
Di sini lah Maura sekarang. Kepala sekolah menatap nya di samping nya ada Jessica.Maura tidak pernah mencari masalah sehingga ia sedikit merasa agak aneh bila ia duduk di sini karena berbuat masalah.
"Maura apa kamu tahu Kali masuk rumah sakit gara gara kamu."
Maura menghela napas.
"Dia cari masalah dengan saya."
"Tapi menyelesai kan masalah kan nggak harus pakai kekerasan."
Maura diam.
"Tapi emang mereka pantes di kasih pelajaran kok pak," ucap Jessica membuat Maura dan kepala sekolah menoleh ke arah nya.
"Oh iya Jessica kenapa kamu ikut ikutan? saya tidak pernah melihat kamu mencari masalah sebelum nya. Kamu juga sering sekali juara di lomba basket antar sekolah."
__ADS_1
Jessica cengengesan.
"Saya mau melerai tapi mereka mukul saya pak, yaudah saya ladenin."
"Besok kamu nggak boleh ikut turnamen basket melawan SMA Nusantara."Jessica melotot.
"Maaf pak, ini semua salah saya,"ucap Maura.
"Iya ini memang salah kamu Maura tapi Jessica juga ikut ikutan. Kalian berdua akan di skors selama seminggu."
"Apa loh?" seru Maura dan Jessica.
Mereka keluar dari ruang kepala sekolah dengan menghela napas panjang. Maura meminta maaf karena melibat kan Jessica namun Jessica tidak keberatan sama sekali. Mereka berdua ber jalan ke kelas.
Geo yang mendengar desas desus langsung menatap Maura tetapi Maura tidak menatap nya sama sekali. Maura mengambil tas nya lalu pergi, begitu pula dengan Jessica. Geo menatap Arkan, laki laki yang paling dekat dengan nya. Arkan meng hendi kan bahu tidak tahu.
__ADS_1
Maura dan Jessica berjalan ke gerbang sekolah. Dua mobil untuk mengantar Maura dan Jessica pulang. Sebelum masuk Jessica mem beri kan nomor ponsel nya kepada Maura. Maura lupa bilang jika Maura merusak kan ponsel nya namun Jessica terlanjur masuk. Mobil Jessica me ninggal kan sekolah.
Maura masuk ke dalam mobil. Ia diam se panjang per jalan an. Setelah sampai di depan rumah nya ia me natap kertas yang di berikan Jessica. Di balik nomor ada sebuah pesan ter tulis dari Jessica.
'alamat rumah gue. Kalo senggang mampir aja.'
Maura ter senyum, ia lalu me manggil supir nya untuk mengantar nya ke rumah Jessica. Ia sedang tidak mau bertemu dengan Brian atau Angga sekarang. Maura menatap rumah Jessica. Cukup besar namun tidak se besar rumah nya.
Se orang satpam mem buka gerbang untuk Maura. Maura masuk lalu se orang pelayan mem buka kan pintu untuk nya. Maura ter senyum. Ia duduk di ruang tamu sambil me nunggu Jessica.
Jessica turun dari lantai dua, ia baru saja meng ganti pakaian nya. Jessica tahu jika Maura akan datang tak lama. Jessica ter tawa ia lalu duduk di samping Maura. Jessica me nepuk tangan nya satu kali lalu pelayan wanita paruh baya mem bawa camilan yang sangat banyak.
"Antar ke kamar saya aja ya bi," ucap Jessica. Maura ter tawa kecil saat melihat Jessica memerintah. Jessica ter lihat lebih ber kuasa jika sedang memerintah.
...****************...
__ADS_1
TO BE CONTINUE
tunggu part selanjutnya saat author tidak sibuk ya