
Shin terseyum puas sambil berjalan dan masih menggenggam tangan Aura.
Sementara Aura berjalan sambil menahan malu dan gejolak didalam dadanya yang semakin kuat.
*Nich Duda maunya Apa ya?*Gumamnya.
"Mau ngomong sekarang atau nanti?"Tanya Shin lagi.
"Ngomong apa sich pak,gak penting kok" Ucap Aura yang pura pura lupa.
"Mau berkilah dari saya,jangan harap!" ucap Shin sambil mengangkat kedua alisnya.
Aura lalu terdiam tanpa berani menoleh kearah Shin yang terlihat dingin lagi sambil terus mengenggam tangannya kuat.
Aura hanya menarik nafasnya panjang.
Mereka masuk keruang inap Ryung dan Shin langsung melepas genggaman tangannya.
"ini sayang kamu makan ya,biar cepat sembuh.Kakak suapin ya"ujar Aura saat sudah berada disamping Ryung.
"Kalau begitu saya pamit Tuan,Apa ada yang tuan butuhkan lagi?"ujar Bi Hana yang sudah bersiap pulang.
" Tidak ada Bi,Bibi jaga rumah ya"
"Baik tuan,saya permisi"
Shin hanya mengangguk kearah Bi Hana.
Shin segera mengganti bajunya dikamar mandi sementara Aura menyuapi Ryung bubur dengan pelan.
Setelah selesai makan,Ryung berbaring sambil kepalanya terus diusap lembut oleh Aura."cepat sembuh ya Tampan"
"Kalau Ryung sudah sembuh,Ryung ingin jalan jalan sama mama cantik dan papa" Ujar Ryung.
kebetulan saat itu Shin baru keluar dari kamar mandi dan mendengar ucapan putranya.
"Tentu boy,Jika kau sudah sembuh kita akan jalan jalan bersama" Ucap Shin sambil melirik Aura yang merasa terkejut dengan jawabannya.
Jujur Aura lagi lagi terpesona dengan Shin yang sudah terlihat segar setelah mandi dan berganti pakaian.
*Duh ni orang tambah cakep aja....gue bisa sport jantung terus nie*
"Kamu tidur lagi ya boy,,papa sama mama mau sarapan dulu" ucap Shin dengan santainya sambil menarik tangan Aura untuk duduk disofa.Ryung terseyum melihat papanya dan Aura yang terlihat dekat.
Aura hanya bisa terdiam saat pria tampan itu menariknya.
"Makan dulu,saya gak mau kamu ikutan sakit" Ucap Shin sambil memberikan makanan kehadapan Aura.
"Pak,Jangan tarik tangan saya didepan Ryung,trus kenapa tadi bapak bilang papa dan mama mau makan...saya gak mau kalau Ryung salah paham pak"ucap Aura sambil melihat Shin yang sudah mulai makan.
" Bagus dong kalau Ryung tau"ucap Spontan Shin lagi.
Spontan Aura menyentuh kening Shin yang membuat pria itu menghentikan makannya.
"Bapak tuh kenapa sich,tubuh bapak gak panas,bapak juga gak sedang kesambet kan?Kok ngomong bapak dari tadi ngawur trus" ucap Aura yang merasa heran dengan perubahan sikap Shin yang drastis pada dirinya.
Shin terseyum simpul kearah Aura lalu menatap lekat kedua manik mata gadis cantik itu.Shin menjentikkan jarinya kekening Aura,seketika Aura mengangah dengan mata yang melebar.
"Mikir apa sich kamu?cepat katakan apa yang membuat kamu heran pada saya?"
Aura menggelengkan kepalanya pelan.
"Cepat bicara atau kalau tidak......"ucap Shin menggantung.
" Atau apa pak?kok jadi ngancem gini?"
"Masih gak mau ngomong?"tanya Shin lagi.
Mereka seakan tak sadar jika ada anak kecil yang memperhatikan pertengkaran mereka.
" Saya cuma mau kamu jujur Aura"ucap Shin lagi
"Aura lupa pak" ucap Aura berbohong lalu menggigit bibirnya lagi.
__ADS_1
Seakan Shin sudah merasa sangat gemas,Shin pun mendekatkan wajahnya kewajah Aura,menatap lekat dan dalam kedua bola mata Aura yang indah.
"Bapak mau ngapain deket deket?tanya Aura yang merasa gugup sekaligus takut pasalnya wajah mereka berjarak hanya beberapa centi.
"Kamu maunya gimana?" goda Shin yang membuat wajah Aura memerah dengan kedua tangan yang siap meninjunya.
"bapak jangan nekad ya atau mau saja kasih bogem?" ujar Aura yang sudah sangat gugup.
"Coba saja kalau kamu berani.hmmmm" goda Shin lagi.
Aura menelan ludahnya kasar dia bersiap meninju dada Shin.tapi tangan Shin dengan cepat menangkisnya.
Cup.....satu kecupan dipipi Aura yang membuat Aura seketika mematung.
"Yeyyyyy Papa bisa cium Mama" teriak spontan Ryung yang membuat keduanya tersadar.
Dengan spontan Aura mencubit pinggang Shin dengan keras membuat pria itu kesakitan dan Ryung tertawa.
"Dasarr.....Mesummmm,minta dibogem apa ditinju?"
"Auwww auw sakit Aura lepasin "
Aura pun melepas cubitannya sambil memajukan bibirnya merasa kesal.
"makanya jangan cium cium didepan anak kecil"
"Ohh kalau gak ada anak kecil,berarti mau dong dicium"
"Jangan KePD an deh pak,saya bisa beneran marah" ucap Aura yang melotot.
"Saya mau lihat marahnya kamu Aura"
"Terserah deh,mending Aura mandi dan gantu baju." ujar Aura lalu berdiri tapi belum sempat melangkah Shin menarik tangannya lagi hingga ia terduduk lagi.
"Makan dulu...atau mau saya suapi?" ucap tegas Shin yang seakan tak bisa dibantah.
Dengan terpaksa Aura melanjutkan makannya dengan wajah membrekut.
"Apa kamu bilang tadi?" tannya Shin.
"Hehe gak ada kok pak"ucap Aura sambil mengunyah makanannya.
Shin terseyum simpul melihat ekspresi Aura yang terlihat lucu dan menggemaskan untuknya.
"Mau nambah lagi?"
"Gak pak,Udah kenyang.Aura gak mau gendut"
"Tidak masalah buat saya kalau kamu gendut" ucap asal Shin.
"Bapak ngomongnya ngawur lagi...udah ah saya mandi dulu"
"Saya sangat sadar dengan apa yang saya ucapakan Aura" ucap Dingin Shin sambil melihat Aura berjalan menuju kamar mandi.
Aura berdiri dibalik pintu kamar mandi sambil memegang pipinya yang dicium tadi.
Dadanya bergemuruh jantungnya seakan tak normal dan hatinya selalu berdesir.Sikap duda itu benar benar membuatnya semakin terpesona.
*Gila tuh orang bikin aku semakin meleleh aja , tiap detik aku harus sport jantung terus nich*
Aura yang sudah selesai mandi keluar dari kamar mandi.
Shin masih duduk disofa sambil melihat ponselnya.
Shin menoleh kearah Aura yang sedang melihat Ryung yang tertidur lagi.
Kecantikan natural Aura membuat Shin semakin kagum.
"Duduk sini" Perintah Shin sambil menepuk sofa disampingnya.
",,Hahhh?" Ucap Aura yang masih bingung.
"Mau saya gendong atau jalan sendiri?"
__ADS_1
Aura sontak langsung berjalan dan duduk disebelah Shin perlahan.
"Ada apa pak kenapa nyuruh saya duduk disini?" tanya Aura dengan rambut yang masih ia cepol keatas.
Spontan Shin manarik jepit rambut Aura,membuat rambut panjangnya terurai lagi.
"Bapak sadar apa yang bapak lakukan barusan?" tanya Aura yang merasa heran.
"Kenapa memang?Saya hanya tidak ingin tergoda denganmu karena kamu memperlihatkan leher jenjangmu itu"
"Hahhhh...Bapak kenapa jadi aneh dan mesum gini sich!"Tanya Aura yang memang sudah tidak tahan dengan sikap aneh Shin hari ini.
Shin lagi lagi mendekatkan wajahnya kearah wajah Aura.
" Mesum kamu bilang?mesum tuh kalau seperti ini....."
Cup...satu kecupan dibibir Aura kilat.
"Saya juga pria normal Aura dan saya sudah tertarik sama kamu.Maaf kalau saya sudah lancang" bisik Shin didepan telinga Aura.
Aura merasa geli dan menutup matanya dan saat itu Shin melihat dengan seyum simpulnya.
Cuppp.....satu kecupan lagi dibiibir ranum itu agak menempel untuk beberapa saat.
Seketika kedua mata Aura melebar lalu mendorong dada Shin.
"Hentikan kegilaan Bapak" ucap Aura dengan suara tinggi.
Shin memeluk tubuh Aura erat membuat gadis itu tak berdaya.
"Maaf jika kamu terkejut...tapi saya serius"
Aura menatap lekat mata Shin.
"Kenapa sikap bapak berubah drastis seperti ini,bukankah dulu bapak seperti membenci saya?"
"Iya memang saya tidak menyukai cara berpakaian kamu yang terlalu terbuka.Dan sekarang setelah saya yakin dengan perasaan saya,saya tidak akan membiarkan pria lain melihat keindahan tubuhmu selain saya"
Aura menggelengkan kepalanya pelan ia masih bingunh harus bagaimana.
"Sekali lagi saya serius Aura dan kamu harus percaya saya''
" Aura masih bingung pak dan belum yakin dengan perasaan Aura sendiri"
"Maka saya akan membuatmu yakin dan mantap untuk bersama saya"
Hati Aura berdesir kuat mendengar pernyataan Duda tampan didepannya ini.
"Bagi saya kebahagiaan Ryung adalah nomer satu jika putra saya memilih kamu,maka tidak ada alasan untuk saya menolak kamu.Dan saya akan membuat kamu jatuh cinta pada Saya dan membuat kamu menjadi istri saya...kamu mengerti Aura!" ucap.Shin tegas dengan tatapan mautnya yang seakan menyihir Aura untuk tetap patuh padanya.
"Tapi pak....ini terlalu cepat" ujar Aura dengan tangannya yang menyentuh dadanya yang berdesir hebat.
Shin terseyum sambil mengusap lembut pipi Aura.
"Asal kamu percaya pada Saya,saya akan menyakinkan kamu.kamu bisa lihat sendiri nanti keseriusan saya"
Aura membuang tatapannya kearah lain.
ada banyak pertanyaan dan keraguan dihatinya.Dan Shin bisa melihat itu.
Shin menggenggam kuat tangan Aura.
"Kita jalani saja dulu,baru kamu bisa melihat ketulusan saya"
Aura terdiam beberapa saat.
Aura menoleh menatap lekat mata Shin.
"Kita jalani saja dulu" ucapnya pelan.
Shin terseyum lebar lalu mencium kening Aura dengan lembut.
"Terima kasih mama cantiknya Ryung"
__ADS_1