Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Mendekatinya


__ADS_3

Keempat orang dewasa itu mulai menikmati makanam lezat yang sudah tersaji.


Shin terlihat sangat perhatian pada Aura dengan menyupitkan beberapa lauk kemangkok Aura,Sesekali Aura juga menyuapi Shin dengan penuh kasih sayang.


Pancaran kebahagiaan dimata mereka sangat terlihat jelas membuat Olif merasa malu dan canggung melihatnya serta ikut merasa bahagia.


Toni yang melihat sikap canggung Olif terseyum simpul.


"Wah kalian membuat aku iri saja!"Ujar Toni membuat Shin dan Aura menghentikan adegan romantis mereka dan menoleh kearahnya.


" Makanya Ton jangan kelamaan sendiri.cepat cari kekasih"Ledek Shin.


"Jangan mengejekku Shin...ini juga sedang usaha" ucap Spontan Toni sambil melirik sekilas kearah Olif yang fokus pada makanannya.


"jangan lama lama Kak,,langsung tembak aja"Ujar Aura menimpali.


" Iya klo dia mau klo gak gimana Ra?"ujar Toni lagi.


"Ya terus kejar dong Kak." ucap Aura sambil menatap Olif yang seakan merasa bingung dengan obrolan mereka.


Untuk sesaat Olif menatap ketiganya bergantian.


Toni reflek menyupitkan makanan kemangkok Olif."Makan yang banyak nona Olif"


Sontak Olif tertegun memandang kearah Toni ia terkejut dengan sikap Pria tampan disebelahnya.


"Makasih Pak Toni" jawab lirih Olif yang semakin merasa gugup.


"Jangan sungkan dan jangan panggil aku bapak,panggil saja aku Kak seperti Aura memanggilku"


Olifia hanya mengangguk kearah Toni yang memandangnya lekat.


Shin dan Aura yang sudah selesai makan hendak ingin pergi duluan.


"Kami pergi dulu Ton,Waktunya menjemput Ryung.Dan jangan lupa acara kita lusa ya kita berangkat bersama."ujar Shin.


" Okey Shin,tidak apa apa.Dan aku akan menyiapkan semuanya untuk acara kita lusa"


"Iya Kak,maaf kami duluan ya..Lif aku pergi dulu ya,biar nanti Kak Toni yang mengantarkanmu pulang" pamit Aura.


Olif hanya bisa mengangguk pasrah melihat keduanya berlalu.


Kini tinggal menyisakan Toni dan Olif berdua.


Ingin rasanya Olif berteriak dan pergi dari tempat itu karena merasa sangat gugup meskipun jujur ia sangat bahagia bisa berada didekat sang idola.


Olif masih terdiam membuat Toni bingung dan juga ikut merasa gugup harus berbicara apa.


Hingga Olif menyelesaikan makannya dan meletakkan sumpitnya.


"Apa kau sudah kenyang nona?kulihat makanmu sangat sedikit!" Ujar Toni.


Olif terseyum manis kearah Toni.


"Aku tidak terbiasa makan banyak kak"


"Oh begitu...Apa kau dan Aura sudah berteman lama?" Tanya Toni yang ingin tau tentang Olif.


"Iya Kak sejak pertama masuk Kuliah"


"Kalian mengambil jurusan apa?" tanya Toni lagi.


"Fashion Design Kak.Karena aku dan Aura suka menggambar"

__ADS_1


"Wah jadi kau ingin menjadi seorang Desaigner Fashion?"


"Iya Kak"


"Cocok dengan profesiku yang seorang model."ujar Spontan Toni.


Olif merasa terkejut dengan ucapan spontan Toni.


" Maaf sebelumnya Lif,Apa aku boleh bertanya tentang hal pribadi padamu?"Tanya Toni dengan wajah seriusnya.


"Ada apa Kak?" tanya Olif yang merasa bingung.


"Hemm Apa kekasihmu tidak marah kau makan siang bersamaku?"


Olif terseyum kecut lalu menunduk.


"Olif hanya gadis biasa Kak,Mana ada yang mau hehehe..." jawab Olif yang sudah mulai tidak canggung didepan Toni.


Toni melihat lekat wajah Olif yang seakan menyimpan luka.


"Kalau boleh tau berapa usiamu Lif?"


"Aku satu tahun lebih tua dari Aura Kak,21 tahun.Kalau Kakak?"


"Ehmm Aku sudah tua Lif,,32 tahun."


"Bukan Tua Kak tapi matang hehehe" Ucap Olif dengan seyum indahnya yang membuat Toni tanpa sadar terpikat.


"Ayo aku antar kamu pulang Lif" ajar Toni.


Olif hanya mengangguk.


Mereka berdua pun keluar dari restoran mewah itu lalu naik kemobil mewah Toni.


"Jangan merendah begitu Lif,Aku senang bisa mengenalmu!"


Olit terseyum lembut kearah Toni yang mengemudikan mobil.


"Kak apa boleh aku bertanya sesuatu?"


"Tentu Olif"


"Banyak yang memberitakan kakak diluar sana,kenapa Diusia Kakak yang matang ini kak Toni belum menikah?padahal fans Kakak banyak,cantik cantik pula."Tanya Olif yang mulai berani.


Toni menoleh kearah Olif membuat jantung gadis itu berdetak cepat lagi.


" Belum nemu yang Pas Lif,mereka mengejar ku hanya karena kepopuleran dan juga materiku saja Lif,Dan aku tidak suka begitu.Aku ingin memiliki pendamping yang menerima aku apa adanya dan juga kekuranganku."ujar Toni menjelaskan.


Olif terdiam mendengar penjelasan Toni.


"Lalu kau sendiri kenapa masih sendiri Lif?" tanya balik Toni.


"Olif itu cuma gadis biasa Kak,gak ada spesialnya.Papa Olif sudah meninggal dan Olif hidup sederhana bersama Mama."


"Jangan bilang begitu Lif,kamu itu bukan gadis biasa!" ujar Toni yang lagi lagi membuat Olif bingung.


"Jadi mama kamu yang bekerja?"tanya Toni yang mengalihkan perhatian Olif.


"Mama punya butik kecil kecilan dirumah Kak lumayan sudah banyak pelanggannya"


Toni semakin kagum dengan sosok Olif yang sederhana.


"Makasih ya Kak" ujar Olif.

__ADS_1


"Untuk?"


"Makan siang hari ini!"


"Kapan kapan kita bisa makan bersama lagi, kamu mau kan?"


Olif lagi lagi terkejut dengan ajakan pria tampan itu.


"Iya Kak" jawab Lirih Olif.


Mobil pun sampai didepan sebuah rumah minimalis diarea perumahan ditengah kota.


"Kakak gak mau mampir dulu" tanya Olif saat sudah melepas sabuk pengamannya.


"Lain kali ya Lif aku mampir,Sebenarnya aku ingin bertemu mamamu tapi aku masih ada perlu."


Olif mengangguk mengerti.


"Lusa aku jemputnya,kita berangkat bersama kepantai"


Olif sangat senang mendengar ucapan Toni.


"Iya Kak,terima kasih.Aku turun dulu Kak,Sampai jumpa lagi" pamit Olif.


Olif yang hendak membuka pintu tiba tiba tangannya ditarik Toni membuat Olif terkejut dan pandangan mereka beradu cukup dekat.


Tanpa sadar tangan Toni mengusap lembut pipi Olif.Kedua mata Olif membulat.


"Kalau kau butuh bantuan dan sedang kesulitan hubungi aku ya Lif..No ku sudah aku simpan diponselmu tadi saat kau ketoilet dengan bantuan Aura,maaf jika aku lancang"


"Dan ingat bagiku kau bukan gadis biasa,Jaga kesehatanmu manis dan sampai jumpa lusa ya!"


"Iya Kak,Kakak juga jaga kesehatan ya,Bye Kak....."ucap Olif dengan seyum manisnya.


Toni mengangguk kearah Olif


Olif yang sudah berdiri disamping gerbang rumahnya melambaikan tangan pada Toni.


" Hati hati ya Kak"


Toni segera melajukan mobilnya dengan seyum simpulnya.


"Mimpi apa aku semalam,,Aku sangat bahagia Kak bersamamu" gumam Olif saat melihat mobil Toni menjauh pergi.


Toni terseyum lebar,entah kenapa ia merasa senang berada didekat gadis manis dan mungil itu,dirinya seakan semakin penasaran dengan sosok Olif yang terlihat sederhana dan kuat.Berbeda jauh dari wanita wanita yang mengejarnya selama ini.


@@


Sementara Aura yang sedang berada dimobil bersama Shin dan Ryung yang sudah terlelap merasa penasaran.


"Bie apa kau yakin,Kak Toni tertarik dengan Olif?" Tanya Aura.


"Iya,Buktinya Toni meminta tolong padaku untuk mendekati Olif"


"Benarkah?Tapi Bukankah banyak wanita yang super cantik dan kaya yang mendekati Kak Toni,,Olif itu hanya gadis biasa dan sederhana Bie,Aku tidak mau kalau sampai Kak toni melukainya" ujar Aura yang merasa khawatir dengan sahabatnya.


"Percaya padaku Sayang,Toni bukan pria breng....k.Kau bisa melihat keseriusannya nanti.Dan aku lihat justru wanita seperti Olif yang disukai Toni".."


"Aku harap begitu Bie....aku hanya ingin Olif juga merasa bahagia"


"Aku juga ingin Toni bahagia Sayang,dia teman baikku!"


Keduanya pun sama sama berdoa dan berharap untuk kebahagiaan sahabat mereka.

__ADS_1


__ADS_2