
Geo dan Eric duduk di ruang tunggu sedang kan Brian di per boleh kan untuk masuk meski pun Maura masih belum sadar. Geo meng gigit bibir. Cowok itu cemas. Eric me nepuk bahu Geo dua kali. Geo pasti ber pikir yang tidak tidak padahal Geo sudah mem bawa Maura ke rumah sakit.
"Ini bukan salah kakak kok."
"Bukan salah kakak gimana? Maura kan---"
"Ssstttt!" Eric me nempel kan jari telunjuk nya di bibir Geo. "mending kita cari Haykal sekarang juga karena dia yang bikin kak Maura jadi kaya gini. Geo meng angguk. Cowok itu ber diri dan me nyugar rambut nya ke belakang.
"Ayo bunuh Haykal!" ucap Geo.
Namun Brian malah muncul dan me nyuruh Geo dan Eric untuk masuk karena Maura sudah sadar. Geo dan Eric meng urung kan niat mereka untuk me ninggal kan rumah sakit dan masuk ke dalam ruangan Maura.
Geo me lihat Maura yang masih lemas. Cowok itu bahkan masih ber diri di pintu tidak ingin masuk. Jujur cowok itu merasa ber salah dan ia merasa ia tidak pantas masuk. Eric yang me lihat itu langsung me narik Geo untuk men dekat.
Sedang kan Maura cewek itu malah mem buang muka. Entah karena malu atau tidak ingin Geo di sini. Mendadak suasana men jadi canggung, Brian menarik Eric untuk mem biar kan Geo dan Maura ber bicara.
Namun mereka ber dua malah sama sama diam. Geo tidak berani me nanya kan keadaan Maura. Entah nyali nya men dadak ciut. Maura berdeham cewek itu juga tida tahu harus apa.
"Ra?"
__ADS_1
Maura menoleh menatap Geo. Geo langsung mem buang muka.
"Eh enggak jadi."
"Oh."
Suasana kembali canggung. Hanya terdengar suara jam dinding. Geo meng garuk tengkuk nya yang tidak gatal. Bagaimanapun ia laki laki. Ia harus memulai pembicaraan.
"Ra gimana udah mendingan?" tanya Geo. Cowok itu lalu menutup mulut nya berharap Maura tidak mendengar nya karena ia berbicara sangat pelan tadi.
"Saya merasa lebih baik."
Karena tidak tahan dengan kecanggungan Geo akhir nya memutuskan untuk pamit keluar. Maura hanya mengangguk. Brian dan Eric malah berbincang bincang di ruang tunggu.
"Udah ngomong nya cepet banget?"
Geo menatap Eric. Eric mengangguk.
"Eh kak, Eric sama kak Geo pergi dulu."
__ADS_1
"Pergi? pergi kemana?" tanya Brian.
"Nggak lama kok, iya kan kak?" tanya Eric kepada Geo. Geo mengangguk mengiyakan.
"Yaudah hubungi kakak kalau kamu pulang telat."
"Oke."
Geo mengangguk lalu mereka berdua pergi.
***
Eric sekarang berada di apartemen Geo. Eric ikut membersihkan lantai apartemen Geo. Sebenarnya mereka ke apartemen Geo hanya untuk mengambil motor saja tetapi disini Eric ingin ikut membantu. Geo sudah membawa Maura ke rumah sakit dan masa cowok itu juga yang membersihkan noda darahnya.
"Udah nih kak, udah bersih." Geo mengangguk. "sekarang kita mau kemana?"
Geo yang semulanya berdiri menjadi duduk kembali. Jujur cowok itu juga tidak tahu harus kemana. Haykal tiba tiba muncul, Geo tidak tahu dari mana asalnya. Sedangkan Eric, cowok itu hanya sebatas tahu Haykal, pria jahat yang terobsesi dengan Maura. Tidak lebih dan tidak kurang.
"Jadi kita harus gimana sekarang?"
__ADS_1
Geo menggeleng. Cowok itu tidak tahu. Eric berjalan mondar mandir. Cowok itu bersemangat sekali ingin menangkap Haykal tetapi ia tidak tahu bagaimana cara menemukan Haykal.