TERTIDUR DEMI BIGTRES WEFARYN

TERTIDUR DEMI BIGTRES WEFARYN
8. DIA KEMBALI


__ADS_3

Tok tok tok!


Maura me noleh saat pintu nya di ketuk. Maura be ranjak dari ranjang dan mem buka pintu. Wanita paruh baya yang sudah 5 tahun be kerja di rumah nya me nyambut nya.


"non, Ada yang cari nona Maura."


"Siapa bi?"


"Bibi juga nggak tahu non itu siapa non turun saja deh ."


"Oke. Saya turun bi."


Maura ber jalan ke pintu utama. Se belum di izin kan masuk oleh Maura sendiri tamu nya harus tetap di luar. Maura mem buka pintu dan ter kejut bukan main. Ia sampai mundur be berapa langkah.


Maura mem beku. Pria yang ber diri di depan nya ter senyum tanpa rasa ber salah, sontak dengan rasa kesal yang me muncak Maura me nutup pintu dengan keras dan me manggil semua penjaga di rumah nya.


"SIAPA PUN YANG LIHAT ORANG INI,USIR DIA ! KALIAN MENGERTI KAN?!"


Mereka meng angguk. Maura me nyibak rambut nya. Tidak me nyangka melihat wajah itu lagi. Maura masih tidak percaya. Lalu ia men dengar pria itu mem berontak. Maura me nangis. Ia lalu me milih kembali ke tempat tidur nya.


Maura meng ambil ponsel nya dan ada pesan masuk. Ia langsung mem banting ponsel nya saat itu juga se telah mem baca pesan.

__ADS_1


+628172352xxxx : hai Hay cantikk gimana nih


kabar nya


+628172352xxxx : masih inget gue gak? masih lah


masak gak inget sih?


+628172352xxxx : gue udah di depan nih, keluar


dah udah gw tunggu nih ya


Maura me remas rambut nya lalu ber jalan ke jendela. Yang benar saja pria itu bahkan masih me nunggu nya di depan rumah nya dan sekarang pria itu me natap nya. Maura buru buru me nutup tirai.


Maura mengetuk pintu Brian dan masuk. Ia melihat Brian sedang menonton televisi. Brian ter senyum ke arah nya. Maura duduk di samping Brian. Ia me remas tangan nya, ia bingung harus mulai dari mana. Brian terus mem per hati kan nya me nunggu nya ber bicara.


"Kenapa Ra, kok cemas gitu muka nya?"


"Em...kak? Maura boleh minta sesuatu nggak sama kakak? tapi plis kabul in ya kak"


"Apa boleh kok sebutin aja dulu?"

__ADS_1


"Maura mau pindah kak dari sini."


"Apa ? kenapa pindah?"


"Iya Maura nggak mau di sini lagi. Maura mau pindah. Terserah mau ke antartika juga nggak papa. Pokok nya Maura mau pindah sekarang juga! Maura pengen pindah kak pliss lahh"


"Kenapa sihh? Maura plis jelas in ada apa sebenar nya?"


Maura diam. Ia tidak tahu harus mulai dari mana. Semua nya rumit bila di jelas kan. Brian masih me nunggu jawaban nya. Maura meng gigit bibir cemas.


"Kak tolong penuh in kemauan Maura ya kak pliss."


"Kenapa? kamu belum beritahu kakak masalah nya."


Maura diam lagi.


"Kalau kamu nggak mau kasih tahu kakak apa penyebab nya kakak nggak bakal an bisa bantu kamu sayang?"


...****************...


TO BE CONTINUE

__ADS_1


tunggu part selanjutnya saat author tidak sibuk ya


__ADS_2