Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Apa ini?


__ADS_3

Aura terus memandangi wajah tampan itu dari jarak yang begitu dekat.Sungguh ukiran tuhan yang begitu sempurna.Tak kalah dari Oppa oppa idol yang selama ini ia idolakan. Aura melupakan sejenak rasa sakit dikakinya.


Sementata Shin terus menggendong tubuh Aura dengan pandangan lurus kedepan,menahan kecanggungan saat gadis itu terus menatap wajahnya.


Shin meletakkan tubuh Aura di sofa panjang diruang tengah dengan hati hati.


Bibi Han yang melihat pemandangan itu merasa heran dan mendekat.


Shin meluruskan kedua kaki Aura yang terlihat lebam dipergelangannya.


"Sepertinya Kakimu terkilir!"ujarnya sambil menganggkat satu kaki Aura.


" Bapak mau ngapain?"Ujar Aura yang semakin gugup dengan tindakan duda keren itu.


''Mijit kakimu....!


"Eh gak usah pak nanti sembuh sendiri,saya gk enak bapak pegang kaki saya..!" mencoba menepis tangan Shin dikakinya.


"Jangan keras kepala...Tahan dulu..!"


Tanpa basa basi Shin menarik kaki Aura yang terkilir seakan dia bisa mengobatinya.


"Arhggggggg......" Teriak Aura merasakan kesakitan yang amat hingga bulir air mata keluar dari ujung matanya yang indah.


"Bi tolong sediakan air hangat untuk mengompres kaki nya.!" perintah Shin pada Bi hana.


"Iya Tuan." jawab Bi Hana yang langsung berlari kedapur.


"Sudah agak mendingan kan nyerinya?"


Aura hanya mengangguk sambil mengusap air mata diwajahnya


"Setelah ini kamu kompres air hangat biar tidak bengkak.!"


"Baik pak" ucap Lirih gadis cantik itu.


"Sebaiknya kamu disini dulu sampai kakimu benar benar sembuh.!"


"Tapi saya harus bekerja direstoran pak!''tolak Aura.


" Jangan keras kepala,Apa kamu bisa melayani pelanggan dengan kaki pincang?"


Aura berfikir dengan ucapan pria itu yang memang benar.


"Kamu disini dulu,kalo sampai sore kakimu masih sakit kita kedokter.Yasudah saya kembali kekantor dulu!" ujar Shin sambil berdiri dari duduknya.


"Terima kasih pak!" Ujar Aura yang menghentikan langkah Shin.Pria itu hanya mengangguk tanpa menoleh kearah Aura.


Shin pun setelah mengambil berkas dari kamarnya lalu pergi menuju kantornya.


Bi Hana pun membantu mengompres kaki Aura.


"Lain kali hati hati ya neng!"


"Iya bi.!"


"Maaf kan Ryung ya mama cantik,karena kenakalan Ryung mama cantik jadi terluka!" ujar Ryung yang mendekat kearah Aura dengan wajah sedihnya.


Aura terseyum sambil mengusap kepala Ryung.


"Ini bukan Salah Ryung kok,ini karena kakak yang ceroboh saja....jangan sedih ya.Kakak pasti cepat sembuh."

__ADS_1


Aura pun menuruti perintah Shin untuk tetap disitu,Ia juga sudah menghubungi Kak Jo untuk ijin tidak masuk kerja karena sakit.


Sore pun tiba.


Pukul 5,Shin sudah pulang dari kantor.Ia langsung berjalan menuju ruang tengah.


" Apa kakimu masih sangat sakit?"ucapnya tiba tiba membuat Aura yang sedang fokus melihat ponselnya terkejut.


Aura segera meletakkan ponselnya dimeja.


"Udah mendingan pak!"


"Sebaiknya kita kedokter!" ujar Shin yang sudah duduk disofa lain disamping Aura dengan wajah datarnya sambil melepas jas dan merenggangkan dasinya.


"Tidak perlu pak,,ini cuma terkilir.besok juga sembuh.!"


"dasar keras kepala,Yasudah saya naik dulu.!"


Shin segera menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Satu jam berlalu.Shin yang sudah selesai mandi turun.


Aura yang melihat pria itu turun dari tangga,Seakan terpesona dengan penampilan Shin yang hanya memakai celana pnjang bahan dan kaos putih polos ketat terlihat jelas tercetak dada bidang dan perut kotak kotaknya juga kedua lengan yang berotot.Dengan rambut yang masih basah semakin membuat Shin semakin tampan.


Sungguh seksi dimata gadis itu.


Kedua bola matanya hingga tak bisa berkedip sampai Suara Ryung menyadarkannya.


Ryung yang dari tadi memperhatikan Aura yang melihat Ayahnya terseyum manis.


"Papa Ryung sangat tampan kan mama?"


Blusssssss,,,Pipi Aura merona seketika.


**Lama lama bisa gila aku disini....ya Tuhan ni duda makin lama makin ganteeeenggg aja...!**Gumamnya dalam hati.


"Kita makan malam dulu,habis itu saya antar kamu pulang.!'ujar Shin yang menatap Aura dengan wajah datar dan dinginnya.


Aura hanya menurut.


Mereka pun makan malam secara bersama setelah tadi Shin sempat memapah tubuh Aura berjalan pelan menuju meja makan karena gadis itu masih merasa kesakitan saat berjalan.


Suasana hanya hening saat makan,hanya ada dentingan sendok dan garpu.


Aura seakan tak nafsu makan dan hanya memainkan makanannya.


Hal itu tak luput dari lirikan tajam Shin.


Setelah selesai Shin segera mengambil jaket dan ponselnya dikamar lalu turun kembali.


" Ryung kamu dirumah saya,Papa antar Kak Aura pulang Dulu...!ujar Shin pada putranya.


"Iya pa ,Mama cantik istirahat ya,biar cepat sembuh." ucap anak berumur 5 tahun itu sambil mengusap tangan Aura.


"Iya Ryung sayang,Kakak pulang dulu ya..." Aura mengecup singkat kepala Ryung.


Tanpa Menunggu,Shin menggendong tubuh Aura lagi tanpa meminta ijin pada sang pemilik tubuh.


"Bapak gak perlu gendong saya,saya bisa jalan Kok..!" tolak Aura halus.


"Kelamaan nunggu kamu jalan!"

__ADS_1


Ryung dan Bi Hana yang melihat itu hanya terseyum.bagi mereka keduanya terlihat serasi.


Shin dengan cepat berjalan sambil menggendong tubuh gadis cantik itu menuju sebuah mobil yang sudah disiapkan dihalaman depan.


Lagi lagi jantung keduanya berdetak cepat.Aura seakan tak berdaya berada didekat duda tampan itu.menelan ludahnya sendiri saja begitu sulit.


Saat keduanya sudah berada didalam mobil,Shin segera melajukan mobil mewahnya menuju rumah Aura.


Keheningan hadir lagi diantara mereka hingga Aura berani memulai percakapan.


"Harusnya supir saja yang mengantar saya pak,Bapak kan pasti capek!"


Shin masih fokus mengemudi tanpa menoleh kearah Aura yang menatapnya dengan segala kecanggungan.


"Ini bentuk tanggung jawab saya,kamu cidera begini juga karena putra saya.jadi sudah semestinya saya begini..!"


"Aura cuma ngucapin terima kasih buat bapak.!"


"Dimana rumahmu?"


Aura pun memberi tahu alamatnya.


Tak sampai 30 menit mereka sampai didepan sebuah rumah yang sederhana.


Dengan pelan Shin memapah tubuh Aura masuk rumahnya.


Aura mengambil Kunci dari dalam tasnya dan langsung membuka knop pintu rumahnya.


Karena sudah malam jadi situasi sekitar rumah Aura juga sepi.


Shin masuk kerumah dan memperhatikan keadaan sekeliling rumah yang nampak rapi dan bersih.


"Kamu tinggal disini dengan siapa?" tanya Shin yang penasaran.


"Sendiri pak!"


Shin menoleh kearah Aura,mendengar jawaban gadis cantik itu.


"Orang tuamu?"


"mama sudah meninggal lama pak,papa saya menikah lagi dan tinggal dibandung bersama istri mudanya!" jawab Aura dengan jelas.


Dalam Hati Shin mulai merasa kagum dengan sosok gadis didepannya itu yang ternyata begitu kuat dan mandiri.


Setelah beberapa saat Shin memutuskan untuk pulang.


"Kompres terus kakimu,Saya pulang dulu.!" ujar Shin sambil berdiri.


Aura yang masih merasakan nyeri dikakinya mencoba untuk mengantar Pria itu sampai didepan pintu.


"Sudah jangan mengantar saya,cepat istirahat saja.!"


"Sekali lagi terima kasih pak..!" Ujar Aura sebelum melihat pria tampan itu masuk kedalam mobilnya dan menghilang dari pandangan.


Aura segera mengunci kembali pintu rumahnya dan bersender didaun pintunya.


Gadis itu memegang dadanya kuat dengan satu tangannya.


"Apa ini???Kenapa dari tadi jantungku berdebar terus......Mana mungkin aku menyukai duda tampan yang dingin dan angkuh itu....!!!"ucapnya sendiri.


Sama halnya dengan Aura,Shin yang sedang mengemudi tiba tiba terseyum simpul.Ingatan nya berputar saat berada didekat gadis cantik tadi.

__ADS_1


"Apa ini,Apa aku sudah gila....kenapa aku merasa nyaman berada didekat gadis muda itu...yang benar saja...aku bisa dianggap fedofil...!!ucapnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


__ADS_2