
Hari kedua Ryung dirawat dirumah sakit,keadaannya sudah lebih baik.Shin dan Aura masih selalu bersama merawat Ryung.
Siang itu setelah Aura selesai mengelap tubuh Ryung dengan penuh kesabaran,Aura lalu menyuapi anak tampan itu makan dengan pelan sedangkan Shin terlihat sedang fokus disofa dengan laptopnya.
Tok tok tok.......
Shin segera membuka pintu.
Terlihat Toni sahabatnya datang dengan membawa bingkisan berisi buah segar dan mainan untuk Ryung.
"Masuklah Ton,kenapa harus repot repot!" ujar Shin.
"ini tidak repot.Aku sangat mengkhawatirkan keadaan Ryung."
Toni mendekat kearah Ryung yang sedang duduk diranjang ditemani Aura.
"Hay Boy ,bagaimana keadaanmu?Paman bawa mainan untukmu!" ujar Toni sambil menyerahkan mainan yang ia bawa pada Ryung.
Ryung terseyum lebar"Terima kasih paman tampan"
Toni mengusap lembut kepala Ryung lalu mencium keningnya pelan.
"Sama sama sayang,Cepat sembuhya..."
"Hay Aura,bagaimana kabarmu?" sapa Toni pada Aura yang terseyum padanya.
"Saya baik Tuan"jawab Aura pelan.
"Sayang panggil saja dia Kak jangan tuan" Ucap spontan Shin yang membuat Toni terkejut lalu menatap keduanya bergantian.
"Kalian udah resmi jadian??" tanya Toni bingung,Pipi Aura sudah memerah karena malu.
"Duduklah dulu Ton,kita ngobrol" Ajak Shin.
Toni pun duduk disofa bersama Shin,Ada banyak pertanyaan untuk sahabatnya itu.
"Jelaskan padaku!" ucap.lugas Toni dengan pandangan kearah Shin.
Shin terseyum simpul
"Yahh akhirnya aku harus mengakui perasaanku Ton.Kau sendiri kan yang bilang.Prioritasku adalah kebahagiaan Ryung,dan tentunya aku juga memiliki perasaan pada nya yang sulit untuk aku abaikan" ucap Pelan Shin.
"Aku sudah menduganya Shin,Dari awal aku melihat tatapanmu padanya terasa berbeda.Bagus kau mau mengakuinya,aku ikut bahagia semoga kalian cepat meresmikan hubungan kalian" Ucap tulus Toni sambil mengusap bahu Shin pelan.
"Makasih ya Ton atas suportnya,Doakan saja agar hubungan kami selalu lancar sampai kemahligai pernikahan" ujar Shin penuh harap.
"Pasti Shin,Aku juga ingin Ryung bahagia hidup bersama papa dan mamanya."
Keduanya melihat Ryung yang sedang bercanda bersama Aura.
"Apa kau tidak ada jadwal pemotretan atau pekerjaan dikantor,sampai bisa kesini siang siang begini?" ujar Shin yang heran pasalnya sahabatnya itu memang selalu sibuk.
Selain urusan kantor,Toni juga sibuk dengab jadwal pemotretan dan acara lain karena dia seorang model terkenal.
"Hahhh urusan pekerjaan tidak ada habisnya Shin...aku kesini sengaja meluangkan waktuku.kau tau kan aku sangat menyanyangi putramu!" ujar Toni.
Shin terseyum."Terima kasih kalau begitu"
__ADS_1
Keduanya saling terseyum bersama.
Hingga suara ketukan dari luar menghentikan obrolan mereka.
"Biar aku saja sayang yang membukanya" Ujar Shin saat melihat Aura yang ingin berdiri.
Ceklek.....Terlihat seorang gadis muda,yang manis dan bertubuh mungil terseyum sambil membawa bingkisan kue.
"Selamat siang Tuan Shin,Apa anda masih ingat saya" Ujar wanita yang ternyata Olif sahabat Aura.
Shin terdiam sesaat sambil mengingat ngingat.
"Oh nona Olif ya...."
Olif terseyum manis"Iya Tuan saya ingin menjenguk Ryung"
"Oh silahkan" ajak Shin.
"Sayang ini ada sahabatmu" ujar Shin yang membuat Olif terkejut dan terdiam.
Aura yang mengetahui kedatangan Olif langsung berdiri berjalan menghampirinya.
"Olifffff,,,loe dateng....gue kangen..." Ucap Aura yang langsung memeluk erat sahabatnya itu lalu menarik tangan sahabatnya itu masuk.
"Ayo masuk Lif...." ajak Aura.
Belum selesai rasa terkejutnya dengan status hubungan Aura dan Shin,Olif lagi lagi terkejut dengan keberadaan seorang pria tampan yang sangat ia tahu.Bahkan Olif mengidolakan sosok itu selama ini.
"Kenalkan Nona Olif,ini sahabatku Toni.Dan Ton ini nona Olif sahabat kekasihku" ujar Shin mengenalkan.
Mereka bersalaman kilat.
Toni melihat penampilan gadis didepannya itu dengan seyum manisnya.Baginya Olif terlihat imut dan menggemaskan.
Saat ini Olif mengenakan dres selutut berwarna peach,dengan sweter dan tas slempang berwarna pink muda dan sepatu cats putih.Dengan rambut panjang hitam yang ia gerai.
Aura melihat kecanggungan diwajah Olif lalu menarik sahabatnya itu mendekati Ryung.
"Ryung Sayang ini sahabat kakak,Namanya tante Olif"Ujar Aura mengenalkan Ryung,karena ini adalah pertama kalinya Ryung dan Olif bertemu.
" Hallo Ryung..bagaimana keadaanmu,apa sudah baikan?"sapa Olif dengan seyum indahnya.
Ryung terseyum kearah Olif.
"Aku sudah baikan tante Manis"
",Uhhh ternyata kamu tampan banget ya pantesan Kak Aura sayang banget sama kamu.Nich tante bawain kue buat kamu,dimakan ya!"
"Maksih ya Tante...Aku juga menyanyangi mama cantik karena Mama cantik selalu ada untuk Ryung" ucap Polos Ryung.
Olif memandang tajam kearah Aura seakan ingin mengintrogasi sahabatnya itu.
"Aku perlu penjelasan Ra!"
Aura menyengir seakan tak merasa melakukan kesalahan.
"Intinya aku sama tuh Duda udah ada hubungan Lif" bisik Aura ditelinga Olif.
__ADS_1
Olif menutup mulutnya yang terbuka dengan tangannya,ia sangat terkejut mendengar pengakuan sahabatnya.
"Akhirnya kamu luluh juga Ra sama tuh Duda keren"
",Husttt udah diem"
"Tapi aku ikut bahagia kok Ra....selamatnya.Wah kalau Kak Anton sampai tau ini bakalan ngamuk dia hihihi"
"Biarin aja,tapi Loe gak usah ngomong apa apa sama dia.Tapi makasih ya lif gue minta doanya aja,,eh tapi tadi kenapa muka Loe jadi canggung gitu didepan Kak Toni,Loe kenal dia?" tanya Aura sementara Ryung hanya diam mendengar ucapan keduanya.
"Yaampun Ra,Siapa sich yang gak kenal tuh cwok.selain jadi pembisnis muda sukses,dia kan juga model terkenal,Aku itu sebenarnya udah lama ngidolain dia" ucap pelan Olif dengan wajah malu ya.
"Ha........serius Loe Lif.....!" ujar Aura yang terkejut.
Olif mengangguk pelan sambil terseyum.
"ternyata dia lebih tampan aslinya dari pada difoto...bisa liat gini aja Ra gue udah seneng"
Tanpa mereka sadari Toni sedari tadi mengamati keduanya yang terlihat serius berbicara.
Ryung terseyum usil kearah orang orang dewasa itu dan memiliki rencana usil.
"Paman Toni.....kata Tante Olif dia ituuuu"ucap Ryung yang menggantung karena Olif langsung menutup mulutnya.
Toni yang sudah terlanjur menoleh kearah Ryung menyerngitkan alisnya lalu berdiri mendekati Ryung yang bibirnya masih dibekap oleh Olif.
Olif memberi tanda pada Ryung untuk tidak membuka rahasianya dan Ryung paham akan hal itu.Olif menatapnya dengan tatapan memohon.
Olif perlahan melepaskan tangannya dari bibir Ryung.
" Kau ingin bilang apa Boy?"tanya Toni yang sudah mendekat.
"Ehmm apa bisa setelah Ryung sembuh,paman dan tante Olif ikut aku jalan jalan bersama papa dan mama cantik?" ucap Ryung dengan polosnya membuat Olif melebarkan matanya sedangkan Toni terseyum simpul.
Aura terseyum lega, ia tak menyangka Ryung punya ide yang cukup bagus.
"Tentu Paman bisa Boy....apa tante manis ini juga bisa ikut?" tanya Tony yang memandang Olif,seketika Olif menjadi gugup.
"Bagaimana tante manis bisa ikut kan?" tanya Ryung yang semakin membuat Olif gugup dan salah tingkah.
"I iya Tampan,Tante bisa kok" jawab Olif tanpa berani memandang Toni yang sedari tadi meliriknya.
"Yesssss,,,Ryung seneng banget.....Papa sama mama cantik,Paman tampan sama tante manis..." ujar Spontan Ryung.
**Busyettt mimpi apa ya aku semalem....bisa mati kutu aku deket deket model ganteng ini**gumam Olifia dalam hati sambil melihat kearah lain berusaha menyembunyikan kegugupannya.
Aura menyenggol pelan bahu Olif seakan menggoda sahabatnya itu.
"Ryung pinter kan...bisa bikin elo deket tuh sama cowok ganteng''bisik Aura.
" Iya tapi dia juga bikin gue mati kutu Ra..."balas Olif sambil cemberut kearah Aura yang sudah terkekeh geli.
Olif benar benar malu saat ini,sampai ia tak berani melihat kearah Tony.
Sementara Toni selalu terseyum,jujur saat melihat tingkah polos dan lucu Olif membuatnya terhibur.Ia merasa tertarik dengan gadis imut dan mungil itu.
Dan Shin yang melihat itu hanya terseyum penuh arti pada Aura,karena ia tahu betul putranya itu termasuk anak yang cerdik dan usil.anak tampan itu pasti merencanakan sesuatu untuk sahabatnya dan sahabat kekasihnya itu.
__ADS_1