
Hari ini Maura ber sikap aneh, tidak seperti biasa nya membuat Jessica bingung. Geo yang sudah merasakan ke anehan sejak jauh jauh hari hanya bisa memperhatikan Maura. Arkan yang belum bisa mengucapkan kata kata sebagai awal perbincangan pun hanya bisa diam menatap Maura diam diam.
Maura mengerjakan soal dengan pikiran kacau. Ia masih belum bisa merelakan kepergian Angga yang mendadak bahkan soal yang biasa nya bisa ia selesaikan dalam waktu 5 menit menjadi soal yang paling susah menurut nya.
Maura menopang dagu dan berusaha fokus ke soal namun ia tetap tidak bisa. Pikiran nya kemana mana ia akhir nya mengacungkan jari meminta izin untuk ke uks dengan alasan tidak enak badan.
Maura melangkah meninggalkan kelas, saat melewati koridor kelas XII ia di hadang oleh kakak kelasnya. Maura yang sedang tidak mood mengabaikan laki laki itu dan mendorong nya menjauh.
"Eh lo mau nggak jadi pacar gue?"
"Minggir!"
"Galak amat sih jadi cewek. Gue tahu lo asli nya seneng kan di tembak sama gue?"
"Minggir atau saya tendang?"
"Oh berani ya sama gue? tinggal jawab iya apa susah nya sih?"
Teman teman nya malah maju membuat Maura mundur. Kakak kelas nya itu ter senyum miring. Maura tahu kakak kelas nya itu pasti berpikiran yang tidak tidak. Saat laki laki tadi yang menyatakan perasaan nya kepada nya hendak menyentuh wajah nya Maura sontak menendang bagian rawan nya.
__ADS_1
"Anjing!"
Maura buru buru berbalik dan pergi namun mereka semua menahan nya. Maura meringis saat tangan nya di tarik. Kakak kelas nya membawa nya ke rooftop. Maura ingin berteriak minta tolong namun ia tidak bisa.
Maura takut sekali jika kakak kelas nya itu berbuat macam macam. Maura meronta ronta, kakak kelas nya itu tidak punya ampun sama sekali. Mereka mengikat Maura.
"Eh lo mau apain anak orang hah?" Geo muncul, namun tidak hanya Geo namun ada Arkan, dan lima teman sekelas Maura.
"Ini siapa lagi?"
"Lepasin nggak!"
"Eh gue udah legal tau!"
"Halah, nggak usah banyak omong abisin aja mereka!"
Geo dan yang lain nya bersiap untuk menghadapi para kakak kelas yang jauh lebih tinggi dan lebih besar dari mereka.bMaura hanya bisa meringis melihat mereka saling adu pukul. Sampai Arkan hampir saja di dorong dari ketinggian membuat Maura ingin segera menghentikan mereka semua.
"Lepasin saya!"
__ADS_1
Namun kakak kelas nya itu malah tertawa mengejek.
"Liat temen temen lo mati aja dulu."
"Berengsek!"
"Tapi gue ganteng kan?"
Maura meludah membuat nya kesal dan menampar Maura. Maura menghela napas tamparan nya memang sakit tetapi tidak dengan ia yang di rendahkan. Maura berusaha melepas ikatan itu namun ia tidak bisa.
"Jangan macem macem gue bisa lempar lo ke bawah."
Maura mendongak ia malah menantang membuat kakak kelas nya itu geram dan alhasil melepas ikatan Maura dan menggendong nya. ia benar benar akan melakukan itu, Geo yang melihat itu langsung berlari dan memukul kakak kelas yang membawa Maura itu.
Arkan yang melihat Geo selangkah lebih cepat tidak mau kalah. Cowok itu menarik Maura ke belakang punggung nya. Padahal Arkan tidak bisa bertengkar namun demi Maura ia akan melakukan nya.
...****************...
TO BE CONTINUE
__ADS_1
tunggu part selanjutnya saat author tidak sibuk ya