TERTIDUR DEMI BIGTRES WEFARYN

TERTIDUR DEMI BIGTRES WEFARYN
36. PENYESALAN


__ADS_3

Maura panik bukan main. Cewek itu langsung turun dari motor Geo dan ingin menjelaskan semuanya kepada Jessica. Namun Jessica malah menjauh dan pergi begitu saja. Maura mengacak rambutnya dengan frustasi.


Geo meletakan motornya sembarangan lalu menghampiri Maura. Sontak Maura langsung memukul Geo sekuat tenaga. Ini semua gara gara Geo. Jika saja Geo tidak keras kepala pasti tidak akan begini.


Geo sibuk meminta maaf dan menyuruh Maura untuk tidak memukulnya lagi namun Maura malah semakin brutal. Cewek itu kesal sekaligus marah. Jessica satu satunya teman yang ia miliki dan Geo menghancurkannya dengan begitu mudah. Maura juga pernah berjanji kepada Jessica untuk menjauhi Geo namun sepertinya Maura kemakan omongannya sendiri.


Maura mendorong Geo dan memilih mencari Jessica. Oke ini bukan masalah kecil. Masalahnya Jessica sedang hamil dan itu bukan perkara yang mudah menjelaskan betapa bodohnya mereka kemarin.


Bagaimana menjelaskan tentang Haykal? bagaimana menjelaskan tentang mereka yang tersesat bersama? bagaimana menjelaskan tentang mereka menginap di villa semalam? itu akan terdengar bodoh.


Jessica sudah menghilang. Dan Maura lebih panik. Ini adalah momen terpanik selama hidupnya. Jika Jessica benar benar tidak memaafkannya maka Maura tidak akan pernah memaafkan Geo.


Maura memutar otak. Cewek itu lalu mencoba ke toilet wanita namun tidak menemukan Jessica di sana, di kantin, di lapangan, di uks nihil. Mungkin ini pilihan terakhir Maura. Rooftop. Maura langsung berlari ke rooftop takut bila Jessica melakukan yang tidak tidak. Bagaimana jika Jessica bunuh diri karena ditikung oleh Maura. Oke Maura akan tersiksa seumur hidup bila itu terjadi.


Maura menghela nafas panjang saat menemukan Jessica duduk di pembatas rooftop kaki Maura melangkah mendekati Jessica namun Jessica menyuruhnya untuk diam di tempat.


"Maju selangkah aku bakal mati," ucap Jessica.


"Jess dengerin aku dulu. Aku bisa jelasin."


"Jelasin apa lagi? kamu udah bilang itu berkali kali."


"Tapi kali ini aku mau jujur."


"Berarti yang kemarin kemarin kamu nggak jujur?" tanya Jessica.


Maura terdiam.


"Kamu belum ngerasain gimana sakitnya ditikung sama sahabat sendiri."


"Yang kamu pikir itu salah. Salah besar."


"Nggak ada bukti. Jadi omongan aku benar."

__ADS_1


"Jess dengerin. Aku cuma butuh kamu denger."


"Udah ah capek. Mending aku mati aja."


"Eh jangan!"


"Percuma semua sudah terlambat, lagi pula aku nggak perlu susah susah ngelahirin anak ini."


Dan selanjutnya Jessica melompat cewek itu jatuh ke sungai samping sekolah. Hal itu membuat Maura berteriak histeris. Geo buru buru menyusul Maura ke rooftop. Dan cowok itu mematung saat melihat Jessica terjun dari ketinggian.


Maura dan Geo tidak bisa berbuat apa apa. Mereka bingung dan takut. Maura merasa semua salahnya cewek itu yang membuat Jessica nekat melakukan perbuatan seperti itu. Geo berlari ke pembatas dan melihat air sungai yang cukup deras. Tubuh Jessica sudah hanyut. Cowok itu menghampiri Maura dan meminta cewek itu untuk pergi dari sana dan mencari bantuan.


Namun Maura malah terdiam kaku. Geo tidak punya banyak waktu. Cowok itu menarik tangan Maura dan meminta bantuan. Maura masih shock. Bagaimana jika nyawa Jessica tidak selamat?sudah tiga kali Maura membahayakan nyawa orang lain. Maura tidak ingin Jessica bernasib sama seperti Davin. Maura benar benar akan membenci dirinya sendiri.


Saat itu juga sekolah memanggil tim penyelamat guna mencari Jessica. Geo sibuk menenangkan Maura. Geo tidak habis pikir mengapa Jessica lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan mudahnya? padahal Geo selalu bersamanya. Bohong jika Geo tidak marah pada dirinya sendiri. Coba saja jika Geo tidak mengejar Maura lagi pasti semua tidak akan terjadi. Mereka berdua sibuk menyalahkan diri sendiri.


Karena terlalu banyak menangis mata Maura sampai bengkak. Dan setelah 2 jam berjalan mayat Jessica ditemukan. Maura semakin histeris mengetahui itu. Maura bahkan sampai pingsan. Cewek itu tidak mengira bahwa akibatnya sangat fatal.


Teman teman sekelas Maura mencoba untuk menenangkan Maura dan Geo. Mereka tidak sepenuhnya tahu tentang apa yang terjadi. Melihat Geo dan Maura ada di tempat kejadian dan sepertinya mereka memiliki cerita membuat mereka tentunya bertanya tanya namun memilih untuk tidak memperkeruh suasana.


"Tidak bisa ini semua salah saya!"


"Gimana dong?" tanya salah satu teman Maura kepada Arkan. Mereka bingung bagaimana cara menenangkan Maura. Mereka sendiri tidak dekat dengan Maura. Apalagi Maura sendiri yang tidak pernah mengakrabkan diri selain dengan Jessica.


"Udah biar gue aja," ucap Arkan. "kalian pergi aja yang jauh biar Maura gue yang tangani."


"Eh lo mah modus itu namanya!"


"Udah pergi sana!"


Arkan duduk di samping Maura cowok itu mengusap punggung Maura. Maura memeluk Arkan membuat cowok itu tersentak. Namun cowok itu menikmati dan menambah dramatis. Maura benar benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menebus semuanya. Apa yang harus Maura katakan kepada orang tua Jessica?


Maura gemetar. Cewek itu diantar pulang oleh Brian. Besok adalah hari pemakaman Jessica dan Maura harus beristirahat sebentar. Cewek itu lelah sehabis menangis berlarut larut. Eric sendiri ikut menenangkan Maura dan membuatkan Maura susu agar cewek itu tenang.

__ADS_1


Hati Maura sedikit menghangat. Maura menyuruh Eric untuk tetap berada di dekatnya karena Maura masih belum merasa tenang.


"Kak, kakak nggak perlu nyalahin diri kakak sendiri. Ini bukan sepenuhnya salah kakak. Kak Jessica sendiri yang buat keputusan seharusnya kan dia menyelesaikan masalahnya bukannya lari."


"Eric kamu nggak bakal tahu karena bukan kamu yang ngejalanin. Denger Jessica itu hamil. Karena Geo. Jessica udah punya banyak masalah tapi kakak sendiri yang bikin masalah itu jadi banyak dan rumit. Jadi yang seharusnya disalahin disini itu kakak."


"Apa? kak Jessica hamil?"


"Jessica sendiri yang bilang ke kakak."


"Kok bisa?"


Maura menggeleng cewek itu lanjut menangis. Eric menyodorkan tisu. Cowok itu lalu mengusap rambut Maura. Bingung harus bagaimana menenangkan kakak perempuannya itu. Eric tahu permasalahan Jessica itu sangat rumit namun cowok itu tidak ingin menambah beban Maura.


Maura bahkan tidak bisa tidur. Cewek itu masih tetap terjaga sampai pagi. Bagaimana ia bisa tidur dengan nyenyak memikirkan semua kesalahan kesalahan yang dibuatnya. Maura memang bodoh.


Pukul 4 pagi, Maura mendudukkan badannya. Cewek itu berjalan ke cermin dan menatap wajahnya sendiri. Benar benar buruk. Maura berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah itu cewek itu memilih pakaian berwarna hitam.


Arkan menawarkan diri untuk menjemputnya dan Maura tidak keberatan. Sebenarnya ini masih terlalu pagi namun Maura ingin cepat cepat datang ke rumah Jessica. Maura menelpon Arkan dengan telepon barunya. Cewek itu bisa dengan mudah membeli ponsel seperti membeli makanan ringan. Wajar Brian memberikan uang saku yang tidak sedikit apalagi cewek itu yang tidak pernah membelanjakan uangnya. Meskipun Maura kaya tetapi Maura tetap hidup hemat.


"Halo?" ucap Arkan dari seberang sana.


"Bisa jemput saya sekarang?"


"Ini masih pagi Ra. Nanti aja jam delapan."


"Sekarang atau tidak sama sekali?"


"Oke aku ke rumah kamu sekarang. Tunggu sepuluh menit lagi."


Maura mematikan telepon dan duduk di sofa kamarnya sembari menunggu Arkan datang.


...***...

__ADS_1


TO BE CONTINUE


tunggu part selanjutnya saat author tidak sibuk ya


__ADS_2