
"ini Udah malam lebih baik di antar Geo aja,"ucap Amara.
"Saya bisa pulang sendiri kok, lagi pula rumah saya dekat dari sini."
"Udah naik jangan banyak omong"
Maura menaikan alis. Ia meng geleng.
"Saya lebih suka jalan kaki. Lebih sehat,"ucap Maura.
"Kalo tiba tiba ketemu Haykal di tengah jalan gimana mau lari?"Maura me lotot me natap Geo. Maura langsung meng injak kaki Geo.
"Iya kak Maura sama kak Geo aja nanti diculik setan nggak ada yang nolongin,"ucap Lula.
"Tuh dengerin kata Lula. Sekarang naik."
Maura menatap anak anak panti asuhan yang meng angguk. Maura dengan ter paksa naik ke motor Geo.
"Geo jangan ngebut. Hati hati bawa motor nya."
__ADS_1
"Siap. Dah semua nya, besok kak Geo balik lagi! jangan lupa baca doa sebelum tidur ya"anak anak panti me lambai kan tangan nya ke Geo dan Maura.
Rumah Maura memang tidak jauh. Bahkan tidak sampai satu kilo meter. Geo mem ber henti kan motor nya di depan rumah Maura.
"Udah sampai. nihh"
Maura turun dari motor Geo dan masuk ke rumah nya.
"Nggak ngucapin terima kasih? Atau ucapan selamat malam gitu? Kamu ber untung banget lo di anter pulang sama ojek ganteng kayak aku gini,, gak ada yang se ganteng aku tauk."
Maura ber balik.
Maura langsung menyem bunyi kan wajah nya dan cepat cepat masuk. Geo yang melihat itu ter senyum kecil.
"Peluang dapetin Maura naik 30% semangat Geo lo pasti bisa!"
"Jangan ter lalu ber harap saya tidak akan mem buka hati untuk siapa pun ter masuk kamu, jadi sadar diri saja atau bila perlu kamu mundur saja." Maura keluar dari gerbang, ia melipat tangan nya di depan dada.
"Nggak ada salah nya berjuang Ra walau pun akhir nya nanti akan ter buang juga, se enggak nya aku udah ber juang." Geo ter senyum ia me makai helm. "nanti ada saat nya aku bakal mundur. Tapi untuk sekarang aku masih mau ber juang. Selamat malam, semoga mimpi indah. aku pergi dulu semoga kamu bahagia malam ini" Geo men jalan kan motor nya meninggal kan rumah Maura dengan pe rasaan campur aduk. Entah mengapa per kataan Maura tadi mematah kan hati nya dengan mudah nya.
__ADS_1
...***...
Maura menunggu ke dua kakak nya di meja makan. Ia menunggu Brian dan Angga. Meski pun Maura masih belum bisa me maaf kan Angga tapi Maura akan men coba. Mulai sekarang ia harus mem per baiki masalah nya sendiri. Benar kata Brian hidup harus terus ber lanjut.
Bahkan sampai jam 10 malam pun Angga dan Brian tidak kunjung muncul. Mem buat Maura sedikit khawatir.
"Bi kak Angga sama kak Brian ke mana? kok jam segini masih belum pulang?"
"Saya juga tidak tahu non. Mungkin se bentar lagi."
Maura meneng gelam kan wajah nya. Ia bahkan tidak me nyentuh makan nan nya sedikit pun.
"Non di makan nanti sakit loh gimana kalau kamu sakit."
Maura menggeleng. Makanan nya bahkan sudah dingin. Pintu utama ter buka. Brian dengan jas yang masih melekat di tubuh nya ber jalan dengan wajah pucat.
...****************...
TO BE CONTINUE
__ADS_1
tunggu part selanjutnya saat author tidak sibuk ya