Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Permintaan


__ADS_3

Langit sudah terlihat gelap diluar sementara Aura masih setia duduk disamping Ryung yang terlelap tidur dengan tubuh yang masih panas.Menjaga dan merawat anak itu dengan penuh kasih sayang.


Aura memegang erat tangan anak itu serta memandang lekat dengan seyum kearah wajah Rung yang tertidur tenang,Ia merasa bahagia bila dekat dengan anak tampan itu.Aura juga merasa kasihan melihat Ryung yang tak memiki seorang ibu seperti dirinya.Aura mimikirkan betapa sedih dan berat hari hari yang harus dijalani anak tampan itu.


"Ehemmm" Suara deheman Shin membuyarkan lamunan Aura.


"Kau belum tidur?Tanya Shin yang sudah berdiri disamping putranya sambil memandang wajah polos yang sedang terlelap itu.


Seketika Aura berdiri.


" Belum Pak,Badan Ryung masih panas saya takut terjadi apa apa padanya"


Shin menatap sekilas Aura yang nampak.gugup sama seperti dirinya.


"Maaf sudah merepotkanmu"


Aura terseyum lembut sambil menatap Ryung.


"Saya merawat Ryung dengan senang hati pak,saya senang bisa didekat Ryung.bapak tidak perlu meminta maaf."


Shin menghela nafasnya pelan.


"Soal permintaan Ryung tadi apa kau bersedia?"


Spontan Aura menoleh kearah Shin dengan kedua matanya yang bulat.


"Maksud bapak?"


"Kamu bersedia tinggal disini,mengurus Ryung?Kamu keluar saja dari restoran tempatmu bekerja itu dan saya bisa menggajimu dua kali lipat dari gajimu disana.Kau juga boleh kuliah.Setelah selesai urusan kampusmu kau bisa merawat Ryung"


Aura tak menyangka ucapan Shin akan seperti itu,Dia kira pria matang itu akan mengacuhkan permintaan putranya.


Jujur ini sulit untuk Aura.Tapi ia juga merasa senang.


"Tapi pak saya tidak enak tinggal disini,Jam kuliah saya juga berganti ganti" ucap jujur Aura.


Shin terseyum simpul membuat hati Aura berdesir.


*Gila seyum dikit gitu aja udah bikin aku meleleh apalagi kalau duda ini seyum lebar,bisa pingsan gue!*gumam Aura dalam hati.


"Saya tidak mempermasalahkan jam kuliahmu,Dan jangan merasa tidak enak tinggal disini karena ini permintaanku juga sebagai pemilik rumah"


"Bagaimana kau bersedia?" Tanya Shin lagi yang membuat Aura semakin gugup sekaligus senang.


Aura terdiam sesaat,lalu seyum ia tunjukkan pada Shin yang sudah menatapnya penuh harap.


"Baik Pak saya akan berhenti bekerja direstoran itu." ucapnya setelah menganggukkan kepala.


Shin terseyum simpul"Terima kasih Aura"


"Sama sama Pak,saya juga senang bisa merawat Ryung."

__ADS_1


"Tidurlah,ini sudah malam" Perintah Shin sambil mengusap lembut kepala Ryung lalu mengecupnya singkat.


Aura hanya mengangguk.


Shin pun keluar dari kamar itu dengan perlahan,sebelum menutup pintunya Shin memandang kearah Aura dan Ryung sesaat.


"Huffffff kok aku semakin deg deg'an an deket deket duda ganteng itu,mana semakin deket semakin ganteng tuh orang.Duh Ajushi rasa Oppa nich......" gumam Aura lirih sambil memegang dadanya.


Satu jam kemudian Ryung terbangun dan langsung menatap Aura.


"Ma kepala Ryung pusing,Ryung ingin minum Teh hangat ma" Ucap Lirih Ryung yang membuat Aura bertambah khawatir lalu menyentuh dahi Ryung yang memang bertambah panas.


"Astaga kenapa panas lagi sayang,Sebentar ya,Kakak buatin teh dulu ya"


Aura keluar dari kamar lalu segera turun menuju dapur.


Shin yang belum tidur berada diruang tengah sambil menatap layar laptop sedang mengerjakan pekerjaannya pun terkejut melihat sikap panic Aura.


"Aura kau sedang apa?" tanya Shin yang sudah berdiri disampingnya.


"Bapak belum tidur? tadinya saya mau bangunin bapak.Badan Ryung panas lagi,dia minta minum teh pak,ini saya mau buatin.Bapak kekamar Ryung ya temani dia dulu" ucap Aura yang terlihat sangat khawatir.


Tanpa menjawab Shin langsung berjalan cepat menaiki tangga menuju lantai dua kamar putranya.


Shin mendekat dan menyentuh dahi Ryung yang memang sangat panas.


Shin sontak menjadi sangat khawatir lalu memeluk tubuh mungil Ryung.


Tak lama Aura masuk sambil membawa secangkir teh hangat lalu duduk disamping ranjang Ryung yang sudah duduk dipelukan sang ayah.


"Ayo Tampan diminum teh nya...pelan pelan ya!" ujar Aura sambil menyuapi teh Ryung sesendok demi sesendok secara pelan.


Ryung pun meminumnya pelan.


"Kita bawa Ryung ke rumah sakit sekarang,Kamu siapkan keperluannya,biar saya yang bangunin Bi Hana" Ucap Shin sambil membaringkan kembali tubuh Ryung.


"Iya Pak"


Shin segera keluar kamar dan Aura segera menata pakaian dan segala keperluan Ryung.


Beberapa saat kemudian Bi hana sudah masuk kekamar dan langsung mengecek keadaan Ryung.


"Tuan Ryung kenapa panas lagi....biar Bibi bantu Neng"


Bi hana membantu Aura memasukkan segala keperluan kedalam tas.


"Ayo mobil sudah siap.Bi hana jaga rumah saja ya biar saya dan Aura yang kerumah sakit." ujar Shin yang sudah masuk kekanar lagi.


"Baik Tuan,Biar besok saya yang membawa baju ganti untuk tuan dan neng Aura.Hati hati tuan"


Shin segera menggendong tubuh Ryung,sedangkan Aura membawa tas mengukuti langkah cepat Shin.

__ADS_1


Sampai digarasi Aura bergantian menggedong tubuh Ryung sementara Shin membukakan pintu untuk Aura,lalu duduk dikursi kemudi.


Mobil melaju cepat menembus jalanan yang sudah nampak lenggang karena sudah hampir tengah malam.


15 menit mobil sampai disebuah rumah sakit besar dikota itu.


Ryung langsung dibawa keruang IGD oleh beberapa perawat.


Aura dan Shin terus menemani Ryung saat pemeriksaan.


Wajah keduanya nampak tegang dan khawatir.


"Bagaimana dok keadaan putra saya?"


"Untung cepat dibawa kemari pak,Putra bapak terkena Tipus.Tapi bapak tenang saja kondisinya sudah agak stabil"


"Tipes Dok?"


"Iya pak ini,ada virus yang menyerah usus dan sistem pencernaan putra bapak."uja dokter pria yang berusia setengah baya itu.


" Kami akan memindahkannya keruang inap"ujar dokter itu lagi.


"Iya Dok,Ruang VVIP."


"Silahkan Bapak.atau nyonya mengurus administrasinya dulu" ucap seorang perawat yang membuat Shin dan Aura saling pandang.


"Saya kebagian administrasi dulu ya kamu temani Ryung" ujar Shin lalu pergi berlalu.


Tanpa menjawab Aura mendekati Ryung yang sudah tertidur karena obat bius.


Ryung pun dipindah keruang inap klas VVIP dilantai 3.


"Kalau ada apa apa dan butuh sesuatu Nyonya dan Tuan bisa memanggil kami" ujar Seorang perawat pada Shin dan Aura yang lagi lagi membuat keduanya saling menatap.


Selepas perawat pergi,suasana menjadi canggung.Aura masih duduk disamping Ryung sedangkan Shin duduk disofa.


Dalam hati Aura merasa senang,Para perawat mengira dia adalah istri Shin.


Sementara Shin merasa tak percaya ternyata dia masih pantas bersanding dengan gadis muda itu.


"Aku keluar sebentar,apa kau ingin sesuatu Aura?" tanya Shin sebelum kekuar dari kamar.


"ehmm bisa bapak belikan saya minuman coklat hangat?" jawab Aura pelan.


"Okey,,titip Ryung sebentar ya"


Shin berjalan kekuar lalu menghubungi Nino.


"Ko besok saya tidak bisa kekantor,Ryung sekarang dirawat dirumah sakit karena tipus.tlong urus semua pekerjaanku.klo.ada yang penting antar saja kerumah sakit"


Shin segera menutup panggilannya lalu berjalan menuju kantin.membeli kopi untuknya dan coklat hangat untuk Aura.

__ADS_1


__ADS_2