
Sudah dua hari Aura tidak pergi kekampus bekerja direstoran ataupun mengajar Ryung,karena kondisi kakinya yang belum pulih benar.Aura masih sedikit pincang saat berjalan.
Dirumah dia hanya berbaring dan melakukan kegiatan riang.
Sore itu terlihat Olif datang menjenguk kerumah bersama Anton yang membuat Aura terkejut.
"Bagaimana kakimu Ra?" tanya Anton yang sudah duduk disofa.
"Udah mendingan kok Kak,Kenapa harus repot repot kesini Kak!" ujar Aura yang sebenarnya merasa tidak enak pada pria itu.
"Aku mengkhawatirkanmu Ra,,!"
"Terima kasih Kak.!"
Tak lama datang sebuah mobil mewah berwarna hitam yang langsung terpakir disamping mobil Anton.
Aura Terkejut melihat siapa yang datang.
"Pak.Shin!!" ucap Aura saat pria tampan nan gagah itu sudah berdiri didepan pintu sambil membawa makanan.
Aura segera menghampirinya dengan kaki yang pincang.
",Silahkan masuk pak!"
Shin langsung duduk berhadapan dengan Anton dan Olif.
Anton melihat Shin dengan.pandangan yang tidak suka.
"Aku kesini hanya untuk melihat keadaan kakimu Aura,bagaimana apa masih sakit?" tanya Shin yang duduk disamping Aura.Dan itu membuat Anton semakin tidak suka.
"Sudah baikkan kok Pak,Bapak tidak perlu repot kesini,,!"
"Syukur kalau begitu,yasudah saya pamit dulu.Dan juga makanan itu kamu makan.!" ucap Lee dengan wajah datarnya.
Sebenarnya Lee merasa risi juga dengan pandangan Anton didepannya yang seakan tidak suka dengan keberadaannya.
"Terima kasih Pak!" ucap Aura dengan seyum manisnya.
Shin berdiri lalu menatap Olif dan Anton bergantian.
Untuk beberapa detik kedua pria itu saling tatap,seakan mengisyaratkan ketidak sukaan mereka masing masing.
Shin segera keluar menuju mobilnya dan melaju pulang kerumah.
"Siapa tadi Ra?tanya Anton dengan wajah yang datar.
" Itu pak Shin,,,Aku mengajar putranya!"
"Ow....jadi dia sudah beristri?" tanya Anton lagi yang merasa lega.
"Dia duda kak,Istrinya sudah meninggal''ucap Aura spontan yang membuat Anton merasa tersaingi.
Tak lama Anton pamit pulang lebih dulu.
__ADS_1
"Ra jadi itu tadi ya yang namanya pak Shin?"Tanya Olifia setelah Anton pergi.
"Iya Lif..!"
"Ganteng banget ternyata ya....walaupun dia Duda tapi ketampanannya gak kalah sama yang masih single.Apa kamu gak naksir dia ra?" tanya Olif spontan.
Deg.......
Hati Aura berdesir,,ada perasaan aneh dalam dirinya mendengar pertanyaan itu.
Jujur Pesona seorang Shin begitu kuat dimata Aura.
"Ngomong apaan sich Lif.....aku tuh harus profesional mengajar putranya.!" sangkal Aura yang mulai gugup didepan sahabatnya.
"Udah deh gak usah ngelak....Iya juga gak papa.aku dukung kok.Lagian tuh pria juga udah ganteng,mapan,baik lagi.Siapa coba yang gak terpesona dengannya!" ucap Olifia yang jujur.
Aura mennghembuskan napasnya kasar,ia malas berdebat dengan sahabatnya itu.
"Eh aku mau tanya kenapa kamu.bisa datang sama Kak anton,Dia kan jadi tahu sekarang rumahku!''Tanya Aura yang mengalihkan pembicaraan mereka.
" Sory ya Ra ,Tadi tuh pas selesai kelas,Kak anton maksa ngajakin nengok kamu,Sebenarnya aku udah nolak halus tapi dia tetep maksa!"jawab Olif.
"hemmm...Tau gak sebenarnya tuh dua hari yang lalu dia tuh nembak aku Lif,tapi aku tolak secara halus.!"
Olif terkejut.
"Hah serius?"
" Iya aku lihat tadi.Tapi kamu hebat banget Ra bisa nolak Kak Anton.Secara dia tuh idola kampus,udah ganteng,pinter trus aku denger bokapnya tajir!"
"Bodo amat Lif,Emang aku matre....!''
Olif terkekeh mendengar jawaban sahabatnya itu.
Kedua nya pun terlibat obrolan seru sampa malam.
Dua hari berlalu.
Kaki Olif sudah bisa untuk berjalan normal meski masih terasa sedikit nyeri.
Olif sudah berangkat keKampus seperti biasanya.Dan berjalan bersama Olif saat selesai jam mata kuliah.
"Udah Sembuh Lif?" tanya Anton yang tiba tiba berdiri dibelakang Aura dan Olif.
Aura sedikit terkejut dan gugup serta malas bertemu Anton.
"Udah kak.Terima kasih perhatiannya!" ucap Aura singkat.
"Mau Kemana setelah ini?" tanya Anton lagi.
"Ke Restoran Kak!"
"Aku antar ya!"
__ADS_1
"Gak usah Kak,Aku bisa naik ojol kok!" tolak Aura.
",Kami pergi dulu Kak!" pamit Aura lalu segera melangkah.
Anton menjadi kesal karena merasa diabaikan oleh Aura.
Dengan cepat Anton menarik lengan Aura hingga Aura terkejut dan menoleh padanya.
Keduanya beradu tatapan cukup lama.
Membuat perhatian banyak mahasiswa yang sedang lewat.Bagaimana tidak pasangan terpopuler dikampus itu saling berpegangan tangan dengan tatapan yang bisa disalah artikan.
Mereka mengira Anton dan Aura sedang berpacaran atau bahkan sedang bertengkar.
Olit hanya bisa melihatnya.
"Kak bisa lepasin tangan Aura gak?" pinta Aura pelan.
"Jangan buat aku marah Ra,,Aku antar kamu!" ucap Anton penuh penekanan.
"Kak,Aura mohon jangan maksa..Aura gak enak dilihatin anak kampus lainnya.!" ucap Aura Memohon.
"Aku gak perduli...Ayo!"Anton menarik Aura pelan meninggalkan Olif ditempat.
"Kali ini aja Kak,Lain kali Aura bakal nglawan kalau kakak maksa!" ancam Aura saat sudah masuk kedalam mobil Anton.
"Terserah ....!" ucap Anton setengah marah lalu melajukan mobilnya dengan cepat.
Didalam mobil hanya hening yang terasa.
Aura terlihat sangat sebal dan Anton mengetahuinya.
"Apa kamu lebih milih duda itu dari pada aku Ra??" tanya Anton dengan suara lugas yabg mengejutkan Aura.
Aura menatap Anton.
"Kenapa Kakak jadi bawa bawa Pak Shin?"
",Ya karena sikap kamu ini!"
"Aku gini karena Kakak selalu maksa aku,Tolong Kak jangan bersikap berlebihan pada ku,aku merasa tidak nyaman kalau begini!"
Anton menghembuskan nafasnya kasar.
"Maaf ya Ra ,Mungkin karena aku takut kamu ngejauh dari aku.Aku cuma ingin ngelindungi dan bahagiain kamu.maaf jika kamu udah ngrasa gak nyaman karena sikapku!" ucap Anton dengan wajah sendunya.
Aura merasa sedikit bersalah,ada kata katanya yang tidak sengaja melukai hati pria disampingnya ini.
"Kakak gak perlu minta Maaf,Aura Ngerti kok.Yaudah Aura kerja dulu kak.Terima kasih tumpangannya.!" ucap Aura Saat mobil sudah sampai didepan restoran.
Anton melihat kepergian Aura dengan wajah sedihnya.
"Kenapa sangat sulit menyentuh hatimu Ra...harus gimana lagi aku bersikap padamu!" guman Anton saat Aura telah menghilang dari pandangannya.
__ADS_1