Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Perasaan


__ADS_3

Suasana Kampus terlihat ramai.setelah jam pelajaran usai,Aura berjalan bersama Olif menuju kantin kampus untuk mengisi perut mereka yang terasa lapar karena sudah masuk jam makan siang.


"Kamu mau makan apa Lif,biar aku yang kesana,Kami duduk aja disini?'Ujar gadis itu setelah mereka mendapat tempat duduk.


" aku Bakso ajah Ra,,!"


"Oke,bentar ya!"


Aura pun menuju tempat dijualnya beraneka makanan yang sudah ramai.Banyak mahasiswa yang mengantri melihat kedatangan Aura.pandangan mereka seakan tak pernah lepas dari wajah cantik dan tubuh seksi itu.


"Hai Aura cantik mau makan apa?Biar aku yang antri,kau duduk saja!goda Salah satu mahasiswa yang menyukai Aura.


" Iya Aura Gemoi biar kakak aja yang ngantri,kamu nanti capek lho...!"timpal pria lain.


Aura hanya bersikap biasa dan melempar seyum simpulnya.


"tidak usah kakak kakak,terima kasih biar Aura aja....!"


Setelah lama mengantri akhirnya Aura membawa dua buah mangkok berisi bakso kearah tempat duduknya.


"Wah semakin hari semakin banyak yang naksir kamu Ra.!" ujar Olif spontan.


"Apaan sih Lif,,biasa aja...!"


"Ya jelas lah mereka tergila gila sama kamu Ra,Udah cantik kamu juga sangat seksi,pinter pula.Kalau aku cwok aku juga bakalan naksir kamu...!" celetuk Olif sambil menikmati baksonya.


Aura hanya diam mendengar ucapan Sahabatnya itu.


"Ra aku tanya deh,apa gak ada yang menarik perhatian kamu, Cowok yang kamu suka maksud aku!mungkin kak Anton..?"


"Untuk saat ini belum ada Lif,,,Dan untuk kak Anton,Yah aku akui dia baik,ganteng dan mapan pula tapi aku belum ada perasaan apapun sama dia!"ujar Aura sambil memakan baksonya pelan.,


"Kamu tuh aneh,tinggal milih aja gak mau...!" ucap Olif dengan wajah cemberut.


"emang baju bisa dipilih..!"ujar Aura sambil mencubit lengan Sahabatnya.


Canda tawa terselip dipercakapan mereka.


Hingga seorang pria tampan duduk disebelah Aura.kedua gadis itu terdiam begitu saja.


" Ra,bisa kita bicara berdua?"ucap pria yang bernama Anton.


"Ra aku pulang duluan ya..!" ucap Olif yang mengerti maksud Pria itu.


Selepas Olif pergi,Anton memandang intens Aura disampingnya.


"Ada apa kak?tolong jangan memandang aura seperti itu!ucap Aura yang mulai risi.


" Apa kamu benar benar tidak tahu atau hanya pura pura Ra?"Ucap Anton tanpa menoleh sedikitpun dari wajah aura.


"Maksud Kakak...?"


"Sudah lama aku menyukaimu Ra,,!"


Deg.....Aura terkejut.ia tak menyangka,pria itu mengungkapkan perasaannya.


"Apa kau sengaja mengetesku atau bagaimana Ra?"imbuh Anton lagi.


Gadis itu hanya terdiam.bingung harus bagaimana.


" Aku sudah gak bisa diam aja Ra,Udah cukup lama aku memendamnya.Aku ingin kamu jadi kekasihku Ra!ucap Anton yang terlihat memaksa.

__ADS_1


"Kenapa Kakak seperti memaksa aku?Maaf Aura pergi dulu.aku harus bekerja kak." ucap Aura yang berusaha bangkit dari duduknya,tapi dengan cepat anton menarik pergelangan tangannya.


Sorot mata tajam Anton membuat Aura diam tak berkutik.


"Jangan coba lari dariku lagi Ra,Sampai kapanpun aku tetep nunggu kamu.Kamu pasti aku dapetin!!" Ucap Anton dengan tegas dan semakin menguatkan genggaman tangannnya hingga Aura merasa kesakitan.


"Lepasin kak,,sakit......Tolong jangan seperti ini,Aura mohon....!"


Anton akhirnya melemas genggamannya.Dengan cepat Aura bangkit dan pergi dari tempat itu.


Aura berjalan cepat hingga keluar area kampus.


"Huftttt tuh cwok gila atau spikopat ya....aku harus menghindarinya....!!" ucap Aura lirih sambil mengatur nafasnya.


Tak lama ojek pesanan Aura datang,Ia segera menuju rumah Ryung.


Setelah sampai Aura langsung masuk kedalam rumah itu.


"Siang Bi Hana,Tuan Muda dimana?"


"Neng Aura sudah datang,Itu Tuan Muda ada ditaman belakang sedang mainan pesawat control." jawab Bi hana yang sedang didapur.


Aura segera menghampiri Ryung di Taman belakang yang ckup luas dengan kolam renang dan beberapa pohon rindang.


Anak itu sedang berdiri sambil memainkan remot control ditangannya untuk mengemudikan pesawat yang terbang diatas.


"Ryung sedang apa kau?"


"Mama Cantik udah datang!Ryung lagi mainan pesawat nich!" Jawab Ryung spontan.


Sebutan itu membuat Aura nampak canggung.


"Sayang jangan panggil dengan sebutan itu ya..panggil Kak Aura aja ya.....!"


Karena Ryung tidak fokus mengemudikan pesawatnya,akhirnya pesawat itu menyangkut didahan pohon yang ckup tinggi.


" Yah...pesawatnya nyangkut...!ujar Ryung.


Aura melihat pesawat itu ada didahan pohon yang tidak terlalu tinggi.Dengan cepat ia mengambil sebuah tangga disudut tembok halaman untuk naik keatas dahan pohon tersebut.


"Biar kakak ambilin...!" Ucap Aura setelah meletakkan tangga panjang itu tegak kepohon.


Sementara didalam rumah muncul Shin yang baru saja tiba.


"Tumben masih siang Tuan sudah pulang?''Sapa Bi Hana yang merasa heran dengan kedatangan majikannya itu.


" Saya mau ambil berkas penting yang tertinggal bi...Dimana Ryung?"


"Itu Tuan sedang bersama Neng Aura ditaman belakang.!"


Setelah mendengar jawaban Bi Hana,Shin segera pergi menuju Halaman belakang berniat melihat kegiatan putranya,Tapi alangkah terkejutnya ia saat sampai diHalaman belakang.Tak jauh dari tempatnya berdiri Ia dengan jelas melihat Aura yang hampir jatuh dari atas dahan pohon.Dua tangannya bergelayut diranting yang ckup besar menahan beban tubuhnya.


Dengan cepat Shin berlari mendekat,Ia merasa khawatir jika gadis itu benar benar jatuh.


"Ahhhh.." Lirih Aura yang coba bertahan.


hingga suara Shin muncul.


"Aura lepaskan tanganmu biar aku yang mengangkap tubuhmu" Teriak Shin yang sudah berada dibawah Aura.


"Bapak minggir aja,,Aura bisa naik kok..!"

__ADS_1


"Kamu jangan keras kepala,Kalau sudah tidak kuat lepaskan peganganmu itu!"


Aura memang sudah tidak tahan lagi dengan genggaman tangannya yang mulai melemah.


Gadis itu pun melepas cengkraman kedua tanngannya didahan pohon itu.


Dengan sigap Shin menangkap tubuh Aura.


Brukk....tubuh Aura jatuh dan ditangkap oleh Shin hingga mereka berguling dirumput.


Hingga tubuh Shin yang kekar tertindih oleh tubuh Aura.


Sedangkan Aura yang merasa sangat takut hanya memejamkan matanya.


Cukup lama mereka ada diposisi tersebut.


Tubuh Shin masih tertindih oleh tubuh Aura.


Dengan jelas Shin bisa melihat wajah yang cantik itu,meski gadis itu menutup matanya karena masih takut.


Wajahnya begitu lucu hingga membuat Shin terseyum simpul.


"Buka matamu!"


Ucapan Shin membuat kedua mata Aura terbuka.


Wajah yang begitu tampan dengan dua manik mata hitam yang indah terpampang jelas dan begitu dekat saat mata gadis itu terbuka.Juga aroma maskulin tubuh pria. tampan itu tercium kuat oleh Aura.


Deg.....jantung kedua berdebar kencang.


Pandangan mereka saling beradu cukup lama.


Hingga Suara Ryung membuyarkan lamunan mereka.


"Mama tidak apa apa?"


Sontak Aura langsung berusaha bangkit dari tubuh kekar yang sudah melindunginya.


"Ma aff pak....Aura sudah lancang...!"


Shin juga langsung ikut bangun lalu membersihkan kemejanya yang kotor karena bergulung dirumput tadi.


"Lain kali hati hati dan jangan memanjat pohon lagi!" ucap Shin yang sudah menetralkan debaran jantungnnya.


Aura yang sudah berdiri mencoba melangkah,tapi ternyata kakinya begitu sakit.


"Auuwww..." Pekiknya liirih sambil menyentuh kaki nya.


"Mama kakinya sakit ya?" Ucap Ryung yang merasa khawatir.


Shin yang sudah melangkah menoleh kembali.Ia melihat Aura kesakitan sambil memegang pergelangan kakinya.


Tanpa pikir panjang Shin mendekat dan langsung menggendong tubuh Aura ala Bridle style.


Aura yang terkejut langsung melebarkan kedua matanya,ia juga spontan mengalungkan kedua tangannya dileher Shin.


"Apa yang bapak lakukan?"Ucap gadis itu dengan kegugupan yang luar biasa dengan pandangan yang tak pernah lepas dari wajah tampan itu.


" Diam"


Jawaban Shin membuat Aura tak berani bicara lagi.

__ADS_1


Entah kenapa Hati Aura berdesir kuat.Jantungnya secara ingin lepas.


Gadis itu merasakan kenyamanan dihatinya saat berada digendongan pria tampan dan dewasa itu.


__ADS_2