
Setelah lima hari Ryung dirawat,akhirnya anak tampan itu bisa pulang Sore ini.
Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang Aura merawat Ryung membuat Shin semakin jatuh hati pada gadis bertubuh sintal itu.
Aura memeluk hangat Ryung hingga anak itu terlelap tidur.Aura yang belum mengantuk turun dari ranjang setelah sebelumnya menyelimuti tubuh Ryung.
Aura berjalan menuju balkon kamar Ryung,Ia berdiri sambil memandang langit yang indah bertabur bintang.Gadis itu menghembuskan napasnya pelan sambil menengadah melihat kelangit.
Ia terkejut saat tangan kekar berotot melilit tubuhnya,sebuah tubuh tegap memberinya kehangatan dari belakang.Siapa lagi bukan Shin sang duda tampan.
Aura tertegun saat hembusan nafas hangat pria tampan itu mengenai telinganya.
"Kenapa belum tidur hmm?" tanya Shin yang sudah meletakkan dagunya dipundak Aura.
Aura memang merasa sangat bahagia saat Shin memeluknya erat tapi tetap saja ada rasa kegugupan dalam dirinya.
"Lapasin Bie,Nanti dilihat Ryung!" ucap Aura pelan.
"Dia sudah tertidur nyenyak....Terima kasih ya Sayang!" jawab Shin pelan.
Aura melirik kewajah Shin yang begitu dekat dengan wajahnya."Untuk??"
"Untuk kasih sayang dan kesabaranmu merawat Ryung!"
"Sudah kubilang,Aku merasakan yang Ryung rasakan,Aku juga sudah tidak memiliki ibu.aku hanya tidak ingin Ryung bersedih lagi!"
Shin semakin mengeratkan pelukannya membuat dada Aura semakin berdebar.
"Kapan kapan kita kunjungi papamu diBandung,Aku ingin meminta ijin padanya untuk menikahimu!"
Dengan terkejut Aura menoleh penuh kearah Shin.
"Secepat ini?"
Shin terseyum masih dengan memeluk Aura.
"Kenapa?Kau masih meragukanku?Kita sudah tinggal bersama Sayang,jadi sebaiknya kita cepat menikah.Kau keberatan?"
"Bukan begitu....tapi tunggu,Kenapa kau bisa tau Papa ku ada diBandung Bie?"
"Aku sudah mencari tau semua tentangmu Sayang,Maaf bukan aku tidak percaya padamu.Tapi aku hanya ingin lebih memahamimu.Oh ya termasuk pria yang bernama Anton itu!" jawab Shin dengan tenang.
Aura membulatkan matanya kerah depan.
Dia terdiam dan tak ingin membahas soal Anton.
__ADS_1
"Dia menyukaimu kan Sayang?" tanya Shin lalu mencium leher Aura dari samping dengan lembut.
Aura menggigit bibirnya menahan getaran tubuhnya ,ia merasa geli sekaligus hatinya berdesir kuat merasakan sentuhan dari bibir Shiin.
"Aku tidak ada hubungan apa apa dengannya Bie,Dia hanya senior dikampusku!" jelas Aura yang merasa tidak enak dengan Shin.
"Aku percaya padamu Sayang,Asal kau menjaga jarak dengannya.aku tidak suka jika kau berada didekatnya..lalu kapan kau mulai masuk kuliah Sayang?"
"Besok,karena aku sudah lima hari aku tidak masuk.Kau mengijinkanku kan Bie?"
"Tentu Sayang,aku tidak ingin menghalangi pendidikanmu.Dan mulai besok aku sendiri yang akan mengantar dan menjemputmu!"
"Apa tidak merepotkanmu?"
"Tidak sayang.Tidurlah ini sudah malam!" ujar Shin sambil membalikkan tubuh Aura menghadap padanya dengan masih melilitkan kedua tangan kekarnya dipinggang Aura.
Aura memandang pria tampan berwajah seperti oppa korea itu dengan lekat membuat Shin merasa heran dan terseyum simpul.
"Kenapa memandangku seperti itu Sayang?"
Aura yang merasa malu menoleh kesamping.
"Kau sangat tampan Bie....ujar Lirih Aura yang membuat Shin terseyum lebar.
" Benarkah,apa aku seperti Oppa korea idolamu itu?Kalau begitu ayo tidur denganku agar kau bisa puas memandangku!"goda Shin.
"Jangan macam macam Bie,belum saatnya...Dan jangan KeGR an karena aku sudah memujimu!"
Shin terkekeh pelan sambil menurunkan genggaman tangan Aura yang berada didepannya.
"Iya Sayang....ampun...jangan galak galak dong."
"Makanya jangan berpikiran macam macam!Udah ah aku mau tidur.kau juga harus tidur Bie...!"
"Aku akan tidur jika kau sudah memberikan ini!" Ujar Shin sambil menunjuk pipi nya.
"Aku tidak mau!" jawab cepat Aura.
",Yasudah kalau begitu aku akan tidur dikamar ini!"
",Ckkkk Bie....!!" wajah Aura sudah membrekut kesal.
"Ayo cepat Sayang!" Shin masih tetap ngotot miminta kecupan.
Dengan ragu ragu Aura berjinjit dan mendekatkan bibirnya kepipi Shin,Tapi saat bibirnya hampir mengenai pipi,Pria tampan itu menoleh hingga bibir mereka bertemu.Dengan cepat Shin mendekap tubuh Aura dan menekan tengkuk Aura.Hingga ciuman itu semakin dalam.
__ADS_1
Aura mencoba memberontak tapi kekuatan Shin sangat besar.
"Mmmmpppp Bie,,mmmmpppp"ucap Aura dengan Bibir yang masih dilumat oleh Shin.
Ciuman itu begitu indah dan semakin dalam.Suasana hening malam serta angin yang bertiup tenang menambah keromantisan keduanya.Shin semakin rakus melakukan ciuman itu hingga Aura yang mulai kehabisan nafas menepuk nepuk dadanya.Membuat Shin melepas pagutannya.Nafas keduanya tersengal sengal.
" Bie....kau ini suka sekali mencuri kesempatan!"ujar Aura dengan wajah yang kesal.
Shin terseyum bahahia sambil meraba bibir Aura.
"Bibir seksi ini sudah menjadi canduku Sayang,ini vitaminku jadi tidak boleh ada orang lain yang menyentuhnya.Kau pahamkan?"
"Terserah kau saja Bie...." Ujar Aura sambil berjalan meninggalkan Shin lalu naik keranjang Ryung dan Shin mengikutinya dari belakang.
"Tunggu dulu Sayang" Ujar Shin sambil menarik tangan Aura yang hendak merebahkan tubuhnya disamping Ryung.
"Apalagi Bie....?ujar Aura lirih tak ingin membangunkan Ryung yang terlelap tidur.
Cup........Kecupan lembut dikening Aura.
" Mimpi indah Sayang.....mimpikan aku!"ucap Lirih Shin sambil menatap lekat Aura yang sudah memerah pipinya.
Aura lalu memberi isyrat agar duda tampan itu segera keluar dari.kamar itu dengan tangannya.Tapi Shin masih menatapnya lekat membuat Aura gemas dan langsung berdiri menarik tangan kekar Shin menuju pintu.
"Ayo Bie buruan tidur sana....!"
Shin lagi lagi memeluk tubuh Sintal itu.
"Rasa nya aku sudah tidak sabar tidur dengan mu Sayang"
"Bie sudah kubilang jangan macam macam ah...sabar ya....ini belum saatnya.Ayo buruan tidur!" ujar Aura melepas pelukan Shin lalu mendorong punggung Shin keluar kamar.
Cup.....satu kecupan lagi dipipi Aura.
"Selamat malam Sayang!!"
Shin segera berjalan cepat menghindari tangan Aura yang siap mencubitnya.
"Dasar Duda mesum!"
Shin yang mendengar itu terkekeh.
"Tapi kau suka kan Sayang....Love You..." ujarnya lalu masuk kedalam kamar yang tak jauh dari kamar Ryung.
Aura segera menutup pintu dan berbaring lalu memeluk tubuh kecil Ryung.
__ADS_1
Aura terseyum mengingat sikap hangat Shin padanya.Ia sungguh tak menyangka Duda tampan itu sekarang menjadi kekasihnya.
Tak beda jauh dengan Aura,Shin yang sudah berbaring diranjang hanya seyum seyum sendiri.Ia merasa sanggat bahagia dan sudah tidak sabar menjadikan gadis muda itu istrinya.Shin sekarang seakan tak bisa jika harus berjauhan dengan Aura.