
Maura ingin waktu ber jalan lambat agar ia tidak cepat cepat ber temu dengan Haykal. Maura jadi ingin mempunyai kekuatan meng hilang agar Haykal tidak bisa menemukan nya. Semua siswa di kelas Maura sudah meninggalkan kelas hanya tinggal diri nya dan juga Geo.
Geo sedang melaksanakan piket kelas karena kemarin cowok itu kabur saat jadwal piket nya. Geo jelas senang karena ada Maura yang menemani nya di kelas meskipun tujuan Maura bukan itu.
Maura ber lama lama memasukan semua alat tulis nya ke dalam tas. Namun saat Maura bangkit Maura melihat jendela dan Haykal berdiri di sana. Maura langsung pura ikut melaksanakan piket. Geo yang melihat itu jadi bingung.
"Loh kok piket?jadwal lo kan---"
"Sssttt!"
Maura membungkam mulut Geo dengan tangan nya. "bisa tolong usir laki laki yang lagi di depan jendela?"
Geo menatap jendela dan melihat laki laki asing ber diri tegak. Geo tahu itu Haykal. Sontak Geo langsung keluar dan mengusir Haykal dari sekolah. Maura teringat kembali kata kata Haykal jika Maura meminta bantuan maka Haykal tidak segan segan ber buat kasar.
Maura menghela napas kasar lalu mengejar Geo. Untung saja Geo belum sampai bertatap muka dengan Haykal. Maura langsung meminta maaf kepada Geo dan menyuruh cowok itu masuk ke kelas saja.
"Loh gimana sih katanya tadi disuruh ngusir?"
"Lebih baik kamu kembali ke kelas. Saya bisa menyelesaikan masalah saya sendiri," ucap Maura.
"Ngga. Dia pasti mau macem macem sama kamu lagi kan? udah bilang aja Ra."
Maura menggeleng lalu mendorong Geo sampai masuk ke kelas.
"Tolong jangan ikut campur. Lupakan masalah ini."
"Ya tapi kan---"
Brukkk
Maura menutup pintu kelas tepat di depan Geo. Cowok itu sampai ter mundur hampir saja hidungnya menyapa pintu. Sebenarnya apapun masalah Maura Geo ingin membantu tetapi Maura sendiri yang tidak ingin di bantu. Cewek itu terlalu keras kepala.
Dalam hati Maura meminta maaf kepada Geo karena membuat cowok itu bingung. Tanpa berlama lama Maura langsung menghampiri Haykal. Haykal menarik tangan Maura dengan kasar ke dalam mobilnya.
"Saya bisa jalan sendiri!" ketus Maura.
__ADS_1
"Mau ngadukan tadi? nggak inget perjanjiannya?"
"Iya iya."
Maura menghela napas kasar.
"Cepat jalan!"
Haykal menjalankan mobilnya. Mereka tidak tahu jika Geo mengikuti mereka dari belakang. Geo tidak bisa tinggal diam saja. Dulu Maura sangat menghindari Haykal dan sekarang cewek itu malah dekat dengan Haykal lagi.
Maura juga sempat meminta tolong kepadanya jadi Geo tahu Maura sedang ada dalam masalah tapi cewek itu tidak ingin berbicara. Entah karena ingin menyelesaikan masalahnya sendiri atau tidak ingin membawa orang lain masuk ke dalam masalahnya.
Haykal merasa aneh dengan pengendara motor di belakang mobil. Cowok itu menatap Geo lekat lekat. Saat ia berbelok kanan motor itu ikut belok ke arah kanan dan saat Haykal belok ke arah kiri motor itu ikut berbelok ke arah kiri.
Hal itu membuat Haykal kesal karena siapa yang berani mengikutinya. Haykal langsung menarik tangan Maura dan meremasnya.
"Siapa motor yang di belakang?" tanya Haykal dengan tatapan tajamnya.
Maura menoleh ke belakang. Cewek itu mengaduh saat pergelangan tangannya terasa sangat sakit. Haykal benar benar gila. Maura menggeleng meskipun ia tahu itu Geo. Maura tahu Geo tidak akan tinggal diam. Saat menemukan kejanggalan cowok itu akan beraksi.
Maura jadi menyesal meminta tolong kepada Geo karena bisa membahayakan Geo sendiri. Kali ini Haykal benar benar menunjukan sisi kasarnya agar Maura mau jujur kepadanya. Cowok itu mendorong Maura sampai kepala Maura terantuk kaca mobil dengan kasar. Maura mengaduh saat dahinya berdarah.
"Kali ini jawab siapa dia atau aku bakal tabrak dia sekarang?"
Maura terdiam. Antara takut dan bingung.
"Nggak perlu kamu jawab aku bakal buktiin sendiri."
Haykal menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Maura yang melihat itu langsung panik sendiri. Jika begini caranya Geo bisa mati. Maura lalu mencoba untuk bernegosiasi namun Haykal menulikan kupingnya. Cowok itu menancap gasnya dua kali lebih cepat.
Maura panik cewek itu lalu ikut menyentuh kemudi dan mengarahkannya ke kiri. Geo terkejut saat melihat mobil yang ditumpangi Maura berkelok kelok seperti hilang kendali. Maura berusaha membanting stir ke arah kiri. Ia tahu apa tujuan Haykal.
"Ra lepas tangan kamu!"
"Maura!"
__ADS_1
Maura terus merecoki Haykal dalam menyetir. Dan cewek itu berhasil membanting stir ke arah kiri namun sialnya mereka malah menabrak pohon besar. Geo memberhentikan motornya dan langsung berlari ke mobil Haykal.
Maura batuk. Cewek itu tidak terluka parah karena ia memakai sabuk pengaman.Maura menoleh menatap Haykal. Haykal pingsan. Salah sendiri cowok itu tidak memakai sabuk pengaman.
"Ra lo nggapapa?" Geo mengetuk ngetuk kaca mobil Maura. "Kayaknya mobilnya bakal meledak!"
Maura menatap kepulan asap yang berasal dari mobil Haykal. Cewek itu panik dan segera keluar dari mobil. Namun saat Geo hendak menarik Maura dan mengajaknya untuk buru buru pergi Maura justru malah menatap Haykal yang masih di dalam mobil.
Kata Geo mobilnya akan meledak. Jadi Haykal akan ikut mati jika tidak tolong. Tanpa pikir panjang Maura berlari dan menyelamatkan Haykal. Cewek itu berusaha mengambil tubuh Haykal dan mengeluarkannya dari mobil. Geo kesal karena kenapa Maura malah menyelamatkan Haykal. Namun cowok itu ikut membantu melihat betapa kesusahannya Maura mengeluarkan Haykal.
Saat Haykal menyentuh tanah mobilnya meledak. Maura menghela napas lega. Cewek itu membaringkan tubuh Haykal.
"Kenapa malah menyelamatkan orang yang jahati kamu?"
Maura menatap Geo dengan angkuh. Jika Haykal mati maka Angga juga mati. Sampai saat ini Maura masih tidak mengetahui posisi Angga dimana tempat Angga karena Haykal tidak pernah memberitahunya. Dan Maura tidak bisa memberitahukan itu kepada Geo. Cewek itu memilih diam. Jika bukan karena Angga Maura benar benar akan membiarkan Haykal di dalam mobil sampai mobil itu meledak.
Maura juga tidak mengerti mengapa ia sejahat itu. Rasanya ia sudah mati rasa. Maura berjalan pergi. Entah kemanapun. Geo mengikutinya dari belakang. Mereka berdua berjalan kaki tanpa tujuan. Maura ingin menenangkan dirinya dan Geo hanya ingin Maura aman.
Maura menatap danau indah di depannya. Cewek itu bahkan tidak tahu ada danau disini. Maura duduk dan memilih menenangkan diri dengan menatap danau indah itu. Geo ikut duduk di samping Maura tanpa berbicara.
Mereka berdua sama sama terdiam. 1 jam...2 jam... mereka masih tidak bergerak. Bahkan sampai hujan turun Maura masih tidak ingin beranjak. Geo masih setia menemani Maura. Hujan semakin deras dan Geo tidak ingin Maura sakit.
"Ra pulang yuk!"
Namun Maura mengabaikannya. Maura tidak meminta Geo untuk berada disisinya. Maura tidak meminta Geo untuk melindunginya. Maura tidak meminta Geo untuk mengikutinya tadi. Jadi jika Geo berada dalam masalah dengan Haykal bukan karenanya kan?
"Kenapa masih suka sama saya?" tanya Maura.
"Eh?"
"Jessica pasti sakit jika melihat saya berduaan dengan anda disini."
"Ra gue cuma mau jujur sebenernya gue mau lupain lo tapi gue gak bisa. Gue udah usaha tapi tetep gue gak bisa berpaling dari lo."
Maura tersenyum miring cewek itu tidak termakan omongan Geo. Maura tahu Geo bukan pria baik. Maura berdiri. Cewek itu berjalan pergi. Namun kali ini Geo tidak mengikutinya. Geo merasa sakit ditolak berkali kali.
__ADS_1
Bagaimana cara agar Geo bisa melupakan Maura? Geo ingin sekali menanyakan hal itu kepada Maura. Atau setidaknya Geo ingin membenci Maura agar cowok itu bisa menjauhi Maura namun tidak bisa. Itu terasa sangat sulit baginya. Apakah ini semua salah Geo?
•••