
Pada tanggal 2 maret pukul 12 malam seorang anak kecil turun dari ranjang nya karena tidak bisa tidur. Ia lalu meng ambil sebuah kamera peninggalan ayah kandung nya di nakas dan membawa nya ke luar toko yang selama ini ia tinggali sebagai rumah setelah kedua orang tua nya meninggal akibat kecelakaan tunggal.
Gadis kecil itu melihat wanita dan seorang pria yang berbicara di seberang toko nya. Gadis kecil itu ter senyum lalu memotret kedua orang itu. Tak hanya itu ia juga memotret jalanan dan toko toko yang berdiri di sekitar rumah nya. Gadis kecil itu memang suka sekali memotret sesuatu dengan kamera kecil nya itu.
Sampai ketika nenek dari gadis itu ter bangun karena menyadari ketiadaan nya. Nenek gadis kecil itu mencari di sekeliling toko dan tidak menemukan nya. Dan saat keluar dari toko buku itu ia melihat cucu nya itu sedang memotret sesuatu.
"Ira kenapa kamu keluar malam malam begini?nanti kalau kamu di culik gimana?" gadis kecil ber nama Ira itu hanya ter senyum dan langsung ber lari masuk kembali ke toko. Saat wanita ber usia lima puluh tahun an itu hendak me nutup pintu toko dua orang pria ber diri di depan toko nya.
"Ah ada yang bisa saya bantu?"
Kedua pria itu langsung masuk dengan lancang. Membuat wanita itu takut.
"Kalian siapa?"
"Saya hanya me minta anda untuk tutup mulut."
__ADS_1
"Maksud anda apa?"
"Lihat dua orang di sebrang sana?"
Wanita itu meng angguk. Lalu salah satu pria mengeluar kan uang yang cukup banyak dan melemparkan nya ke dada wanita itu.
"Jangan sampai anda memberi tahu siapa pun. Kalau sampai anda bocor saya akan bakar toko ini, tidak hanya itu seluruh keluarga anda juga ada dalam bahaya jika sampai anda berani membocorkan nya."
Karena ke takut an sekaligus tidak me miliki siapa pun selain cucu nya dan toko buku tua yang ia tinggali wanita itu meng angguk.
Ke dua pria itu ter tawa dan langsung pergi me ninggal kan toko. Wanita itu lalu ber jalan ke kamar nya dan mendapati cucu nya itu sudah ter tidur pulas. Wanita itu ter senyum dan meng ambil kamera yang baru saja di pakai cucu nya itu.
Sejenak ia ber pikir itu adalah barang bukti yang bagus sehingga tidak ada satu orang pun yang bisa mem bantah nya.
Setelah men cerita kan semua nya Geo menghela napas lega. Akhir nya ia bisa menemu kan titik terang. Geo menatap kamera yang ada di genggaman nya.
__ADS_1
"Tapi sayang nya kamera nya jatuh kemarin malam jadi harus di perbaiki tetapi saya tidak me miliki uang untuk mem perbaiki nya."
Geo ter senyum dan meng angguk.
"Saya akan mem perbaiki kamera ini. Terima kasih sudah mem beri tahu saya. Ini nomor saya kalau ada apa apa bisa hubungi saya. Saya takut dua orang pria tadi macam macam."
"Saya juga ber terima kasih, semoga teman kamu bisa bebas berkat bukti ini."
Geo meng angguk. Setelah mendapat kan bukti itu Geo meng hampiri Arkan. Geo meng angkat kamera yang baru di dapati nya.
...****************...
TO BE CONTINUE
tunggu part selanjutnya saat author tidak sibuk
__ADS_1