Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Perhatian


__ADS_3

Shin kembali masuk ruang inap sambil membawa dua cup minuman hangat.


Ia melihat Aura masih terdiam sambil duduk menggenggam tangan Ryung.


"Minumlah,jangan duduk disitu terus nanti badanmu bisa pegal.Duduklah disofa!" ucap Shin sambil memberikan minuman pada Aura.


Aura lantas berdiri lalu duduk bersandar disofa.


Shin mencium pelan kening Ryung lalu duduk disofa disebelah Aura.


Suasana berubah canggung.mereka dengan perlahan menyesap minuman masing masing.


"Maaf ya mereka kira kau istriku" ucap Shin memecah keneningan.


Aura semakin canggung dan tak berani memandang Shin.


"Tidak apa apa pak."


"Kau pasti sangat lelah kan,Maaf aku selalu merepotkanmu!"ucap Shin sambil melihat kearah Ryung.Aura dapat melihat kesedihan serta kekhawatiran diwajah duda tampan itu.


Tanpa Aura sadari Tangannya mengusap lembut bahu Shin membuat pria tampan itu menoleh padanya.


" Bapak tenang saja,Ryung akan baik baik saja.Bapak juga tidak perlu meminta maaf pada saya,Karena Aura sangat menyanyangi Ryung."ujar Aura yang berusaha menenangkan Shin.


Shin terseyum lembut kearah Aura,Seakan terbius dengan seyum itu Aura terdiam cukup lama.Pandangan mereka beradu untuk beberapa saat.Seakan jantung keduanya berdetak lebih cepat.


Aura yang sadar lebih dulu langsung menarik tangannya lalu mengarahkan pandangannya kearah Ryung.Sedangkan Shin menjadi salah tingkah.


"Maaf pak saya sudah lancang"


"Tidak apa apa Justru saya lebih tenang sekarang" ujar spontan Shin yang membuat Aura langsung menoleh padanya.


"Sebenarnya saya senang melihat Ryung bisa dekat dan patuh padamu Aura" Shin menghela nafas panjang.


"Mama Ryung meninggal saat melahirkan Ryung.Lalu saat usia Ryung setahun saya memutuskan untuk tinggal diIndonesia.Dari kecil Ryung merindukan sosok mamanya dan dia juga tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang mama.Terima kasih ya Aura karena kamu memberi kasih sayang yang tidak bisa saya berikan"


Tanpa Shin sadari ia menceritakan kisah hidupnya dan juga rasa kekhawatirannya selama ini.


Aura terseyum lembut sambil mengusap tangan Shin membuat Pria tampan itu tertegun.


"Aura juga seneng kok Pak bisa deket dan bisa memberikan kasih sayang buat Ryung.karena Aura juga sudah tidak memiliki ibu.jadi Aura bisa ngrasain apa yang dirasain Ryung.pasti ini berat buat anak sekecil Ryung tapi Sebisa mungkin Saya akan mendampingi dan merawat Ryung dengan baik.bapak tidak perlu sungkan pada saya."


Hati Shin semakin berdesir mendengar ucapan wanita muda disampingnya.Keduanya lagi lagi saling bertatapan.


Shin merasa hangat saat tangannya disentuh Aura.


Shin melihat kearah tangannya yang masih digenggam Aura,Dengan Reflek Aura menarik tangannya.


**Aduhhh ni tangan kegatelan banget sich pegang pegang tangan dia ,,Nanti dia kira aku godain dia dong....**Gumam Aura dalam hati.


"Maaf pak,tadi saya Reflek."


"Gak papa,saya justru senang" Ucap lirih Shin yang masih bisa didengar Aura.


"Hahhh bapak tadi bilang apa?" ucap Aura memastikan apa yang dia dengar samar barusan.


Shin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


",Tidak ada...ehmmm kamu tidur saja diatas ranjang sama Ryung,biar saya disofa ini"


"Oww iya pak,tapi sebentar saya habiskan minuman saya dulu" ucap Aura yang juga menjadi canggung lagi.


Keduanya terdiam,Shin fokus melihat ponsel pintarnya sambil sesekali melirik kearah Aura yang menyesap minumannya pelan.


Ckup lama mereka terdiam hingga tanpa Shin sadari,Aura tertidur dan kepalanya jatuh dibahunya.


Shin terkejut sekaligus merasa senang.ia melihat jam ditangan kanannya sudah pukul satu dini hari.


Shin dengan sadar mengusap lembut kepala Aura yang bergelanyut dibahunya.


Shin terseyum tipis melihat wajah cantik Aura yang tertidur.


"kau pasti kelelahan" ucap lirih Shin lalu menyelimuti Aura dengan Jaketnya yang sudah ia lepas tadi.


Keduanya pun tertidur berdua dengan posisi duduk disofa dengan kepala Aura yang bersandar dibahu Shin sedangkan kepala Shin bersandar disofa.


Pukul 5 pagi.


Aura membuka matanya perlahan,harum maskulin langsung ia rasakan dan betapa terkejutnya melihat dia tidur dipelukan Shin.Dada bidang Shin seakan menjadi kehangatannya semalam.


Aura melebarkan kedua matanya lalu perlahan mengheser tubuhnya.


",Yaampun...kenapa aku bisa tidur dipelukan ni duda.....duhhhh malu banget aku"gumamnya dalam hati.


Aura menyelimuti tubuh Shin dengan jaket yang ia pake tadi perlahan.

__ADS_1


Aura terseyum saat melihat wajah Shin yang masih terlihat tampan saat tertidur.Tanpa sadar tangannya mengusap lembut wajah Shin.


Shin yang merasa ada yang menyentuh wajahnya langsung membuka matanya sontak Aura terkejut dan dengan cepat menarik tangannya.


Shin terseyum kearah Aura yang salah tingkah.


"Sudah puas lihat wajah saya?" tanya spontan Shin yang membuat Pipi Aura memerah.


"Hahhh....maksud bapak apa?" ucap Aura mengelak.


"Sudah tidak usah malu.....ehmmm kamu kenapa sudah bangun?"


*Mati aku....sumpah malu bangettt ketahuan pegang pegang wajah ni duda**


"Aura mau ketoilet pak" ucap Aura berusaha tenang.


",Apa hari ini kau masuk kuliah?" tanya Shin lagi.


"Mana mungkin saya kekampus kalau keadaan Ryung masih seperti itu pak." ucap lugas Aura yang membuat Shin terseyum kearah Aura yang duduk disebelahnya.


Shin spontan memegang tangan Aura dengan lembut.


"Makasih ya"


Aura yang salah tingkah langsung berdiri dan berjalan cepat kekamar mandi untuk membersihkan diri.Shin hanya terseyum melihat tingkah lucu gadis itu.


Aura yang sudah selesai dari kamar mandi mendekat kearah Shin yang sudah berada disamping Ryung.


"Kenapa Ryung belum sadar ya pak?"


"Mungkin sebentar lagi"ucap Shin sambil mengusap lembut kening Ryung.


"Saya kekamar mandi dulu" ucap Shin lagi lalu berjalan kekamar mandi.


Benar saja,tak lama Ryung sadar.


"mama..." panggilnya pelan.


"Iya Sayang....bagaimana rasanya sekarang.mana yang sakit?" ucap Aura yang mendekat.


"Ryung cuma lemes ma"


"Apa kau ingin sesuatu sayang?" tanya Aura sambil mengusap lembut pipi Ryung.


"Boy kau sudah bangun" ujarnya lalu mencium kening Ryung.


"Ryung ingin makan bubur ayam ma"


Aura terseyum lembut dan disaat itu Bi hana datang sambil membawa pakaian ganti untuk Shin dan Aura juga makanan untuk keduanya.


"Selamat pagi tuan,Bagaimana keadaan Tuan muda?"


"Dia sudah agak baikan" jawab Shin.


"Syukurlah tuan,ini saya kembawa pakaian ganti untuk anda dan neng Aura.juga makanan." ucap Bi hana.


"Terima kasih ya Bi.Oh ya tlong jaga Ryung sebentar ya Bi saya mau nyari bubur ayam untuknya" ucap Aura lalu mencium kening Ryung.


"Kakak beli bubur ayam dulu ya"


"Aku ikut" ucap Shin tiba tiba yang membuat Aura terkejut.


"Tolong jaga Ryung sebentar ya Bik"


"Baik Tuan."


Keduanya lalu keluar dari ruangan itu berjalan menuju kantin melewati lorong rumah sakit.


Para mata memperhatikan mereka apalagi perawat perawat yang mengagumi ketampanan Shin dari tadi malam.


"Eh tuh laki kayak Oppa korea ya ganteng banget." ujar sesorang perawat.


"Iya walaupun terlihat dewasa tapi ganteng banget,apa dia orang korea kok mirip artis korea" ucap perawat yang lain.


"ihhh Ganteng banget tuh Oppa,Tapi tuh cewek kayak nya istrinya deh..wahh mana masih muda,cantik,seksi lagi pantes tuh Oppa suka." ucap Perawat yang lainnya lagi yang membuat Shin sedikit risi sekaligus terseyum sendiri mendengarnya.


Sementara Aura merasa malu sekaligus merasa bahagia karena mereka kira dia adalah istri Shin.


"Kamu mendengar ucapan mereka?" tanya Shin tiba tiba.


"Iya Pak"


"Ternyata saya masih pantas ya bersanding dengan gadis semuda kamu" ucap spontan Shin sambil terkekeh.


"Haa apa pak?" tanya Aura yang merasa bingung.

__ADS_1


"Iya saya masih pantas kalau jadi suami kamu"ucap santai Shin.


Deg........


hati Aura berdesir kuat.


Duda itu benar benar menguji jantungnya.


Aura terdiam sambil menggigit bibir bawahnya membuat Shin merasa gemas.


" Kenapa diam?Apa ucapan saya salah?"


Aura menggeleng pelan sambil masih menggigit bibir bawahnya.Semakin membuat Shin gemas.


"Itu jangan digigit''


Aura menoleh kearah Shin dengan tatapan lebarnya.


" Apanya pak?"


"itu Bibirmu jangan kau gigit.Sayang kalau terluka...."ucap Shin sambil menunjuk kearah bibir sexi Aura.


Aura tertegun dengan ucapan Shin.


Shin pun menoel pucuk hidung Aura membuat Gadis itu semakin deg deg'an.


"Jangan nglamun...mikir apa?Soal bibir?"


*Ni duda mau ngetes aku apa gimana sich. ....jadi gemessss*


"Gak kok Pak....Saya cuma heran kok sama bapak"


Shin menghentikan langkah kakinya sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Heran..kenapa?"


Aura juga berhenti dan memandang Shin lekat.


"Rahasia ...gak enak Aura mau ngomongnya pak" ujarnya lalu kembali berjalan.


Dengan cepat Shin menarik kuat tangan Aura hingga tubuh gadis itu mendekat ketubuhnya.membuat Aura menatapnya dengan kedua bola mata melebar.


"Saya tidak suka ada rahasia Aura.cepat katakan apa yang membuat kamu heran pada saya?"


Aura tertegun diposisinya.


Hingga membuat para perawat iri dengan kedekatan mereka.


"Pak lepasin,gak enak dilihat orang orang"


"Saya gak perduli orang lain"


"Hah....tapi kita kan mau cari bubur ayam buat Ryung,tuh kantinnya udah deket"


"Saya mau kamu bicara dulu" ucap tegas Shin.


"Iya nanti habis beli bubur ya Pak" ucap Aura Sambil melepas tangannya tapi genggaman tangan Shin begitu kuat.


"Yasudah saya akan terus menggenggam tangan kamu sampai kamu bicara"


"Yaudah ayo kita beli bubur dulu" Ucap Aura lalu berjalan dengan tangan yang masih dipegang Shin kuat.


Keduanya berjalan memasuki kantin rumah sakit dan langsung membeli bubur ayam.


Shin mengeluarkan dompet dari saku jaketnya dengan tangan kirinya lalu menyerahkannya pada Aura.


"Buka dan ambil uangnya untuk membayar" suruh Shin.


Aura merasa bingung dengan sikap Shin.


"Tapi Aura gak enak buka dompet " Belum selesai bicara Shin sudah menyela.


"Ayo cepat kamu buka,Ryung pasti udah nunggu."


Terpaksa Aura membuka dompet itu dan mengambil uang untuk membayar bubur ayam.


"Pengantin baru ya Neng,mesra banget" ucap sang Penjual.


"Iya Pak kami baru saja menikah" ucap Shin spontan yang membuah bibir Aura terbuka.


"Ow pantes,Duh yang cwok.guanteng,yang cewek cantik dan masih muda.Cocok banget" ujar penjual lagi.


"Trima kasih pak,Doanya saja biar langgeng" ujar Shin yang lagi lagi membuat Aura melebarkan matanya.


Shin terseyum puas memandang kearah Aura.Entah kenapa hatinya sangat senang menggoda Aura.

__ADS_1


__ADS_2