Terpesona Duda Keren

Terpesona Duda Keren
Kejutan


__ADS_3

Malam tiba,Semuanya sudah bersiap menuju pinggir pantai didekat villa yang sudah disulap menjadi tempat yang indah untuk perayaan ulang tahun Ryung.


Awalnya Stela tidak mau ikut,tapi dengan paksaan dari Niko,Akhirnya wanita bertubuh langsing itupun menurut.


Para wanita terpukau dengan keindahan tempat itu,Selain ada panggangan daging yang besar disampingnya ada tikar yang terhampar diatas pasir pantai yang diatasnya sudah terdapat kue ulang tahun yang cukup besar,juga makanan dan minuman yang lengkap.


Disisi lain juga ada api unggun yang sengaja dinyalakan untuk membuat keadaan sekitarnya hangat.


Ryung berlari dan merasa sangat senang melihat pemandangan itu.


Para Pria dibantu para wanita memanggang daging dan sosis.Suasana begitu hangat ditambah suasana laut dimalam hari yang begitu indah dengan angin yang bertiup cukup kencang.


Setelah semua matang,mereka duduk berkumpul diatas tikar mengelilingi kue Ulang Tahun Ryung.Dan menyanyikan lagu Selamat Ulang tahun untuk Ryung.


"Sebelum meniup lilinnya,Kau harus berdoa dulu tampan juga menyampaikan harapanmu" ujar Aura lembut pada Ryung yang duduk disamping Ryung.


Saat itu Ryung duduk diapit oleh Shin dan Aura.


"Oke mama cantik,Ryung berdoa dulu",


Anak itu lalu menyatukan kedua telapak tangannya kemudian memejamkan mata untuk beberapa saat." Sudah ma"


"Klo tante boleh tau doa apa yang kau ucapkan tadi tampan?"Tanya Olif.


"Ryung berharap papa segera menikah dengan Mama cantik tante dan Ryung cepat punya dede bayi" jawab Polos Ryung.


Kedua mata Aura membulat mendengar ucapan Ryung,sementara Shin terseyum lebar.


"Tentu Boy,Papa akan segera mengabulkan doamu,Biar kau cepat memiliki adik bayi" Ujar Shin yang langsung dihadiahi cubitan keras diperutnya oleh Aura.


"Auwe sakit sayang"


"Makanya kalau ngomong tuh jangan asal Bie" ujar Aura yang sudah kesal.


Toni dan Niko terkekeh melihat keduanya.


"Sepertinya putramu sudah tidak sabar Shin seperti dirimu!" Ujar Toni.


"Kau benar Ton."


"Ck....kalian sama saja....sekarang tiup lilinnya sayang!" ujar Aura.


Ryung pun meniup lilin itu lalu memotong kue itu asal dan memberikannya pada Aura lalu pada Shin.


Ryung terlihat sangat bahagia,suasana terasa sangat hangat karena diselingi dengan canda tawa mereka.meskipun stela masih banyak diam.


Tiba tiba Shin menarik tangan Aura untuk berdiri berjalan menuju dekat api unggun.


Shin lalu berjongkok dengan satu lutut dibawah.Ia segera mengeluarkan sebuah kotak bludru kecil berwarna merah dari saku jasnya dan membukanya.


Semua orang merasa terkejut,Apalagi Aura yang langsung mematung ditempatnya.


Gadis sexi itu tak menyangka kekasih duda nya itu melamarnya didepan teman temannya.


Terlihat sebuah cincin bermata berlian kecil yang begitu indah.

__ADS_1


"Didepan semuanya Aku ingin melamarmu Aura.Apa kau bersedia menjadi istriku,menjadi ibu Ryung dan anak anakku kelak?"Ujar Shin mantap dengan pandangannya yang penuh cinta.


Aura menutup bibirnya yang sedikit terbuka,Ia merasa sangat bahagia sekaligus sedikit gugup.


" Ayo Aura...Langsung bilang iya dong"Ujar Spontan Olif yang ikut bahagia.


Stela memalingkan pandangannya kearah lain jujur ia merasa kecewa karena pria yang selama ini ia suka justru melamar gadis lain didepan matanya.Rasanya ia ingin pergi dari tempat itu tapi lagi lagi sepasang mata tajam terus meliriknya.siapa lagi kalau bukan Niko.


Aura menatap lekat Shin untuk sesaat dan perlahan mengangguk dengan mantap.


"Iya Bie aku mau menjadi istrimu,ibu untuk Ryung dan anak anak mu kelak"


Semua merasa senang mendengar jawaban Aura.Ryung terseyum lebar merasa sangat bahagia.


Shin terseyum lalu berdiri memasangkan cincin itu dijari manis Aura.Duda tampan itu mencium lembut kening Aura lalu memeluk erat tubuh sintal itu.


"Terima kasih sayang,Kau mau menerima semua kekuranganku" bisik Shin ditelinga Aura.


"Iya Bie,Aku juga berterima kasih kau sudah menerima kekuranganku dan memilih ku menjadi pendampingmu."


"Apa kau tak menyesal menikah dengan pria tua sepertiku?" tanya Shin yang masih memeluk erat Aura.


"Tidak Bie,Siapa bilang kau tua,bagiku kau adalah Oppa korea yang sangat tampan."


"Kau juga sangat cantik Sayang,,Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia"


Toni yang merasa kesal dan iri dengan pemandangan didepannya itu berteriak.


"Apa kalian pikir disini hanya ada kalian berdua saja,hahhhhh kalian membuatku iri saja!"


Shin dan Aura melepas pelukan itu keduanya hampir lupa kalau ada banyak orang yang menyaksikan mereka.


"Aku ingin jalan jalan sebentar menikmati suasana malam,kalian disini saja.Ayo nona Olif ikut aku!" Ujar Toni yang langsung menarik tangan Olif pergi dari tempat itu.


Olif yang terkejut hanya bisa diam dan pasrah.


Toni dan Olif berjalan menyusuri pantai menikmati suasana malam pantai yang begitu tenang dan indah.


Olif benar benar dibuat gugup dan deg deg'an saat berada didekat Toni.ia hanya bisa diam seakan lidahnya kelu.


Olif sangat bahagia karena ia bisa bersama pria yang selama ini ia kagumi,bahkan dengan jelas Olif bisa melihat wajah tampan Toni dari dekat.


Toni seketika berhenti dan mengeluarkan satu kotak kecil dari saku jacetnya.


"Ini untukmu Nona Olif" Ujar Toni sambil menyodorkan kotak berhias pita kecil itu.


Olif tertegun ia merasa bingung.


"Ini apa Kak?"


"Anggap saja hadiah dariku!"


"Tapi apa alasan Kakak memberiku hadiah,Ulang tahunku masih lama kak"ujar Olif yang masih bingung.


" Memang ada alasan jika ingin memberi hadiah pada seorang gadis,Sudah buka saja Lif!"perintah Toni.

__ADS_1


Olif dengan ragu membuka kotak itu.


Matanya membulat saat melihat isinya.Sebuah gelang silver berhias bentuk hati kecil dibeberapa ruasnya dan bertabur berlian disetiap hiasan hatinya..


"Kak ini cantik sekali,,Aku tidak pantas menerimanya."


Toni segera menarik pergelangan tangan kiri Olif lalu memakaikan gelang itu dengan cepat.Jarak keduanya begitu dekat,Olif hanga bisa tertegun dengan menahan nafasnya.


"Gelang ini sangat indah saat kau pakai Lif,tak salah aku memesannya khusus untukmu "


"Khusus Kak...pasti ini sangat mahal,harusnya kakak tidak usah repot repot.Dan memberikan gelang ini pada kekasih kakak bukan Olif!"


Toni terseyum lembut kearah Olif membuat hati gadis itu berdesir kuat.


"Aku tidak memiliki kekasih Lif dan akhir akhir ini aku merasa nyaman jika berada didekat kamu!" ujar ambigu Toni.


Olif terdiam ia bingung harus berkata apa.


Toni menggenggam kedua tangan Olif dengan erat,mereka saling berhadapan membuat Olif seakan ingin pingsan saja.


"Bagaimana kalau kita jalani saja semua ini dengan perlahan?" ujar Toni yang secara tak langsung menembak Olif.


"Maksud kakak apa?"Tanya polos Olif.


" Saya ingin kamu menjadi kekasih saya"


Deg............."Apa ini mimpi???"gumam Olif.Matanya membulat sempurna


" Kakak kalau bercanda jangan kayak gini ya,Olif gak suka"Ujar Olif yang membuang pandangannya kearah lain.


"Aku serius Lif,Usiaku sudah 32 tahun bukan saatnya lagi aku bermain main"


Lagi lagi Olif dibuat melongo dan sulit menelan salivanya.


"Kakak sadar apa yang Kakak ucapkan barusan?Kakak lihatkan aku ini cuma gadis biasa Kak,cuma mahasiswa.Aku bukan dari keluarga kaya.Tubuhku juga tidak bagus seperti teman teman model kakak itu.


Toni terseyum simpul kearah Olif yang berwajah tegang.


"Saya sangat sadar Lif,Saya melihat wanita bukan dari fisik,materi atau pendidikannya.Yang saya butuh adalah wanita yang bisa membuat saya nyaman dan bahagia.Asal kamu tahu selama ini banyak wanita yang mengejar saya karena fisik,materi dan kepopuleran saya saja.Saya sema sekali tidak tertarik dengan mereka.Dan asal kamu tahu juga,bagi saya kamu gadis yang baik,sederhana,lembut dan sangat menggemaskan."


Hening.......Olif tak bisa berkutik.


"Kita jalani saja dulu dan kamu harus percaya sama saya Lif,Saya tidak main main dengan ucapan saya." Toni berkata dengan tenang dan pandangan yang sangat lekat pada Olif.


"Olif cuma gak mau sakit hati Kak,Jujur Olif takut jika banyak orang yang akan membenci dan merendahkan Olif kedepannya!"ucap Olif dengan mata sendunya.


"Saya yang akan melindungi kamu dari mereka Lif itu janji saya" Ujar Toni lembut sambil merapikan rambut yang bergerak menutupi wajah cantik olif.


"Ayo kita kembali Kak,Ini sudah malam" ucap Olif mengalihkan pembicaraan.


Toni yang mengerti itu lalu menggenggam jemari Olif erat berjalan kembali keVilla.


Pikiran olif entah kemana dan dia hanya bisa diam sambil terus berjalan.


"Bagi saya,sekarang kamu adalah kekasih saya Lif,dan mulai saat ini kamu tidak boleh dekat dengan pria lain" ucap Toni sambil menoleh kearah Olif.

__ADS_1


Tanpa menjawab sepatah katapun Olif hanya memandang Toni lekat sambil berjalan pelan menuju Villa.


Dukung terus lewat Like dan Komen kamu ya....mksih...


__ADS_2