TERTIDUR DEMI BIGTRES WEFARYN

TERTIDUR DEMI BIGTRES WEFARYN
47. KEJUTAN


__ADS_3

Maura ingin sekali bangun dengan amnesia. Dengan tidak meng ingat semua nya. Itu akan lebih baik. Ter nyata sulit melihat orang yang Maura sayangi meninggalkan nya tanpa per pisahan. Namun Maura ingat bahwa per pisahan mereka adalah saat Maura ber temu Angga dan Eric di mimpi nya. Mereka ber dua mem beri kan pesan untuk Maura agar men jaga diri dan tidak me mikir kan mereka ber larut larut.


Maura juga me nyadari bahwa kini dia dekat lagi dengan Geofani Grayson yang sekarang ber diri di samping nya me natap makam Angga dan Eric yang ber sebelahan. Cowok itu me nemani nya untuk hari ini. Dan Maura ber terima kasih.


Brian meng usap rambut Maura dan meng genggam tangan Maura dengan hangat. Mereka tidak boleh sedih ber larut larut karena Angga dan Eric pasti ingin Maura dan Brian bahagia.


Maura, Brian dan Geo me milih untuk tinggal sebentar saat para pelayat sudah pergi. Maura me megang nisan Angga dan me minta maaf.


"Gue juga mau minta maaf dan ber terima kasih," ucap Geo. "karena bikin gue jadi orang yang pemberani. Yang ngajarin gue cara melindungi diri buat me nyelamat kan orang yang gue sayang. Dan berkat itu juga gue bisa bayar uang sekolah gue. Setiap gue menang turnamen gue gunain uang itu untuk keperluan sekolah gue juga buat nyenengin anak anak panti." Geo ter senyum. Maura me noleh me natap Geo.


"Kamu kenal kak Angga? Sejak kapan?"


"Jadi dulu gue pernah di bully sama kakak kelas. Dan kakak lo bantuin gue. Dia ngajak gue buat ikut gabung ke..."

__ADS_1


"Ke?"


"Rahasia. Itu rahasia. Kamu nggak perlu tau." Geo ter tawa. "oh ya kamu masih ingat kan Lula dan anak anak panti?" Geo meng alih kan topik.


"Kenapa mereka?"


"Mereka nggak bisa ikut karena ibu panti lagi sakit. Dan sebagai ganti nya mereka siapin se suatu buat kamu."


"Kak!" tegur Maura sambil mem bungkam mulut Brian agar tidak ber bicara asal lagi. Brian tertawa begitu pula dengan Geo. "Ini pertama kali nya loh Maura salah tingkah."


Geo ter tawa.


"Kak!"

__ADS_1


"Iya iya."


Brian mengacak ngacak rambut Maura.


"Jangan sedih ya Ra? Mungkin sekarang tinggal kakak sama Geo yang bener bener peduli sama kamu dan yang bisa jagain kamu. Kamu jangan ngecewain kita ya?"


Maura menatap Geo. Geo ter senyum manis ke arah nya. Karena tidak bisa meng ungkap kan nya dengan kata kata Maura meng angguk angguk. Membuat Geo gemas sendiri. Ingin mencubit pipi Maura namun takut Maura marah. Maura benar benar menyeramkan jika marah.


"Yaudah deh kata nya anak panti itu mau siapin sesuatu. Kakak boleh ikut nggak?" tanya Brian sambil menaik turun kan dua alis nya.


"Nggak boleh. Mereka kan siapin nya buat Maura!"


"Geo? Kakak nggak boleh ikut?" Brian memelas. Cowok itu mengerucut kan bibir nya.

__ADS_1


__ADS_2