
Geo me matung. Pipi cowok itu me merah. Anak anak panti ber sorak. Brian ber tepuk tangan sambil ter tawa.
"Selamat ya!"
Geo meng garuk tengkuk nya yang tidak gatal. Cowok itu benar benar gugup.
"Sekarang kak Geo mau traktir kalian makan sebagai pajak jadian," ucap Brian mem buat Geo melotot. "ber canda." Brian ter kekeh. "kakak yang traktir kalian. Geo mana punya duit,"ejek Brian. Geo men dengus.
Akhir nya Brian meng ajak anak anak panti untuk makan di restoran dekat tempat tinggal mereka. Anak anak panti sangat senang begitu pula dengan Maura.
Maura dan Geo ber bincang bincang sambil me makan makanan mereka dengan asik. Brian tak mau kalah cowok itu juga me nyibuk kan diri dengan meng ajak Calista me ngobrol. Umur mereka tidak begitu jauh dan Calista sangat dewasa Brian me nyukai nya. Brian me rasa nyambung bila ber bicara dengan Calista.
"Aku mau meng ngajak kamu ke suatu tempat."
"Ke mana sih ge?" tanya Maura.
"Nggak kejutan dong kalau aku kasih tau ke kamu."
Maura ter tawa. Meng angguk.
Setelah selesai makan Geo, Maura ber pisah dengan Brian dan anak anak panti. Geo ingin meng ajak Maura ke suatu tempat. Dan me raya kan hari jadian nya dengan Maura. Geo tidak ber henti ber henti nya ter senyum.
Maura tidak tahu Geo akan mem bawa nya ke mana namun Maura selalu percaya Geo me miliki rencana yang tidak bisa di tebak oleh nya.
__ADS_1
Naik motor ber sama Geo menjadi kegiatan favorit Maura. Motor Geo memang Geo tinggal kan di panti agar ia bisa naik mobil ber sama Brian dan Maura saat ke pe makam an.
Meski pun per jalan nan nya jauh dan tidak kunjung sampai Maura tetap sabar dan me nunggu.
Maura ter senyum saat pemandang an pantai ter lihat. Ternyata Geo meng ajak nya ke pantai.
"Kamu udah pernah ke sini?" tanya Geo.
"Enggak."
"Kamu bakal nyesel kalau nggak pernah ke sini."
"Kan cuma pantai. Aku juga sering ke pantai."
Maura menaik kan alis. Penasaran.
"Ada deh kamu nggak boleh tau."
"Kasih tau dong."
"Nanti kamu juga tau sendiri."
"Ih nggak boleh gitu."
__ADS_1
Geo ter tawa. Cowok itu me markir kan motor nya. Tidak banyak orang karena pantai ini tidak banyak yang tahu. Geo bahkan mengetahui nya karena ia pernah ter sesat di sekitar sini.
Geo meng genggam tangan Maura. Geo meng ajak nya ke pinggir pantai. Geo me nunjuk perahu kecil.
"Kamu lihat itu Ra!"
Maura meng angguk.
"Kita bakal naik itu."
"Apa?"
Maura ber henti.
"Kenapa? Kamu nggak suka?"
"Bukan. Bukan nya nggak suka. Aku cuma takut jatuh."
"Enggak. Enggak bakal jatuh. Kamu percaya aku kan? Kalau pun kita jatuh kita kan bisa be renang." Maura meng geleng mem buat Geo ter tawa.
"Ya enggak lah Ra. Mana bisa aku biar in kamu jatuh." Maura ter senyum dan meng angguk. Geo meng acak ngacak rambut Maura gemas. Geo meng ajak Maura untuk duduk di perahu dan ia akan men dayung nya.
TO BE CONTINUE
__ADS_1
Tunggu part selanjutnya saat author tidak sibuk ya