Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Tak Disangka


__ADS_3

Malam hari dirumah mewah itu.Shin dan putranya sedang makan malam.


Shin yang sudah diberitahu oleh Bibi Hana tentang kenakalan putranya kepada guru barunya hanya bisa menatap tajam kearah putranya itu.


Ryung pun tersadar dari pandangan tajam Papa tampannya itu.


"Papa mau memarahi ku lagi?"Ucap Ryung sorot mata yang tak kalah tajamnya.


"Apa kau puas Ryung sudah menjahili guru barumu?"


"itu hanya salam perkenalan papa....Kali ini sesuai permintaan Ryung,Kakak tadi cantik dan masih muda.jadi Aku bisa mengajaknya bermain bersama...!" Ucap Ryung tanpa rasa bersalah.


Shin mendelik mendengar ucapan putranya yang terlihat lebih dewasa dari umurnya.


"Bermain.....??jangan macam macam Ryung, dia gurumu bukan temanmu....kau paham?" Ucap tegas Shin.


Ryung hanya terseyum lebar memperlihatkan gigi ratanya.


@@@


Hari berlalu dengan cepatnya.


Hari ini kali kedua Aura mengajar Ryung. Karena hari ini sabtu,Aura libur kuliah tapi dia harus bekerja di restoran dari pagi sampai sore.ia pun sudah menghubungi Bibi hana untuk memberi tahu kalau jam lesnya diganti malam.Bibi Hana pun mengerti dan memahami tentang hal itu.


Sore pun tiba,Aura terlihat sudah keluar dari restoran.ia segera pulang untuk mandi dan bersiap mengajar Ryung.


Pukul 18.30.Aura sudah sampai dirumah mewah itu.seperti kemarin Aura mengajar Ryung dikamarnya agar lebih fokus.


Kamar Ryung berada dilantai dua,Kamar yang besar dengan interior mewah.


"Hallo Ryung selamat malam.!" sapa Aura saat sudah berada didalam kamar.


Ryung yang sedang berbaring diranjang seketika bangun dan mendekat dengan seyum jahilnya.


"Malam juga Kakak Cantik...Tangkap ini.....!" Ujar Ryung dan tiba tiba menembak dengan senapan karetnya kearah tubuh Aura.


Aura yang pintar bela diri dengan sigap bisa menghindar dari peluru yang akan membuat tubuhnya lebam itu.


Ryung terpana dengan pergerakan Aura yang lincah.


"Sudah main main nya?sekarang ayo kita mulai belajarnya....!"Ucap Aura tegas.


"Wah kakak hebat bisa menghindari peluruku...apa Kakak bisa karate atau Kungfu?''Ucap Ryung yang merasa keheranan.


" Kakak bisa bela diri sayang..., Ayo kita mulai mana bukumu?"


Ryung pun patuh dan segera mengambil bukunya.


Sementata Dilantai bawah, Terlihat Shin sudah pulang.wajahnya terlihat sangat lelah.


Pria itu segera menuju kamarnya dilantai atas untuk segera mandi.Dia yang sudah kelelahan tak menyadari ada orang lain didalam kamar putranya yang berada disebelah kamarnya.


Aura yang sudah satu jam dikamar Ryung seketika merasa haus,Ia pun bergegas turun kedapur untuk mengambil air minum.

__ADS_1


Disaat yang bersamaan Shin yang sudah selesai mandi terlihat segar berjalan kearah dapur juga untuk mengambil air.


Aura yang hendak meminum air digelas yang sudah ia pegang terhenti saat seseorang mengagetkannya dari arah belakang.


"Siapa kamu???"Ucap Shin yang membuat Aura seketika membalikkan badannya.


Tatapan mereka bertemu.keduanya sama sama tertegun dan terkejut.


" Kau....kenapa kau bisa ada dirumahku??"Ucap Shin yang bertambah terkejut setelah mengingat Aura dan membuat Aura terlihat bingung.


"Ini rumah bapak???" Ucap aura dengan pelan.


"Iya ini rumah saya.....!" Ucap Shin mantap.


"Kamu sedang apa disini?"


"Saya guru les privatnya tuan Ryung pak....!" ucap Aura cepat.


Shin membulatkan kedua matanya.


"Apa??Jadi kamu guru baru putra saya Ryung?"


Sekarang Aura yang melotot tak percaya.serasa ia susah menelan saliva nya sendiri.muka nya berubah menjadi pucat.


"Jadi Tuan Ryung itu putra bapak?"


**Shitttt Sial banget sich aku,,,ketemu lagi sama ni orang,Dan ternyata Ryung itu anaknya,,pantes anak nya kayak gitu resenya,turunan dari bapaknya.**Umpat Aura dalam hatinya dengan masih terus terseyum yang dipaksakannya didepan Shin.


"Saya tidak menyangka guru baru Ryung itu kamu.saya Shin ayahnya Ryung.saya harap kamu betah dengan kelakuan putra saya !"Ujar Shin dengan wajah datarnya.


Shin yang melihat kegugupan gadis itu hanya diam dengan wajah datarnya.meskipun Ia juga masih terkejut dengan hal ini.


"Ahhhhh bisa gila aku,,sama ayah dan anak ini...sama sama rese.....Pantesan Ryung tampan,Ayahnya aja gantengnya kayak gitu....hustttt mikir apa sich aku ini....!!!" Ucap Lirih Aura lalu menepuk kepalanya sendiri sebelum masuk kekamar Ryung


Satu jam kemudian.


Aura sudah selesai mengajar Ryung.mereka keluar kamar secara bersama dan turun kelantai bawah.


Aura yang hendak berpamitan berjalan kearah dapur untuk menghampiri Bibi Hana.


"Bibi saya pulang dulu ya...!"


"Eh Neng,Sekalian Makan malan disini dulu ya.!" Ucap Bi Hana dengan santainya.


"Iya Kak makan bersama ku dulu baru pulang!" Timpal Ryung yang membuat bi Hana kaget karena Ryung bisa baik dengan gurunya.Sementara Shin yang sudah duduk disofa ruang tengah dari tadi mendengar ucapan putranya.


"Tidak Ryung,Kakak tidak enak dengan papamu.apa lagi Kakak kan baru mengajar kamu...!" Tolak Aura dengan halus.


Tiba tiba Ryung berteriak kearah papanya.


"Pa bolehya Kak Aura makan malam disini.!"


Dari ruang tengah,Terlihat Shin yang duduk hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Tuh Kak,,Papaku ajah gak keberatan kok...!" Ucap Ryung yang membuat Aura mau tidak mau pasrah menuruti kemauannya.


Mereka bertiga pun sudah duduk diruang makan.


Suasana hanya hening saat makan,Aura benar benar merasa tegang duduk berhadapan dengan pria dingin itu.


Sementara Shin yang berwajah datar hanya terus fokus pada makanannya.


Hingga pertanyaan Ryung memecah keheningan.


"Apa orang tua Kakak mencari kakak kalau pulang malam?"


"Tidah Ryung,Kakak tinggal sendiri dikota ini.!" Jawab Aura yang memandang Ryung yang duduk disampingnya.


"Kakau Pacar kakak?


Seketika Aura tersedak dengan makanannya mendengar pertanyaan anak kecil itu.Aura pun segera meminum air yang ada didepannya.


" Ryung Kakak tidak punya pacar..."jawab lirih Aura yang sudah agak tenang


Shin yang dari tadi fokus makan akhirnya melirik kearah Aura.


"Masak Kakak tidak punya pacar,Kakak kan cantik....." Ucap Ryung polos yang semakin membuat Aura merasa canggung.


Tak lama mereka pun selesai makan.Aura yang sudah berpamitan pun diantar pulang oleh supir Ryung atas ijin Shin.


"Kak Aura cantik ya pa?" Celetuk Ryung pada papanya sesaat setelah Aura pergi.


Shin yang mendengarnya langsung menoleh kearah Ryung sambil terseyum simpul.


"Kamu itu masih kecil udah genit..!!"


"Ayo jawab Pa...Kak Aura Cantikkan??"


Ucap Ryung yang mencoba memojokkan papanya.


Dengan terpaksa Shin menjawab pertanyaan konyol putranya itu.


"Iya dia cantik...kenapa memang??"


"Yeeeee,,Ryung akan punya mama cantik...." sorak Ryung spontan sambil berlari meninggalkan papanya yang diam terpaku.


"Mama cantik.....??apa maksud anak itu...???" ucap Shin yang merasa terkejut dengan ucapan putranya.


Bibi Hana yang memperhatikan dari tadi terseyum lalu mendekat kearah majikannya itu.


"Sepertinya tuan Muda menyukai Neng Aura tuan.....Dan berharap Neng Aura jadi mamanya...!"


"Ah bibi ada ada aja...mana mungkin saya menikahi gadis kecil itu.Bibi lupa ya usia saya udah 35 lho....!" Ucap Shin terkekeh.


"Loh memang kenapa Tuan,Tuan masih terlihat muda,lagi pula Neng Aura sangat cantik.meskipun masih belia tapi bibi rasa dia gadis dewasa .Apa Tuan tidak kasihan pada Tuan muda,Sepertinya Dia butuh kasih sayang seorang ibu..Maaf kako bibi lancang,Tapi apa Tuan tidak tertarik sama sekali pada Neng Aura...?"Ucap Bibi hana yang seakan menasehati majikannya itu yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri.


" Sudah ah bi...saya keatas dulu...!"Ucap Shin yang sudah berdiri dari duduknya dan berjalan kembali kekamarnya.

__ADS_1


Bibi Hana hanya menggelengkan kepalanya sambil tetseyum melihat Majikannya yang terlihat canggung dan menghindar.


__ADS_2