
Mobil Reno tiba di hadapan Hanum dan Reno menggeram saat melihat dokter Jibran ada di samping Hanum.
Reno membuka pintu depan mobilnya dan langsung menggendong Hanum lalu mendudukannya hingga Hanum nyaman dan memasangkan sabuk pengamannya juga.
Hanum menahan nafasnya karena terlalu dekat dengan Reno yang membuat jantungnya berdetak kencang, bahkan Hanum hanya diam saat Reno selesai memasangkan sabuk pengamannya.
Bunda Mita dan Tante Mila memasukkan barang ke bagasi di bantu oleh Dokter Jibran.
''Tolong kembalikan kursi rodanya yaa Dokter. ''
ucap Reno saat melihat barang sudah selesai dan Jibran mengiyakannya.
''Terimakasih Dokter. ''
ucap Bunda Mita saat akan masuk kedalam mobil dan Jibran tersenyum.
''Reno kamu ini gak sopan nyuruh Dokter. ''
protes Tante Mila pada putranya saat Bunda Mila menutup pintunya.
''Dia nya ajah gak keberatan Mama dan katanya Teman Hanum kan?? Yaaa.....harus mau dong. ''
jawab Reno dan Mamanya hanya mendelik dengan ucapan putranya.
''Handi pasti nyariin karena di rumah cuma ada Bibi tapi saya sudah titip pesan sama Bibi sebelumnya Mba. ''
ucap Mamanya Reno dan Bunda nya Hanum mengangguk tersenyum.
''Handi bukan tipekal anak rewel dan kalau di berikan pengertian akan mengerti dengan sendirinya. ''
ucap Bundanya Hanum yang memang fakta nya kalau Handi anak yang baik dan nurut.
Hanum hanya diam dan bersandar, Reno membenarkan kursi nya agar Hanum sedikit bersandar nyaman, Hanum membuka matanya dan tersenyum ke arah Reno.
''Makasih Kak. ''
ucap Hanum dan Reno mengangguk.
''Sudah nyaman belum?? Kalau belum Kakak turunkan lagi kursinya. ''
tanya Reno dan Hanum menganggukkan kepalanya.
''Nyaman Kak dan gak usah terlalu turun juga. ''
jawab Hanum sambil memejamkan kembali matanya.
Kedua ibu duduk di kursi belakang begitu asik dengan pembicaraannya sedangkan Reno sesekali menatap ke arah Hanum, entah kenapa melihat Hanum membuat Reno damai sekali.
.
.
Di kampus Hanum saat ini.....
Siska dan Maya akan datang ke rumah Hanum setelah mengetahui kabar kepulangan Hanum, mereka berdua kesepian tanpa Hanum karena Hanum lah yang selalu membuat suasana jadi ramai.
__ADS_1
''Sepi gak ada Hanum dan Dosen Killer nya seperti kecarian mencari Hanum. ''
ucap Siska sambil merapihkan buku bukunya.
''Kita jadi ke rumah Hanum kan Siis?? ''
tanya Maya dan Siska mengangguk.
''Aku dapat ijin dari Papa jadi aman, kita bisa sepuasnya di rumah Hanum. ''
jawab Siska dan Maya mengangguk.
''Bawa apa yaa buat Hanum?? Hanum selalu punya ide apa yang di bawanya tapi sekarang kita malah ga punya ide. ''
keluh Maya dan membuat Siska tertawa.
''Telphone Hanum nya mau di bawakan apa dan kita belikan langsung. ''
sebuah ide dari Siska dan Maya langsung mengirim pesan pada Hanum.
''Telphone bukan kirim pesah ihh, kamu lamban deh mayaa. ''
protes Siska dan membuat Maya mendelik.
''Hanum lagi sakit pusing bukan cedera kaya aku, gimana kalau ganggu dodol. ''
jawab Maya dan Siska mendelik ke arah Maya.
''Belikan Buah sama coklat saja itu ide bagus. ''
ucap Siska dan Maya menyetujuinya.
Siska mengemudikan mobilnya sedangkan Maya duduk manis di sampingnya sambil bertukar pesan dengan Hanum.
.
.
Di kediaman Hanum saat ini.....
Reno benar benar siaga menggendong Hanum menuju kamarnya karena Hanum menolak saat Bunda meminta Hanum tidur di kamar tamu bawah, Reno langsung membawa Hanum menuju kamar lantai dua.
Reno berdecak kagum dengan suasana kamar Hanum yang begitu nyaman, dinding kamarnya banyak di hiasi dengan gambar gambar indah.
''Makasih karena Kak Reno mau menggendong Hanum dari rumah sakit sampai ke kamar ini. ''
ucap Hanum saat Reno merebahkan Hanum di ranjangnya dan merapihkan selimbut nya.
''Sama sama Hanum dan Kakak gak keberatan, kalau butuh apapun jangan sungkan untuk bilang yaa. ''
ucap Reno dan Hanum mengangguk.
Reno membuka jendela kamar dengan lebar dan menutup gordennya seperti kebiasaan yang di lakukan Hanum, Hanum hanya diam memperhatikan Reno yang ada di hadapannya.
Bundanya Hanum masuk kedalam kamar sambil membawa air minum untuk Hanum agar tidak kesusahan, Reno langsung pamit setelah selesai dengan jendela.
__ADS_1
''Reno pamit yaa Tante, kalau butuh bantuan jangan sungkan mengatakannya dan Reno siap. ''
pamit Reno dan Bundanya Hanum tersenyum mengangguk.
''Makasih Reno. ''
jawab Bundanya Hanum dengan senyum nya.
Reno langsung meninggalkan kamar Hanum dan Bunda Mita langsung merapihkan selimbutnya Hanum, Hanum hanya diam memperhatikan Bundanya.
''Ac nya di copot Bunn jadinya?? ''
tanya Hanum dan Bundanya mengangguk.
''Kamar ini dingin alami dan Ayah sengaja mencabut Ac nya karena takut kamu kambuh lagi karena kelupaan, tinggal buka jendela lebar dan angin alami yang akan menyejukkan kamu. ''
jawab sang Bunda dan Hanum mengiyakannya.
''Teman Hanum akan datang Bunn sepulang dari kampus, tolong siapkan minuman sama makanannya yaa Bunn, maaf merepotkan. ''
ucap Hanum dan Bundanya tersenyum.
''Sudah kewajiban Bunda sebagai tuan rumah menyiapkannya, yasudah kamu istirahat sampai teman teman kamu datang yaa dan Bunda akan menyiapkan cemilannya. ''
ucap Sang Bunda dan Hanum mengangguk.
Hanum sedang bertukar pesan dengan Maya dan membuatnya tersenyum karena ucapan selengean Maya selalu saja mengundang tawa.
Hanum menyimpan handphone nya setelah selesai bertukar pesan dengan Maya, Hanum memandang langit langit kamarnya lalu sekilas teringat saat Reno dengan mudahnya menggendong dengan tenang bahkan Hanum nyaman dengan wangi tubuh Reno.
''Hanum pliis jangan ketinggian kalau menginginkan sesuatu, Kak Reno terlalu tinggi untuk kamu gapai dan itu sangat sulit di jangkau. ''
gumam Hanum sambil menggelengkan kepalanya yang di penuhi nama Reno.
Saat sibuk dengan pikirannya pintu kamar terbuka, suara heboh Siska langsung membuyarkan lamunannya dan Hanum tersenyum ke arah Siska.
Maya membantu Hanum duduk bersandar sedangkan Siska membuka gorden kamar setelah Hanum memintanya.
''Ac nya beneran di copot, auto kepanasan kita sekarang. ''
ucap Maya dan membuat Siska replek memukul lengan Maya.
''Demi kebaikan Hanum, sana di balkon kalau mau sejuk kalau menurut aku sih sejuk di kamar ini dan alami dari angin. ''
ucap Siska dan Maya hanya mendelik sebal ke arah sahabatnya.
''Riska pengen ikut jenguk tadi bilangnya tapi dia gak di ijinkan Oma untuk keluar rumah dan Mama kan sudah pulang ke rumah jadi ga bisa antar Riska kemari, Riska hanya titip pesan dan semoga kamu cepat pulih katanya. ''
jelas Siska dan Hanum mengangguk tersenyum.
''Gak apa apa ko Siss dan lagian kasian Riska kejauhan datang ke rumahku. ''
jawab Hanum dan Siska hanya tersenyum.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......