Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Anak pintar


__ADS_3

Shin begitu senang mendapat kejutan siang ini.Dia begitu bahagia bisa makan siang bersama putra dan wanita yang ia cintai dikantornya.


Kebersamaan mereka terganggu saat mendengar keributan diluar.Tepatnya didepan pintu ruangannya.


"Bie kenapa diluar terdengar ribut?" Tanya Aura saat membereskan tempat makan mereka.


"Sebentar sayang aku cek dulu!" Shin segera melangkah menuju pintu untuk melihat ada apa yang terjadi diluar pintu ruangannya.


Sementara diluar ruangan sudah ada Toni dan seorang wanita cantik yang merupakan seorang model,teman Toni sekaligus teman Shin.


Wanita itu memaksa ingin masuk namun Sara,sekretaris Shin melarang.


"Maaf Nona,Tuan sudah berpesan agar tidak ada yang boleh masuk.beliau sedang bersama tuan muda dan istrinya" ujar Sara.


"Istri...hahh aku tidak percaya.Kapan Shin menikah,minggir jangan halangi jalanku" ucap wanita yang terlihat siniz itu.


Toni hanya terdiam dan melihat kekesalan diwajah temannya itu.


Ceklek....Shin membuka pintu dari dalam.


"Ada apa Sa ribut ribut??Loh....Stela,Tony..kalian disini?"


Stela langsung memeluk erat Shin membuat Pria itu kaget dan spontan melepas pelukan wanita itu.


"Shin,Sekretarismu melarang ku masuk.katanya kau sedang bersama istrimu.itu bohong kan?" tanya Wanita yang bernama Stela itu.


"Ayo kukenalkan didalam,Ayo Ton masuk" Ajak Shin.


Ketiganya masuk keruangan.


Aura yang melihat ada tamu datang langsung berdiri.


Stela terkejut melihat ada sosok wanita muda,cantik dan terlihat seksi berada diruangan Shin,apalagi bersama putranya.


Stela memang telah lama menaruh hati pada Shin tapi duda itu seakan menutup diri darinya.


Sementara Aura merasa canggung saat melihat ada seorang wanita cantik bertubuh tinggi dan langsing menatap tajam dirinya.


Shin segera memeluk posesif pinggang Aura. Membuat Stela terkejut dan merasa tidak suka.


"Kenalkan ini Aura,Stel.dia calon istriku,Dan ini Stela sayang.Dia seorang model,dia teman lamaku" ujar Shin mengenalkan.


Keduanya pun bersalaman singkat.


"Stela"


"Aura"


"Kak toni..senang bisa bertemu denganmu lagi" sapa Aura pada Toni.


"Iya Aura.Aku hanya mampir saja,kebetulan tadi ada pekerjaan dekat sini.Ehmm kau terlihat sangat cantik dan seksi hari ini Aura" goda Toni.


"Hay Boy...kau sudah sembuh rupanya" ujar Toni saat melihat ada Ryung dan mencium kening anak tampan itu.


Aura terseyum malu.


"Hay paman tampan" sapa Ryung yang sedang memainkan ponselnya.


"Jadi kau sudah mengenalnya Ton?" ujar Stela.


"Iya Stel,Aura ini sangat menyanyangi Ryung,kami sudah beberapa kali bertemu" jawab Toni lalu duduk diikuti Stela disampingnya.

__ADS_1


Shin pun menarik pinggang Aura untuk duduk disampingnya.Tangannya memeluk erat pinggang Aura,membuat siapa saja merasa iri.Sedangkan Aura merasa sedikit canggung juga malu dengan sikap kekasihnya itu.


"Bie lepasin,gak enak dilihat mereka" bisik Aura tepat disamping wajah Shin.


"Biarkan saja Sayang,mereka temanku" jawab Shin dengan santainya.


Stela yang sudah terbakar cemburu lebih memilih melihat kearah lain.


"Tidak apa apa Aura,Santai saja,Apa kau baru tau,Shin memang begitu terlalu posesif.!" ucap Toni dengan seyumnya.


"Paman tidak lupa kan janji paman kemarin,sekarang aku sudah sembuh!" ujar Ryung yang menyela obrolan para orang dewasa itu.Membuat semua pandangan mengarah pada anak tampan itu.


Toni terteyum lebar kearah Anak tampan itu.


"Tentu Boy,Paman tidak lupa...Nanti paman kabari papamu ya klo paman ada waktu senggang,Tapi tante itu apa mau ikut?"


Stela yang tidak mengerti hanya diam mendengarkan.


"Okey paman aku tunggu.Ehmm Tante Olif pasti mau ikut,iya kan Ma?" Ryung menoleh kearah Aura.


"Iya Sayang" jawab Aura singkat.


"Siapa Olif ton?" Tanya Stela yang penasaran.


",Dia tante manis,imut dan baik hati,Cocok dengan paman Tampan" Ujar Ryung spontan.


Semua merasa terkejut dengan ucapan anak itu.Apalagi Toni,ia langsung terseyum canggung.


Stela mengerutkan keningnya melirik keareah Toni.


"Serius Ton?" Tanya Stela.


"Apa dia lebih cantik dari Tante, tampan?" Tanya Stela pada Ryung.


Spontan Ryung meletakkan ponselnya lalu berdiri dan berjalan kearah Stela.


Ryung bediri tepat dihadapan Stela lalu menatap lekat kewajah Stela.Nampak Ryung berfikir sejenak.


"Tante Stela memang cantik dan langsing,Tapi tante Olif itu Manis,imut dan lembut seperti Mama.Jadi pasti cocok buat Paman Tampan!"


*Anak pintar*Gumam Shin dalam hati.


Sontak jawaban Ryung membuat Aura dan Shin terseyum simpul merasa senang,Dan seketika Toni tertegun mendengar jawaban cerdas anak itu.Sementara Stela merasa sangat kesal.


"Boy kenapa kau begitu cerdas.Sini paman pangku." Puji Toni yang sudah bisa bersikap biasa lalu meletakkan tubuh Ryung dipangkuannya.


"Apa ada hal penting kalian mampir kesini?" Tanya Shin.


"Kami hanya ingin mengajakmu makan siang diluar Shin,tapi sepertinya kau sudah makan bersama keluarga kecilmu"Jawab Toni.


" Iya Maaf,Calon Istriku ini sudah memasak dan membawakan bekal untuk kami makan disini."jawab Shin sambil menatap lekat aura dari samping dengan seyum manisnya.


"wow aku semakin kagum denganmu Aura,selain cantik kau juga pintar memasak!"


"Iya paman tampan,Masakan mamaku sangat lezat.Kapan kapan paman harus coba!" sela Ryung.


"Okey Boy,Kapan kapan ya paman kerumah"


Stela yang merasa sudah sangat kesal memberi tanda pada Toni untuk segera pergi dari tempat itu.


"Yasudah kami pergi dulu,Nanti aku akan menghubungimu Shin soal janjiku pada Ryung."

__ADS_1


"Paman pergi dulu ya Boy,jangan nakal dan jaga kesehatan.Okey"


Toni mencium kening Ryung lalu menurunkan tubuh anak tampan itu.


"Bye paman tampan"


"Kami pergi dulu Shin....bye Ryung..." pamit Stela sambil melirik sekilas Aura yang masih terseyum ramah.


"Bye Tante Stela."


Selepas kepergian keduanya,Shin menatap Aura yang terdiam lalu memeluk pinggang Aura lagi dengan erat.


"Kenapa hmmm?"


"Sepertinya Stela menyukaimu Bie,Dia tidak suka melihat keberadaanku!" ujar Aura.


"Kau cemburu Sayang?Sebenarnya aku sudah tahu lama kalau Stela menaruh hati padaku.Tapi aku hanya menganggap nya sebagai teman.Aku sudah memilihmu Sayang"


Shin mencium lembut pipi Aura dari samping.


Ryung bahagia melihat kemesraaan kedua orang yang ia sayangi.


"Mama Cantik tenang aja,Kalau Tante genit itu nakal nanti biar Ryung yang urus.Papa dan Ryung cuma sayang sama Mama Cantik"


Aura terharu dengan ucapan Ryung lalu memeluknya erat.


"Terima kasih ya Tampan.Betapa bersyukurnya aku memiliki kalian"


Shin memeluk hangat Aura dari belakang,sedangkan Ryung memeluk tubuh sintal Aura dari depan"


Sementara Didalam mobil Toni yang mengendarai mobil terdiam mengingat ucapan Ryung tadi,Ia merasa aneh kenapa anak kecil sepolos Ryung bisa mengatakan bahwa dirinya pantas bersama dengan gadis manis,imut,muda dan sepolos Olif.


Tanpa Toni sadari ujung bibirnya terangkat ada seyum tipis tersirat diwajah tampannya.


Sementara Stela masih merasa sangat kesal.


"Jadi kau sudah lama tau hubungan Shin dengan gadis itu Ton?"


Toni menoleh sekilas pada Stela.


"Aku tahu saat Ryung sakit kemarin.Kenapa?apa kau masih mau mengejar Shin.Sebaiknya hentikan niatmu itu!"


"Memangnya kenapa,Apa hebatnya gadis itu dibanding aku Ton,Memang kuakui dia masih muda,cantik dan seksi tapi dia bukan seperti ku seorang model papan atas" ujar Stela menyombongkan diri.


Toni tertawa renyah tanpa menoleh kearah Stela.


"Apa kau tak melihatnya?Shin sangat bahahia bersama Aura apalagi Ryung.Kau tau yang dibutuhkan Shin itu bukan hanya wanita cantik Stel,tapi wanita yang tulus menyayangi dan merawat Ryung.Dan kau juga harus tau,Ryung sangat dekat dan sangat menyanyangi Aura.Justru Ryung yang memaksa Shin untuk menikahi Aura."Jelas Toni.


Stela semakin merasa kesal dan benci mendengar ucapan Toni.


" Kalau kau masih berusaha mengganggu hubungan mereka,Kau akan menyesal Stel dan kau akan berhadapan denganku!"Tegas Toni.


"Kau mengancamku Ton?" tanya Stela dengan nada tinggi.


"Ya Bisa dibilang begitu." jawab datar Toni.


"Sudah sudah antarkan aku keapartemenku saja,Aku tidak jadi lapar!" ucap sinis Stela


"Okey,, aku juga masih ada urusan!"


Toni segera melajukan mobilnya menuju Apartemen Stela.

__ADS_1


__ADS_2