
Aura sedang berada diruang kelasnya.Dosen juga sudah pergi dari tempat itu.Namun Aura masih terdiam ditempatnya.
"Ra kamu kenapa?Tumben kamu gak buru buru pergi...!" Ucap Olif yang duduk disebelah Aura.
"Hari ini aku merasa malas Lif..." jawab Aura dengan suara pelan dan tak bersemangat.
"Apa ada masalah Ra?"Olif merasa sahabatnya itu sedang dalam mode tidak baik.
Aura pun menceritakan semua kejadian kemarin saat direstoran.
" Ohhh begituya...yasudah nanti kau minta maaf aja sama tuh orang,bereskan?"Ucapan Olif terdengar begitu santainya
"Hahhhhh aku malas bertemu orang sombong itu Lif...!!"
Olif mengangkat kedua bahunya.
"Ya mau gimana lagi,kan kamu yang salah.apa kamu mau dipecat?"
Aura menggeleng pelan kearah sahabatnya.
"Yasudah minta maaf...." olif menasehati lagi.
Aura menariik nafasnya lalu membuangnya kasar.
"Oke.....aku berangkat dulu ya Lif,,Bye....."
mereka melakukan salam ala wanita dulu sebelum berpisah.
Semua interaksi mereka tak luput dari pandangan Anton.
Aura segera menuju restoran tempatnya bekerja.
"Hallo semuanya!" Sapanya seperti biasa pada semua temannya saat sudah sampai.
"Ra kamu ditunggu pak Herman tuh diruangannya.!" Ujar Sely yang mendekati Aura sesaat setelah gadis itu sampai.
Aura memutar bola matanya jengah.
"Hahhh apa lagi coba sel..?"
"mungkin ada hubungannya dengan masalah kemarin Ra...!"
Aura pun segera berganti baju seragamnya karena ini sudah pukul satu.lalu bergegas menuju ruangan managernya.
Tok tok tok
Aura membuka pintu setelah mendapat jawaban dari dalam.
Aura berdiri sambil menundukkan wajahnya.
"Selamat Siang pak,,apa bapak memanggil saya?"
"Iya.Duduk!". perintah pria paruh baya itu.
" Kamu pasti sudah tahu bukan saya memanggiilmu karena apa?Saya masih mempertahankanmu kamu sebagai pegawai disini karena kamu termasuk pegawai yang cekatan meskipun kadang kamu ini ceroboh.Oleh sebab itu Saya minta nanti sore kamu bawa jas tuan kemaren dan minta maaf padanya.ini menyangkut nama baik restoran kita Aura.Dan ini alamat kantornya,datanglah nanti sore pukul 4 lalu kau bisa kembali lagi bekerja.!"Ucap pak Herman dengan tegasnya sambil memberi secarik kertas bertuliskan sebuah alamat.
"Satu hal lagi namanya Tuan Kim Shin Hyuk...jangan lupa...!"
Aura patuh pada ucapan manager yang selama ini sudah baik padanya itu.
ia pun segera pamit undur diri dari ruangan itu.
*Kalau bukan karena pak Herman yang nyuruh aku dan aku masih butuh pekerkaan ini,Ogah aku ktemu pria sombong kayak gitu!!"*Gumam Aura dalam hatinya sambil berjalan keluar ruangan managernya itu.
Pukul 3.30/Sore.Aura terlihat mengganti pakaiannya lagi dan bergegas ke toko Laundry mengambil jas pria itu sebelum menuju kekantornya.
__ADS_1
Dengan menaiki ojol Aura sudah sampai diLoby kantor tersebut.
Aura begitu takjub dengan interior gedung pencakar langit yang terlihat begitu mewah itu.
*Wah gede banget ni gedung,,,,mewah lagi.siapa yang punya ya,pasti kaya banget.**gumamnya dalam hati sambil kedua matanya mengelilingi keadaan lantai satu gedung mewah itu.
Aura berjalan menuju kemeja resepsionis.Banyak karyawan yang berlalu lalang.Semua mata melihat kearahnya,Apalagi mata mata nakal pria.
Karena selain begitu cantik penampilan Aura terlihat sangat menggoda dengan memakai atasan tank top putih dipadu dengan jaket jins dan celana panjang jins yang membentuk body seksinya.Tapi Aura tak penah merasa dirinya seksi atau merasa menggoda para pria.
Semua karyawan merasa penasaran gadis itu mau mencari siapa.
"Selamat Siang Mbak,Ada perlu anda datang kesini?"Ucap salah seorang wanita yang berdiri dimeja resepsionis dengan wajah ramahnya.
Aura membalas dengan seyum manisnya.
" Saya ingin bertemu dengan Tuan Kim Shin Hyuk,Saya ini mengembalikan ini!"Ucapnya sambil menunjukkan Jas berlapis plastik yang dibawanya .
Sontak semua orang yang berada dimeja itu terkejut.
"Anda mencari PresDir mbak...apa anda sudah buat janji?"
Aura terhenyak dengan kata PresDir.
"Presiden Direktur maksudnya mbak...maaf saya belum membuat janji.!
" Maaf jika belum ada janji anda tidak bisa menemui beliau mbak..!"Ujar wanita bertake name Dila itu.
"Tapi mbak saya mohon,ini penting!" Ucap Aura memohon.
"Maaf mbak sekali lagi gak bisa!"
Aura hampir putus asa.
Niko yang kebetulan baru saja kembali dari luar,mendengar keributan dan meja resepsionis.Pria berusia 30 tahun itu mendekat.
Semua karyawan menunduk pada tangan kanan Bos besar mereka itu.
"Ini ada gadis yang memaksa ingin bertemu dengan PresDir pak!" Ucap Dila sambil menunjuk kearah Aura.
Niko menoleh kearah Aura yang berdiri disebelahnya.Pria itu melihat penampilan gadis itu dari atas sampai bawah.Ia sempat tertegun dengan gadis cantik dan seksi didepannya.ia belum ingat siapa aura.
"Maaf ada perlu apa anda ingin bertemu beliau?" ucap Nino memandang lekat Aura.
"Saya mau mengembalikan ini pak,saya juga harus meminta maaf secara langsung pada Pak Shin.!" ucap Aura tenang.
Niko melebarkan kedua matanya saat sadar siapa gadis ini.Ia tak menyangka gadis ceroboh waktu itu ternyata sangat cantik.karena saat itu Aura memakai dres seragam restoran sepanjang bawah lutut dengan rambut digulung keatas.meskipun sudah terlihat manis waktu itu tapi tak secantik sekarang dengan pakaian casual dan rambut yang tergerai.
"Jadi kamu gadis ceroboh itu..!"
Aura merasa geram dengan ucapan Niko tapi ia coba bersikap biasa.
"Iya pak..apa boleh saya bertemu dengan nya?"jawab Aura dengan seyum yang dipaksakan karena sudah merasa kesal dengan ucapan pria didepannya itu.
Niko berfikir sejenak.
"Baik,Ayo ikut aku!"
Pria itu segera berlalu diikuti Aura dibelakangnya sampai kelantai 30,Tempat ruangan PresDir berada.
Semua mata tertuju kearah Niko yang berjalan bersama seorang gadis muda yang cantik dan seksi.
Tok tok tok..Suara ketukan pintu.
"Masuk.." Jawab dari dalam.
__ADS_1
Niko segera membuka pintu dan masuk menemui atasannya itu.
"Ada yang ingin bertemu anda Tuan!"
Shin yang nampak sedang fokus pada layar laptopnya,menoleh kearah Niko.
"Siapa?"
"Gadis Restoran kemarin tuan..!"
"baik,Suruh dia masuk!"
Niko segera menyuruh Aura untuk masuk.
Gadis itu dengan ragu memasuki ruang mewah itu.Dilihatnya seorang pria tampan duduk dengan kedua tangannya yang bertaut didadanya dengan sorot mata tajam kearahnya.
Ia tak menyangka seorang Presdir dan orang yang memiliki gedung semewah ini adalah pria yang masih muda.
Aura langsung sedikit menunduk memberi hormat kearah Shin.
Sementara Shin mengerutkan kedua alisnya saat melihat sosok gadis didepannya itu.
Ia sempat kaget apa benar ini gadis waktu itu.karena bagi Shin penampilan gadis dihadapannya itu kali ini terlihat berani dan sexi.
"Ada perlu apa datang kesini nona?"ucap Shin dengan suara dinginnya.
"Saya ingin mengembalikan jas anda pak.Saya juga ingin meminta maaf atas nama restoran saya,semoga anda tidak kapok untuk datang kembali..!" Ucap Aura dengan seyum manisnya yang terpaksa.
"Taruh disofa,sebenarnya aku sudah tidak butuh jas itu.Aku juga sudah memaklumi kejadian kemarin.Saya terima ucapan permohonan maaf anda.sekarang anda boleh pergi!!" Ucap Shin yang terdengar angkuh dengan sorot mata dinginnya.
"Apa pak?" ucap Aura yang terkejut karena merasa diusir.lalu ia secepatnya menetralkan raut wajahnya.
"Terima kasih untuk waktu bapak kalau begitu.!" Ucap Aura dengan kesal lalu segera pergi dari ruangan itu.
"Dasar pria Sombong,,untung ganteng kalau gak udah aku tendang tuh orang...!" Geram Aura dalam hatinya sambil terus berjalan keluar gedung.
Sementara Shin hanya menggelengkan kepalanya sambil bergumam.
"Apa dia tidak bisa mengenakan pakaian tertutup"lirihnya hingga Niko tak mendengar ucapannya.
Niko merasa heran dengan atasannya itu..apa bosnya itu tidak tertarik dengan gadis secantik dan seseksi itu.
" Dia tenyata sangat cantik ya Tuan,Seksi lagi...."
Ucapan spontan Niko membuat Shin melotot kearahnya.Niko yang merasa takut dengan sorot mata bos nya itu segera keluar dari ruangan itu.
**memang cantik,tapi sayang pakaiannya terlalu terbuka.**Gumam Shin dalam hatinya.
@@@
Ini visual Aura ya.....cantik dan seksi.
@@@
Ini visual Shin ya....Tampan tadi dingin dan angkuh.
**Terus vote dan beri komentar kamu ya...!!"
Baca juga novel"Ku yang udah rilis duluan.
"Hati putri dan Sang Pengawal"
__ADS_1
"Bukan Om tapi kekasihku"
"Cintamu seperti mimpi"