
Disinilah Hanum sekarang, di ruangan rumah sakit tempat maya di rawat, Hanum tersenyum saat melihat gips nya sudah di lepas dari kaki Maya.
''Semalam Siska bisa aku hubungi, Riska ada di penjara loh sekarang dan Papanya gak mau membayar jaminan untuk kebebasan Riska, Riska negatif saat di tes tapi dia sedang melakukan itu di ranjang dengan pacarnya, pacarnya positif pengguna dan polisi menangkap semua orang yang ada di hotel. ''
jelas Hanum dan Maya sampai tersentak mendengarnya.
''Oh Tuhan......Riska benar benar salah jalan, kita sudah ingatkan dari awal tapi cinta membodohinya. ''
ucap Maya dan Hanum mengiyakannya.
''Siska gak sebebas dulu, sekarang dia benar benar di awasai Papanya imbas kelakuan Riska, pantesan kemarin di kampus banyak polisi, ternyata mereka memalukan karena membawa bawa nama baik kampus, Riska di Do dari kampus. ''
''Memang itu hadiah setimpal untuk mereka sih, aku prihatin dan gak nyangka kalau Riska berhasil membuat dirinya terjerumus, berarti pesta *** nya yang Riska lakoni kalau gitu. ''
''Mungkin akan mengarah ke obat terlarang tapi keburu kena Razia deh. ''
''Bisa jadi sih Hanum, pasti Riska nangis tuh di dalam penjara. ''
Percakapan keduanya terhenti saat Mamanya Maya datang dengan dokter yang kemarin memeriksa Maya, dokter sedang memastikan kaki Maya sebelum keluar dari rumah sakit.
''Kakinya sudah merespon dan sementara pakai tongkat buat membantu jalannya, ingat satu minggu satu kali therapy sesuai jadwal yang sudah saya buatkan yaah. ''
jelas Dokter dan Maya mengiyakannya.
Dokter langsung pamit keluar ruangan rawat namun sebelumnya melirik ke arah Hanum dan tersenyum, Hanum gelagapan dan hanya menjawab dengan anggukan.
''Sebentar yaa, tunggu supir membawakan barangnya dulu. ''
ucap Mamanya Maya dan Maya mengangguk.
''Kamu pakai kursi roda yaa jangan pakai tongkat, jarak ke lobi utama jauh loh. ''
ucap Hanum dan di setujui Mamanya Maya.
Supir datang dan Mamanya Maya memberikan barang barangnya, Hanum langsung membantu Maya duduk di kursi roda lalu Hanum yang mendorong kursinya.
''Hanum......kamu kesini pakai mobil sendiri atau pakai taksi?? ''
Tanya Maya saat masuk kedalam lift.
''Pakai mobil sendiri, memangnya kenapa?? ''
jawan Hanum sambil menekan tombol lobi utama di lift.
''Mama aku pulang sama Hanum saja, Mama duluan yaa sama supir. ''
pinta Maya dan Mamanya mengiyakannya.
''Iya Sayang dan nanti Mama nunggu kamu masuk kedalam mobil baru Mama pergi. ''
jawab Mamanya Maya dan Maya mengiyakannya.
Lift terbuka dan Hanum kembali mendorong kursi rodanya namun Mamanya Maya meminta Hanum untuk membawa mobilnya dari parkiran, Hanum setuju dan langsung berjalan duluan untuk mengambil mobilnya di parkiran.
Tak lama menunggu akhirnya mobil yang Hanum kemudikan sampai di depan lobi utama tepat di depan Maya, Hanum langsung keluar dan membantu Maya untuk masuk kedalam mobil sampai duduk Nyaman.
__ADS_1
Hanum membuka pintu belakang mobil dan memberikan kotak dari Bundanya pada Mamanya Maya dan mama nya Maya langsung berterimakasih saat menerimanya.
Hanum kembali masuk kedalam mobil lalu mengemudikan mobilnya menuju rumah Maya, Maya sedang menghubungi Siska dengan panggilan Vidio dan tak lama panggilan diangkat oleh Siska.
Dalam Panggilan saat ini......
''Mayaaa.........kamu beneran boleh pulang?? ''
''Berisik Siska, kenapa mesti teriak sih dan lagian kamu mau aku di rawat selamanya?? Jahat. ''
''Bukan gitu ihh kamu sensi banget deh, kamu sama Hanum gak sekarang?? ''
''Noh Hanum lagi mengemudi dan aku ada di mobil berdua dengan Hanum. ''
''Hallo Siska.....ngapain kamu nanyain aku?? ''
''Sombong amat kamu Hanum, awas nanti di kampus aku balas. ''
''Gak takuut tuuh......''
''Sudah jangan debat, Siss di rumah kamu ada siapa saja?? ''
''Ada Papa dan Mama lagi pergi ke rumah Nenek buat minta bantuan jaminan Riska, kenapa emangnya?? ''
''Kita mampir yaa ke rumah kamu, boleh kan?? ''
''Boleeh banget aku tunggu yaa. ''
''Sipp kami meluncur. ''
''Yakin gak akan masalah kalau ke rumah nya Siska, Papanya galak loh. ''
tanya Hanum dan Maya langsung tertawa.
''Pokonya kita ke rumah Siska dan Papanya Siska baik loh cuma tegas saja. ''
jawab Maya dan Hanum mengangguk.
''Oh iya sampai lupa, Dokter yang nanganin aku di rumah sakit nanyain kamu kemarin sore loh, kayanya dia naksir kamu deh Hanum. ''
ucap Maya kembali dan Hanum langsung mendelik.
''Jangan bicara omong kosong, ngada ngada kamu itu Maya. ''
ucap Hanum dan Maya langsung terbahak.
''Aku buktikan oke Hanum. ''
ucap Maya sambil mengotak atik handphone nya dan tak lama Maya mengarahkan panggilan nya pada Hanum.
Ternyata Maya menghubungi Dokter itu dan membuat Hanum memukul lengan sahabatnya yang malah terbahak bahak.
''Hai Dokter, Hanum gak percaya kalau Dokter nanyain Hanum loh. ''
ucap Maya yang mengadu dan membuat Hanum gelagapan karena Dokternya sedang menatapnya karena Maya menyipan handphone di depan nya.
__ADS_1
''Hai Hanum.....Saya minta nomer kamu. Maya tapi gak ngasih dan di suruh minta sendiri, tadi saya sedang buru buru makanya gak sempat minta, boleh kan saya meminta nomer handphone nya?? ''
jelas sang Dokter dan Hanum langsung terdiam menatap Maya.
''Nanti saya kirim nomer Hanum nya Dok, dia sudah memberikan ijin. ''
ucap Maya yang berbohong dan membuat Hanum mendelik.
''Terimakasih Hanum dan saya tunggu nomernya Hanum yaa Maya, secepatnya. ''
jawab Sang Dokter dengan senyum tampan nya.
Panggilan berakhir. ....
''Kamu berniat jadi Mak comblang yaa, sekalian buka biro jodoh. ''
ledek Hanum dan membuat Maya terbahak bahak mendengar protesan sahabatnya.
''Namanya Dokter Jibran, dia Dokter tampan loh Hanum dan kamu sangat beruntung di sukai sama dia, aku sudah kirimkan nomer kamu ke dia tunggu saja akan ada notif masuk ke handphone kamu. ''
ucap Maya dan benar tak lama handphone nya berbunyi.
''Hahaaaaa......benar kan. ''
ucap Maya dengan tawanya dan semakin membuat Hanum kesal.
''Aku lempar kamu keluar yaa Maya, berhenti menertawakan aku. ''
teriak Hanum dengan nada kesal dan Maya langsung sedikit sedikit berhenti tertawa.
''Oke oke Hanum sayang dan kita akan jadikan topik untuk nanti di bahas di rumah Siska. ''
ucap Maya dan Hanum tidak menghiraukannya dan memilih membunyikan klakson agar gerbang terbuka.
Ternyata Siska menunggunya di pos satpam dan langsung masuk kedalam mobil setelah mobil Hanum melewati pagar.
''Ahh.....kangen kaliaaan. ''
heboh Siska dan Hanum langsung kaget mendengar teriakan Siska.
''Siska stop yaa aku lagi menyetir nanti nabrak. ''
peringatan Hanum dan Siska langsung cekikikan.
''Aku tuh happy karena bertemu kalian. ''
ucap Siska dan Maya langsung bertos ria dengan Siska.
Hanum memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu rumah Siska agar Maya tidak kesusah turun nya, Siska membantu Maya turun dan Hanum memutar mobilnya untuk memparkirkan dekat garasi.
.
.
Bersambung......
__ADS_1