawat Tuan muda''ujar Niko sambil melirik kearah Shin yang fokus pada File nya.
"Kakak bisa saja,,,hehe" Ujar Aura terkekeh.
Shin tiba tiba bangkit lalu berjalan mendekati Aura dan berdiri dibelakang gadis itu sambil memegang posesif pinggangnya.
Sontak Niko terkejut apalagi saat Shin berkata."Sudah tugas seorang ibu menjaga anaknya,iyakan Sayang"
Aura merasa sangat malu serta heran dengan sikap pamer duda yang sekarang menjadi kekasihnya itu.
"Jadi Anda........" Ucap Niko menggantung sambil menunjuk keduanya.
"Iya seperti yang kamu tebak Ko" Jawab Cepat Shin yang membuat Niko menutup mulutnya yang terbuka.
Sementara Aura sudah sangat malu.
"Kenapa terkejut?"Tanya Shin.
" Hehe Iya pak,Tapi saya ikut bahagia kok.Saya dukung pak."ujar Niko terkekeh.
"Yasudah kamu kembali saja keKantor" Perintah Shin.
"Baik pak,Maaf sudah menganggu." Ujar Niko lalu berlalu.
Selepas Niko pergi,Aura mencubit perut Six spek Shin dengan keras sambil berdiri.
"Bisa gak sich gak usah pamer pak didepan orang,aku tuh malu,pake panggil sayang segala.ihhhhhhh"
",Auwww lepasin sakit Aura"
Aura melepas cubitannya dengan tatapan tajam kearah Shin.
"Wajarlah aku panggil Sayang bukankah kau sekarang kekasihku hmmm?''
Aura duduk disofa diikuti Shin.
" Tapi Aura gak enak kalau didenger orang apalagi Bi Hana"
Shin terseyum simpul sambil mengusap lembut kepala Aura lalu meletakkan tubuh ramping itu kedalam dekapannya.
Seketika Aura merasakan kehangatan didalam hatinya.Sungguh Aroma maskulin dari tubuh duda tampan itu seakan membiusnya.
"Kau tau,justru Bi Hana yang menyarankanku untuk serius denganmu!"
Aura menengadah memandang wajah Shin lekat.
"Ha....maksud bapak?"
"Iya,Bi Hana yang bilang kalau saya masih pantas bersanding dengan kamu.Dan saya harus memikirkan kebahagian Ryung yang sepertinya mau saya menikahi kamu."
Aura sungguh tak menyangka Bi Hana bisa berfikir seperti itu.
"Jadi,jika Bi Hana tau kita sudah sangat dekat maka dia akan merasa ikut bahagia" ujar Shin lalu mencium pucuk kepala Aura.
"Iya tapi jangan juga terlalu pamer pak,Aura malu.bapak tuh sekarang suka asal cium dan peluk"
Shin terkekeh.
__ADS_1
"Tapi kamu suka kan Sayang?"
",Kok aku masih ngrasa gimana gitu ya bapak panggil aku dengan sebutan itu"
"Maka biasakanlah...."
",Oh ya mulai sekarang jangan panggil saya bapak,memang saya bapak kamu!"
Aura memandang lekat kearah Shin.
",Trus aku harus panggil apa?"
"Terserah...Sayang,Honey atau Huby?"
Aura berdecak ,Dia bingung harus memanggil kekasihnya itu apa.
"Bie ajanya singkatannya dari Hubie"
",Terserah kamu Sayang" Ujar Shin sambil memeluk erat kekasihnya.
Tok tok tok.lagi.lagi suara pintu yang menganggu keromantisan mereka.
"Selamat Siang Tuan,Ini saya bawa Laptop tuan." Ujar pak Budi yang merupakan supir Ryung.
Shin menerima Laptop itu."Terima kasih Pak"
"Kalau begitu saya pamit Tuan"
Shin hanya mengangguk lalu menutup kembali pintu itu.
Shin lalu duduk dan meletakkan Lap top itu dimeja.
"Kita makan siang dulu baru aku bisa tenang mengerjakan pekerjaanku.Kau mau makan apa Sayang?"
"Terserah apa aja aku doyan."
",Okey aku pesan dulu" jawab Shin lalu mengotak atik ponsel pintarnya.
Tak lama pesanan makanan mereka datang.
"Ayo kita makan", Ajak Shin sambil membuka bungkus makanan dimeja.
" Suka?"Tanya Shin.
Aura mengangguk dan terseyum.
"Iya Bie"
Selesai makan Shin mengambil tisu lalu tiba tiba mengusap lembut ujung bibir Aura.
Aura hanya terdiam menerima perlakuan manis Shin.
"Nah gini sudah terlihat cantik" ucap Shin.
",Gombal...." jawab Aura lalu mencebikkan Bibirnya.
Shin menarik tangan Aura hingga Aura menatapnya dengan wajah terkejut.
"Saya tidak suka ya jika bibirmu yang seksi ini kamu gigit gigit seperti semalam."
"Terserah Aura dong mau gigit mau apa kek ini kan bibir Aura sendi.,.."
Cup.............Ciuman jatuh kebibir tebal itu dengan cepat membuat sang pemilik hanya mematung.
Ciuman itu semakin dalam saat Shin terus ******* dan mengeksplor tiap centi Bibir ramum kekasihnya itu.Aura hanya diam sambil menutup matanya.Hati keduanya berdesir kuat,jantung keduanya berdetak cepat merasakan sensasi yang tak biasa karena ciuman itu.Hingga Aura meremas sofa disampingnya.
Shin lalu melepas pagutannya pelan dan berbisik tepat didepan telinga Aura.
"Kata siapa Bibir ini hanya milikmu,sekarang Bibir ini milik saya,,Saya tidak suka dibantah"
Aura hanya terdiam memandang lekat Shin,wajah Aura memerah.
"Bie kenapa jadi mesum gini ?"
"Bukankah itu wajar,kita sudah dewasa sayang" ujar Shin dengan tangan yang menyibakkan rambut Aura yang menutupi pipi mulusnya.
"Ck....terserah lah,percuma aku marah juga.Aku mau tidur disamping Ryung"
__ADS_1
",,Hmmm tidurlah,,aku mau mengerjakan ini"
Aura bangkit lalu merebahkan tubuhnya disisi Ryung yang terlelap.
Shin fokus pada layar Lap topnya hingga tak sadar sudah hampir dua jam.
Dia berdiri mendekati ranjang Ryung.Memandangi dua sosok yang sangat berarti dihidupnya.
Shin mencium kening Ryung dan Aura bergantian dengan lembut.
",Aku akan menjaga dan membahagiakan kalian berdua"ucapnya Lirih.
Ryung terbangun pelan.
"Pa....."
"kau bangun Boy,,apa kau butuh sesuatu?"
"Ryung ingin pipis pa"
"Okey pelan pelan ya,jangan sampai mama bangun." ujar Shin yang tak mau menganggu tidur Aura.
Dengan perlahan Shin menggendong tubuh Ryung sambil membawa kantong impus menuju kamar mandi.
Aura terbangun dan melihat Ryung tidak berada diranjang.Ia segera bangun dan mendengar suara Shin dikamar mandi.
"Sedang apa Bie?" tanya Aura yang sudah berada didepan pintu kamar mandi.
"Kau sudah bangun Sayang,ini Ryung habis buang air kecil."
"Sini Bie biar Ryung aku gendong"
Aura menggendong tubuh Ryung menuju ranjang diikuti Shin dibelakangnya sambil membawa kantong impus.
"Ryung mau makan?" tanya Aura saat sudah merebahkan tubuh anak itu diranjang.
"Ryung ingin minum Jus jambu Ma"
"Okey...papa belikan dulu."jawab cepat Shin.
"Kau ingin sesuatu Sayang?"tanya Shin pada Aura.
" Tidak Bie,cepat kembali saja"
"Okey Sayang"Shin segera keluar menuju kantin membeli jus permintaan Ryung.
Sebenarnya Aura merasa cemburu dengan tatapan tatapan nakal para wanita diluar yang mengagumi ketampanan kekasihnya itu.
Tak lama Shin kembali dengan membawa jus jambu.
" Aku lanjutin pekerjaanku dulu"ujar Shin setelah menyerahkan jus pada Ryung lalu kembali duduk menatap layar lap topnya.
Dengan penuh kasih sayang Aura mengusap lembut kepala Ryung.
"Makasih ya ma udah nemenin Ryung trus"ucap anak tampan itu dengan sorot mata dalam pada Aura.
Aura mencium pelan kening Ryung.
", Iya Sayang,,cepat sembuh ya...."
"Jadi bilang terima kasihnya cuma sama Mama?papa enggak?" ucap Shin yang sudah ada disamping Aura sambil memeluk pinggang sang kekasih.
Aura melirik tajam kearah Shin yang sudah berada sangat dekat dengannya.
Ryung terseyum manis.
"Makasih ya Pa,,tapi papa janji kan,Kalau Ryung sembuh kita akan jalan jalan?"
"Tentu Boy....."
Ryung yang dari tadi duduk langsung mencium pipi Shin dan Aura bergantian.
"Ryung sayang Papa dan Mama cantik"
Shin dan Aura saling bertatapan,seakan ada rasa hangat yang mengalir dihati mereka masing masing.
Mereka terseyum bersama kearah Ryung.
__ADS_1
"Papa dan mama cantik juga sayang Ryung" ucap Shin sambil mengeratkan pelukannya dipinggang Aura.