Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Membuatmu Bahagia 2.


__ADS_3

Ryung sangat merasa senang karena hari ini Aura menjemputnya,selama ini ia merasa iri dengan teman temannya karena selalu dijemput ibu mereka.


"Ma makasih ya!" ujar Ryung yang duduk dikursi belakang bersama Aura.


Aura menyerngitkan alisnya menatap Ryung.


"Untuk apa Sayang?"


"Karena Mama cantik hari ini menjemputku,Aku sangat bahagia Ma,selama ini aku hanya bisa merasa iri dengan teman temanku"Ucap Polos Ryung.


Tanpa Aura sadari kedua matanya berkaca kaca mendengar ucapan anak lelaki didepannya,Hatinya merasa sangat sedih sekaligus tersentuh.


"Mulai saat ini KaKak yang akan selalu menjemput kamu Ryung."


Seyum merekah diwajah tampan Ryung dan langsung memeluk erat tubuh Aura.


"Benarkah Ma,,,aku sangat senang mendengarnya"


"Iya Sayang...." Aura mengusap lembut kepala Ryung.


Pak Budy merasa ikut terharu dengan percakapan dua orang yang layak seperti ibu dan anak kandung itu.


Lima belas menit kemudia mobil mewah berwarna putih itu berhenti didepan loby utama sebuah gedung kantor mewah nan elit perusahan Gangsu Group.


Aura turun dari mobil bersama Ryung lalu berjalan masuk dengan menggandeng tangan Ryung.


Semua mata tertuju pada Aura yang terlihat cantik,seksi dan anggun.Apalagi mata para karyawan pria yang berada dilantai dasar itu seakan tak bisa berkedip melihat pesona seorang Aura.


Aura berjalan bersama Ryung menuju meja Resepsionis.Para resepsionis wanita merasa sangat terkejut setelah mengingat Aura yang dulu pernah datang kekantor dan sekarang terlihat bertambah cantik dan datang bersama Ryung yang sangat mereka kenal sebagai putra dari CEO mereka.


Para wanita yang berada dimeja resepsionis itu merasa heran kenapa Aura bisa bersama Ryung,bos kecil mereka.


"Selamat Siang Nona dan Tuan Ryung.Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang resepsionis dengan wajan ramahnya.


"Apa papa ku ada Mbak?" Tanya Spontan Ryung.


"Presdir Shin sedang rapat diruang Meeting,mungkin sebentar lagi selesai" jawab karyawan itu.


"Baiklah,,,Ayo mama Cantik kita langsung keatas,keruangan Papa" Ujar Ryung yang sontak membuat para karyawan terkejut mendengar panggilan mama cantik Ryung pada Aura.


",Ayo sayang,permisi Mbak"


"Silahkan Nona.."Keduanya langsung menuju lift khusus menuju lantai 30.


" Gila jadi gadis muda yang dulu nganter jas pak Shin itu istrinya?"gumam seorang karyawan.


"Iya aku tidak menyangka.Tapi Gadis itu masih muda dan cantik,juga sangat seksi.pantas Pak Shin suka sama dia!" timpal temannya.


"Tapi kapan Pak Shin menikah kok aku gak denger kabarnya ya?" ujar teman nya yang lain.


"Iya...apa mungkin mereka menikah diam diam."


"Mungkin....eh udah jangan ngegosip nanti kedengeran pak Niko yang dingin itu bisa dipecat kita"


Begitulah kasak kusuk karyawan yang penasaran.


Aura dan Shin sudah sampai dilantai 30 dan langsung menuju ruangan Shin.


Seorang wanita cantik berdiri menghampiri mereka,ia sudah sangat mengenal Ryung.


"Selamat Siang tuan muda Ryung,tumben kesini?" sapa wanita yang bernama Sara yang merupakan sekretaris Shin.

__ADS_1


"Apa papaku masih lama rapatnya?"


"Tidak Tuan muda,Sebaiknya tunggu didalam ruangan saja." ujar Sara.


"Baik...Ayo Mama...kita tunggu diruangan papa" ujar Ryung yang membuat Sara melebarkan matanya lalu menatap lekat Aura.


"Mari Mbak" ujar Aura dengan seyum ramahnya.


"Silahkan Nona" jawab ramah Sara dengan seyum canggungnya,pasalnya ia merasa sangat terkejut dengan Aura yang sudah dipanggil mama oleh Ryung.Ia baru tahu kalau atasannya yang tampan itu sudah memiliki Istri.Dan istrinya masih sangat muda,lebih muda darinya dan sangat cantik dan seksi.


Aura dan Ryung masuk kedalam ruangan Shin dan langsung duduk disofa.


Karena terlalu lama menunggu,Ryung pun tertidur disofa.


"Kau pasti kelelahan sayang" Ucap Aura sambil membetulkan posisi letak kepala Ryung.


Aura pun berdiri sambil melihat lihat isi ruangan kerja Shin yang terlihat rapi dan mewah itu.


Dia pun berjalan mendekati dinding kaca,lalu berdiri memandang kearah luar jendela terlihat pemandangan langit yang cukup cerah siang itu sambil menunggu Shin selesai Rapat.


Tak lama Shin keluar dari ruang meeting diikuti Niko dibelakangnya kembali menuju ruangannya.


Sara yang melihat kedatangan atasannya langsung berdiri.


"Pak didalam sudah ada tuan muda Ryung dan Istri anda yang sudah menunggu" Ujar Sara.


Shin melebarkan kedua mata lalu terseyum simpul,ia merasa senang dengan kejutan ini.


"Kau istirahat saja dulu Ko,ini sudah pukul satu."perintah Shin pada Niko.


" Baik pak"Ujar Niko lalu pergi untuk makan siang.


"Baik pak.."ujar Sara lalu menunduk hormat.


Shin segera masuk keruangannya.


Ceklekkkk....Shin mengedarkan pandangannya.Yang ia lihat pertama adalah putranya yang tertidur pulas disofa.


Lalu mata Shin mencari sosok yang ia rindukan.


Deg.....



Mata Shin tak bisa berkedip mendapati sosok Aura yang menoleh kearahnya dengan tatapan lekatnya sedang bediri disamping dinding kaca.


Aura terlihat sangat cantik dan juga sangat seksi mengenakan dres ketat itu dimata Shin.


" Bie kau sudah selesai rapat?"ujar Aura dengan seyum indahnya.


Shin semakin melangkah mendekati Aura.


" Sayang aku sangat senang kau kesini!"Shin sudah melilitkan kedua tangan kekar berototnya dipinggang Aura.


"Bie jangan begini,ini kan Kantor,nanti ada yang melihat.Gak enak Bie"Ujar Aura yang merasa was was jika ada yang tiba tiba masuk.


Cup.....satu kecupan dipipi Aura.


" Tidak ada yang akan berani masuk sayang,Aku bosnya...."


"Uhhfff Sombongnya...."

__ADS_1


"Sayang......." panggil Shin pelan.


"Hmmmm apa bie??" Ujar Aura dengan menatap lekat kedua bola mata Aura.


"Kau sangat cantik dan seksi dengan dress ini!" bisik Shin disamping telinga Aura dengan semakin mengeratkan pelukan tangannya dipinggang Aura.


"Gombal...sudah ah....aku kesini karena ingin mengajakmu makan siang bersama.Aku sudah memasaknya sendiri."


"Benarkah....Sungguh Sayang,Lelahku hilang saat melihatmu!" ujar Shin yang masih menatap lekat Aura membuat gadis itu merasa canggung dan menoleh kearah lain.


Shin yang merasa gemas menarik dagu Aura cepat lalu mencium bibir tebal itu dengan penuh rasa sayang.


Aura yang menerima serangan mendadak itu hanya bisa terdiam sambil melebarkan matanya.


Shin semakin dalam mencium Bibir Aura,membuat Aura untuk sesaat ikut terhanyut dalam gairah asmara mereka.


Aura yang menyadari dimana ia berada langsung mencubit perut Shin keras membuat pagutan dibibirnya terlepas.


"Sayang kenapa kau mencubitku!" protes Shin.


"Kenapa kau selalu mesum jika kita berdua Bie?ingat Bie ini kantor." ujar Aura kesal.


Shin terseyum simpul melihat ekspresi wajah kekasihnya.


"Sayang kau tahu aku selalu tidak bisa mengontrol diriku jika sedang bersamamu.Bibirmu selalu menggodaku sayang....Lagi pula ini kantorku jadi kau tak perlu khawatir atau malu."


"Dasar mesum....sudah ayo kita makan.aku sudah lapar.Kasihan Ryung sudah menunggumu lama Bie!"


"Iya Ayo Sayang" ujar Shin lalu menarik tangan Aura untuk duduk bersama disofa bersamanya.


Aura segera menyiapkan bekal makanan yang sudah ia bawa diatas meja.


Shin membangunkan Ryung pelan.


"Boy ayo bangun,kita makan dulu"


Ryung membuka matanya pelan.


"Papa kenapa lama rapatnya"


"Maaf ya Sayang,Ayo makan....Suapi aku ya Sayang" ujar Shin manja pada Aura.


"Dasar manja....." ujar Aura sambil mengerucutkan bibirnya.


"Pa tadi Mama cantik jemput Ryung disekolah,Ryung sangat senang Pa,apalagi mama janji mau jemput Ryung terus.Ryung bahagia karena Ryung gak perlu iri lagi sama teman teman Ryung"


Shin menatap kearah Ryung lalu kearah Aura.


"Benar itu Sayang?Dan kau akan terus menjemput Ryung pulang sekolah?"Tanya Shin pada Aura.


Aura mengangguk sambil terseyum manis.


Shin bertambah bahagia karena Aura begitu perhatian pada putranya,Ia juga semakin mantap untuk segera menikahi gadis muda itu.


" Terima kasih ya Sayang"Ujar Shin sambil mengusap lembut pipi Aura.


"Sama sama Bie...Apapun akan kulakukan demi membuat kau dan Ryung bahagia"


Hati Shin semakin berbunga bunga mendengar ucapan Aura.


Mereka pun melanjutkan makan mereka dengan suasana hangat dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2