TERTIDUR DEMI BIGTRES WEFARYN

TERTIDUR DEMI BIGTRES WEFARYN
28. HUKUMAN


__ADS_3

"Saya turun di sini saja ya."


"Rumah kamu yang mana Ra biar aku antar sampai di rumah mu ra?"


" tidak perlu, Rumah saya sudah dekat. Terima kasih, sudah antar saya pulang."


"Oh oke. Aku balik dulu ya Ra sampai jumpa besok di sekolah ya ra!"


Arkan me lambai kan tangan nya. Maura ter senyum. Namun senyum nya langsung pudar saat mengingat Arkan yang meng ingin kan malam makan ber dua dengan nya saat ber hasil keluar dari rumah Jessica.


Vanya melipat tangan di dada. Wanita itu me natap Maura penuh amarah. Tanpa basa basi Vanya menarik Maura dengan keras.


Vanya men dorong Maura masuk ke kamar mandi. Tak hanya itu Vanya me nyiram se luruh tubuh Maura.


"Ini pelajaran buat kamu karena kamu telat pulang. lain kali pulang tepat waktu. "


Maura meng gigil. Cewek itu hendak minta maaf tetapi Vanya malah me nampar nya.


"Ingat kamu di sini itu cuma numpang! saya se benar nya tidak ingin kamu di sini, tetapi saya ter paksa meng izin kan kamu tinggal di sini,, jadi jangan se enak nya jika di sini"


Dan Vanya menutup pintu kamar mandi dengan keras. Maura me meluk diri nya sendiri. Ia benar benar ke dingin an.


Maura memang salah. Tapi harus kah ia men dapat kan per lakuan seperti itu? Maura me mohon untuk di buka kan pintu namun Vanya meng abai kan nya.

__ADS_1


Maura tidak bisa me minta bantuan kepada siapa pun. Eric mungkin sudah be kerja sejak tadi.


Maura meng hela napas panjang. Mungkin ini per tama kali nya dia di hukum. Sedang kan Eric. Eric pasti sering men dapat yang lebih buruk dari ini.


Maura me nunggu. Meskipun Maura sudah tidak kuat lagi namun ia tetap ber tahan.


2 jam ber lalu dan Vanya masih tidak me nunjuk kan tanda tanda ingin mem buka kan pintu untuk Maura.


Maura men dengar suara Eric. Maura meng ngetuk ngetuk pintu dan me manggil manggil Eric.


"Kemana kak Maura? Dia tadi absen kerja," ucap Eric.


"Dia sedang di hukum. Kamu jangan ikut campur urusan mama."


"Ma udah cukup. Kak Maura kurang apa sih? Dia udah kerja buat kita. Dia juga nanggung biaya sekolah nya sendiri. kenapa mama tega, kalok aku yang di posisi kak Maura apa mama tega juga sama aku?"


Namun Eric malah me nantang Vanya. Cowok itu malah ingin mem buka kan pintu untuk Maura namun Vanya me nahan nya.


"Bisa nggak sih kamu nggak usah ikut campur hah?"


"Nggak! Sekarang mana kunci kamar mandi nya?"


"Kamu nantang?"

__ADS_1


"Iya kenapa?"


"Oke kalau begitu."


Lalu dengan mudah nya Vanya mem buka kunci dan mengeluar kan Maura.


"Sekarang gantian kamu yang di hukum!"


Vanya men dorong Eric dan mengunci cowok itu di kamar mandi.


"Kamu ikut saya!"


Maura yang hendak protes di tarik paksa dan di kurung di kamar nya. Maura meng ngetuk ngetuk pintu dengan keras ber harap Vanya mau mem buka nya.


Maura tidak mau Eric di hukum karena nya. Ini salah nya. Maura yang frustasi ingin meng hancur kan pintu kamar nya sendiri.


Toktoktok


Maura menoleh saat jendela nya di ketuk. Maura yang penasaran menghampiri jendela kamar nya ber harap siapa pun itu me nunjuk kan wujud nya.


Maura benar benar bosan di ganggu. Cewek itu tidak punya waktu untuk meng hadapi orang tidak punya kerjaan.


"Maura!"

__ADS_1


Maura terkejut saat melihat Arkan.


"Arkan?"


__ADS_2