
Pagi hari Aura sudah bersiap untuk berangkat kekampus.Seperti biasa Aura selalu terlihat seksi dan menawan.
Aura melihat Ryung yang sudah mulai pulih duduk dimeja makan bersama sang Ayah.
Shin tak berkedip saat melihat kedatangan aura,Pesona Aura yang mengenakan kaos putih ketat dipadhu jaket levis dengan rok span hitam selutut membuat Shin merasa kagum sekaligus merasa khawatir.
"Selamat pagi semua!" sapa Aura dengan seyum manisnya.
Shin tiba tiba berdiri lalu menarik tangan Aura cepat kembali kekamar atas membuat gadis itu merasa bingung.
"Ikut aku!" ucap Shin tegas dengan wajah datarnya.
"Kemana Bie?" tanya Aura bingung.
Shin terus menariknya menuju kamar Ryung.
"Sayang Ganti kaos mu dengan kemeja dan rokmu itu dengan celana panjang!" perintah Shin saat sudah berada didalam kamar Ryung.
"Ada apa Bie kenapa menyuruhku ganti baju?"
"Aku tidak suka jika pria lain melihat keindahan tubuh kekasihku.Cepat ganti aku tunggu diluar!" ujar Shin dengan wajah dinginnya.
Aura tak bisa menolak dan segera masuk kekamar.
Lima menit Gadis itu sudah keluar dari kamar dan sudah berganti pakaian sesuai keinginan Shin.
"Kau berlebihan Bie" Ujar Aura dengan wajah kesal nya.
"Aku hanya khawatir pada mu Sayang,Dengan pakaian tadi akan banyak mengundang pria untuk menggodamu!"
"Sudah ayo sarapan" ajak Shin lalu mengandeng tangan Aura turun kelantai satu.
Aura banyak diam saat makan dan itu dapat dipahami oleh Shin.Wajar saja Pemikiran gadis sebelia Aura pasti jauh berbeda dengan pemikiran matang seorang Shin.
Setelah mencium kening Ryung Aura segera beranjak pergi tanpa memoleh kearah Shin.
Shin yang tau itu langsung menyusulnya setelah sebelumnya mencium kening putra kesayangannya dulu.
"Sayang tunggu!" ujar Shin.
Shin dengan cepat menarik tangan Aura lalu membukakan pintu mobil.
Aura pun masuk kedalam mobil.Saat mobil sudah melaju Aura masih diam dan lebih memilih melihat kearah luar jendela.
"Sayang kau marah padaku?''Tanya Shin yang sudah tidak bisa tahan lagi jika Aura mendiamkannya.
" Maafkan aku,Jika aku terlalu mengaturmu!"ucap Shin lagi sambil tetap fokus mengemudikan mobil.
Auta menoleh dengan tatapan lekatnya
"Aku tidak marah Bie,Hanya kesal saja kenapa kau terlalu posesif padaku.Aku berpakaian masih dalam batas normal"
.jawab Aura.
" Ya tapi itu memancing para pria untuk mendekatimu sayang!"
"Kau harus percaya padaku Bie.Meskipun diluar sana banyak pria tampan dan lebih muda darimu mengejarku tapi aku sudah memutuskan untuk memilihmu.Jadi Bie, jangan terlalu khawatir okey..." ujar Aura sambil mengusap lembut bahu Shin.
Shin menepikan mobilnya lalu menatap Aura dalam.
"Bagaimana aku tidak khawatir.Aku pria yang sudah berusia 35 tahun,sedangkan kekasihku gadis muda berusia 20 tahun yang sangat cantik dan seksi seperti ini.Aku sadar pasti diluar banyak pesaingku."
Aura terseyum lembut kearah Shin,Ia tak menyangka kekasihnya itu begitu merasa takut kehilangannya.
Cup......satu kecupan dipipi Shin lembut.
"Percaya padaku Bie" ucapnya lembut.
__ADS_1
"Aku berpakaian seperti itu bukan untuk menarik perhatian para lelaki tapi karena memang aku nyaman.Dan aku tidak tertarik dengan pria manapun selain duda keren didepanku ini" ujar Aura yang sudah tidak canggung pada Shin.
Shin terseyum dan merasa bahagia.
"Ow jadi aku duda keren ya....!"
"iya.....dan Awas kalau kau melirik wanita lain saat kau tidak bersamaku Bie"
"Iya Sayang....Yasudah kita harus saling percaya.Dan mulai sekarang tidak ada rahasia diantara kita."
Aura mengangguk"Ayo Bie jalan lagi"
Mobil itu pun melaju lagi menuju kampus Aura.
"Sayang nanti pulang Jam berapa?"Tanya Shin saat mereka sudah sampai.
"Nanti aku kabari ya Bie,Mungkin hampir jam makan siang!"
"Okey,Aku tunggu pesan darimu.Hati hati dan jaga jarak dengan pria lain ya Sayang..."Ucap Shin lalu Cup.......
Shin mencium pipi Aura.
" Ck......mulai deh cium ciumnya....udah ah.Aura kuliah dulu ya pacar duda kerenku,Bye...!"Pamit Aura lalu segera kekuar dari mobil.
"Bye Sayang." Shin segera melajukan mobilnya menuju kantor.
Olif menghampiri Aura yang memasuki area kampus.
"Widih....habis dianter duda keren nich....!" Goda Olif.
Keduanya berjalan bersama menuju kelas.
"iya dong....ternyata enak punya pacar lebih dewasa dari kita Lif....."
"Beneran?"
",Iya dia perhatian banget dan selalu bersikap hangat keGue,Makanya cepet cari cowok dong" ledek Aura.
",Hehehe....tenang....gue bisa bantu kok Loe deket sama Kak Toni"
"Ihh....apaan sich Loe Ra...jangan ngawur,mana mau dia sama gue.Model ganteng,macho,keren,terkenal,pengusaha dan tajir kayak dia cuma mimpi buat gue!"
"Jangan Bilang gitu dong Lif....Yang penting usaha dulu...Okey!"
Mereka pun terdiam.saat dosen masuk.
Pukul 11.30 siang Aura sudah keluar Kelas,ia juga sudah mengabari Shin untuk menjemputnya.
Aura dan Olif berjalan menuju taman luar Kampus dekat parkiran.
"Aura kemana saja kamu?''Ujar Anton yang sudah berada dibelakang dua gadis cantik itu.
Aura menoleh dan menghentikan langkahnya." Kak Anton"
",Saya tanya kamu kemana saja lima hari ini?" tanya Anton lagi.
Aura seketika gugup harus menjawab apa.mana mungkin ia bisa berbicara jujur.
"Ehm Aura Ada keperluan keluarga Kak.Ada apa ya Kak?" ujar Aura yang bersikap tenang.
"Sepertinya kau berbohong Aura.Apa ini ada hubungannya dengan duda itu?" tanya Anton menyelidik dengan tatapan tajam kearah Aura
"Maaf Kak,Tapi ini bukan urusan Kakak."
"Tentu ini menjadi urusanku Aura.Kau pergi menghilang beberapa hari tanpa ada kabar dan itu membuatku khawatir.Apa kau tau itu!" ujar Anton penuh penekanan.
"Maaf Kak....Aura benar benar ada keperluan.Sebaiknya Kakak tidak perlu merasa khawatir dengan ku.Karena kita tidak ada hubungan apapun"
__ADS_1
Olif yang merasa canggung melihat kesekeliling dan ternyata sudah ada Shin berdiri didepan kap mobilnya yang sudah sedari tadi melihat kearah Aura.Bahkan ada banyak mahasiswi yang memandang takjub kearah Shin dan ada yang sengaja menggoda Shin.
Tampilan Shin terlihat lebih muda,membuat Olif hampir tak mengenalinya.
Dengan tatapan dingin Shin memperhatikan interasksi Aura dengan Anton.
"Ra kayaknya Loe udah ditungguin tuh!" ujar Olif yang membuat Aura dan Anton menoleh lalu mengikuti pandangan Olif.
Aura terkejut sekaligus terpana dengan penampilan Shin,begitu pula Anton yang merasa lebih tersaingi lagi melihat Duda keren itu terlihat sangat tampan dan keren.
*mati Gue*Gumam Aura dalam hati.
"Itu jemputan Loe kan Ra,,gue hampir gak ngenalin dia,habisnya penampilannya gak kalah sama anak muda" Ujar Spontan Olif yang membuat Anton penasaran sekaligus marah.
"Maaf Kak,Aura harus pulang dulu" Pamit Aura sopan pada Anton.
Tapi tiba tiba Anton menarik tangan Aura,membuat gadis itu terkejut dan membulatkan matanya.
"Tunggu Aura....Jadi karena duda itu kamu menghilang kemarin?"
"Lepasin Kak,itu bukan urusan Kakak" ujar Aura sambil berusaha melepaskan cengkraman kuat tangan kekar Anton.
Shin yang melihat itu menjadi geram dan segera mendekat.
"Ada apa ini Sayang,?" ucap Shin.
Anton mengerutkan kening mendengar panggilan Sayang duda itu pada Aura.
"Sayang....jadi dia......" ujar Anton menggantung.
Shin segera merebut tangan Aura dari genggaman Anton.Kedua pria itu saling bertatapan dingin membuat para mahasiswa yang sedang melintas memandangi mereka.
"Iya Aura sudah menjadi kekasih saya dan sudah menjadi calon istri saya.Jadi saya mohon pada anda Tuan Anton,berhenti mengganggu calon istri saya" ucap Shin tegas dengan sorot mata yang tajam.
Aura sangat terkejut dengan ucapan Shin begitu pula dengan Anton juga Olif.
"Apa calon istri,Apa anda bercanda?Anda tidak sadar harusnya anda itu pantasnya menjadi om nya Aura." ujar Anton Siniz.
Perkataan Anton membuat Shin semakin geram dan menatap tajam kearah Anton.
Aura yang menyadari hal itu segera menarik tangan.kekasihnya.
"Udah Bie,,Yuk pulang jangan bertengkar lagi,gak enak diliatin anak anak lain."
Shin pun menuruti kata kata Aura dan segera berjalan meninggalkan Anton.
Anton merasa sangat kesal apalagi mendengar panggilan Aura pada duda itu.
Anton terus mengejar keduanya hingga didepan mobil Shin.
"Tunggu Tuan Shin...kenapa anda diam?Harusnya anda sadar dengan usia dan status anda.Aura masih sangat muda dan cantik.Dia lebih pantas bersama saya.Saya sudah mencintainya lama." ucap Anton dengan lantang.
Aura benar benar sudah tidak bisa lagi bersabar dengan sikap Anton.
"Cukup Kak,Aura mohon jangan membuat Aura semakin kecewa dengan Kakak,pantas atau tidaknya itu bukan Kakak yang menilai tapi Aura kak.Perlu kakak tau ini urusan pribadi ku dan kakak tidak perlu ikut campur.Dan terima kasih untuk cinta kakak selama ini.Maaf Aura sudah mengecewakan Kakak.."
"Sudah Sayang Ayo kita pergi..Kami pergi dulu nonaOlif" ujar Shin sambil memeluk posesif pinggang Aura masuk kedalam mobil.
Perlakuan posesif Shin begitu membuat Anton cemburu dan marah.
Sebelum masuk mobil Shin berbisik tepat ditelinga Anton.
"Akan aku tunjukkan kalau aku masih pantas bersama Aura"ujar Shin dengan wajah datarnya.
Mobil mereka pun segera meninggalkan tempat itu.
Anton hanya bisa mengepalkan tangannya kuat saat melihat mobil mewah itu berlalu.
__ADS_1
Nich penampilan Shin yang gak kalah dari pria muda lainnya......Author aja klepek".....