
Hari ini pelajaran olahraga dan Maura menghilang kan baju olahraga al hasil ia harus tinggal di kelas. Ia melambai kan tangan nya ke arah Jessica saat cewek itu meninggal kan kelas. Hanya ada Maura di kelas.
Cewek itu menyandar kan kepala nya. Ia menatap teman teman nya yang bermain di lapangan. Maura melipat tangan nya di dada. Geo dan Arkan menawar kan untuk menemani Maura di kelas tadi namun Maura menolak nya. Mereka tidak perlu meninggal kan pelajaran olahraga hanya demi menemani Maura. Itu berlebihan.
Maura menyibuk kan diri dengan mengerja kan soal yang menurut nya sulit. Maura membuka lembaran soal tanpa sadar ada laki laki yang mengintai nya. Maura mendongak saat seseorang berdiri di samping nya.
"Hai." Maura membeku di tempat. Ia bahkan tidak bisa mengeluar kan suara. Pintu kelas ter tutup dan ter kunci. Maura berdiri dan mendorong laki laki itu.
"Pergi!"
"Maksud aku baik kok. Mau nanyain kabar kamu."
"Dasar gila! pergi atau saya teriak?!"
Maura memang tidak mengerti dengan jalan pikiran Haykal. Haykal me makai seragam sekolah SMA Samudra dan men datangi nya saat kelas sedang sepi dan parah nya lagi teman se kelas nya akan kembali sekitar satu setengah jam lagi. Maura tidak tahu bagai mana cara nya keluar dari kelas. Ia tidak mau berada di samping Haykal.
__ADS_1
Haykal ter senyum. Cowok itu lalu duduk di tempat Arkan. Maura yang duduk di samping jendela tidak bisa kemana mana.
"Duduk dulu. Kamu nggak kangen udah se tahun nggak ketemu sama aku?"
Maura meng angkat tangan nya dan me nampar Haykal keras. Namun Haykal malah ter tawa. Cowok itu men dorong Maura untuk duduk. Dan Haykal meng ambil tangan Maura meng genggam tangan Maura erat.
"Jangan macem macem Ra."
Maura me natap Haykal tajam ia ber usaha meng hempas kan tangan nya dari Haykal. Namun tenaga Haykal lebih kuat.
"Satu ciuman nggak ber lebihan kan?"
Maura ingin sekali me nampar mulut Haykal sekarang juga. Maura ber usaha mem be rontak mati matian namun Haykal selalu me miliki cara untuk me ngalah kan nya. Maura ingin me nangis rasa nya.
Haykal ter senyum penuh ke menang an. Ia sudah me nyamar menjadi siswa SMA Samudra dan masuk ke kelas Maura. Tentu ia tidak mudah. Ia harus mem buang baju olahraga Maura yang di ambil nya tadi malam dari loker Maura.
__ADS_1
Tentu saja semua itu tidak mudah namun sekarang Haykal bisa duduk di samping wanita yang di sukai nya selama ber tahun tahun. Haykal bahkan selalu meng hitung hari hari saat ia keluar dari penjara dan me mikir kan rencana rencana licik nya.
Haykal me lepas kan tangan Maura. Cowok itu meng usap rambut Maura. Maura hanya bisa diam sambil me nahan tangis.
"Siapa cowok yang di super market yang berani berani nya bawa pergi kamu?"
Maura diam. Ia tidak mau ke jadian Davin ter ulang kembali. Ia tidak ingin mem buat Geo celaka. Namun jika ia diam lama kelamaan Haykal akan tahu dengan sendiri nya. Haykal meng angkat dagu Maura.
"Siapa dia?"
"Bukan siapa siapa,"jawab Maura.
...****************...
TO BE CONTINUE
__ADS_1
tunggu part selanjutnya saat author tidak sibuk ya