
Toktok!
Maura yang masih ber gelung dengan selimut enggan untuk mem buka pintu. Cewek itu masih sedih. Dan tidak ingin keluar. Ia hanya ingin me nenang kan diri di kamar itu saja.
"Ra?"
Maura ter bangun. Dan saat ia men dengar suara yang sangat ia rindu kan. Apakah Maura salah dengar.
"Kak? Buka dong!"
Maura buru buru turun dari ranjang dan langsung ber lari ke pintu dan mem buka nya. Betapa kaget nya ia saat men dapati dua sosok pria yang ia tangisi se malaman.
Maura sampai me matung. Karena tidak percaya dan meng anggap ini hanya ilusi nya saja karena ia ke banyak kan me nangis.
__ADS_1
Namun saat Maura ber diri dan me natap mereka. Mereka benar benar nyata. Maura meng geleng.
"Nggak kangen sama kita?"
Maura meng angguk lalu me meluk mereka ber dua. Maura me nangis dan bahagia ber samaan karena ia tidak jadi kehilangan orang yang ia sayang.
Maura me nyeka air mata nya dan me natap ke dua pria itu. Angga ter senyum. Senyum yang sangat manis dan tawa Eric.
Maura me meluk kembali ke dua pria itu. Maura tidak ber henti ber henti nya ber terima kasih kepada Tuhan karena telah me nyelamat kan mereka ber dua.
"Kakak mau kita mati?"
"Enggak! Kakak cuma--- kakak cuma nggak percaya sama apa yang kakak lihat."
__ADS_1
"Serius kamu nggak mau kakak meng hilang aja dari bumi? Kamu benci kakak kan,, jadi kalok kakak menghilang kamu bisa tenang deh gak ada yang jail sama kamu lagi?"
Maura ber henti ter senyum dan me natap Angga dengan alis ter angkat.
"Bercanda loh ih." Angga ter kekeh dan meng acak rambut Maura dengan gemas. "kebiasaan deh suka serius kalo di ajak ber canda ih. "Maura ter tawa meski pun ia sedikit ter singgung.
"Asal kakak tahu Maura pengen ulang semua dari awal. Maura tahu Maura ter lambat maafin kakak. Maura cuma gak bisa ber baik kan dengan keadaan. Dan sekarang se telah Maura melalui semua nya Maura sadar kalau se benar nya kakak ber usaha buat bikin Maura maafin kakak. Maura minta maaf."
Angga meng geleng.
"Ra ini semua bukan salah kamu. Jangan nyalahin diri kamu ya? Ini semua udah ter jadi. Nggak perlu di sesali oke? Kakak cuma mau kamu bahagia. Jangan sedih lagi ya?"
Angga ter senyum dan meng usap rambut Maura.
__ADS_1
"Dan untuk Eric. Maaf kakak me libat kan kamu ke masalah kakak yang rumit. Kakak minta maaf. Kakak ber usaha jadi kakak yang baik buat kamu. Setelah kehilangan kak Juan dan kamu jadi keluarga ini kakak jadi tahu gimana rasa nya jadi kakak. Dan kakak mau melindungi kamu se mampu kakak."
"Kakak nggak perlu ngelakuin itu. Eric cuma mau bilang kakak adalah kakak yang baik. Eric nggak pernah ngerasain gimana rasa nya di peluk dan di perhatiin. Kak Maura bahkan udah Eric anggak kakak kandung Eric sendiri. Dan untuk melindungi Eric. Sekarang Eric bisa jaga diri. Eric bisa lindungi diri Eric sendiri. Kakak harus pikirin diri kakak sendiri. Stop mikirin orang lain. Lihat diri kakak sendiri apa kakak udah cukup bahagia?"