
Tiba di ruangan rawat Maya, Siska langsung terkikik geli melihat kaki Maya di gips dan membuat Maya mendelik ke arah sahabatnya itu.
''Siska stop jangan membuat Maya kesal. ''
Ucap Hanum yang menghentikan tawa Siska pada sahabatnya.
''Tante titip Maya dulu yaa, mau pulang ambil pakaian ganti sama nebus obatnya Maya. ''
Ucap Mamanya Maya dan kedua sahabat Maya pun menyetujuinya.
Selepas kepergian Mamanya Maya ketiga sahabat itu langsung memakan makanannya dengan Hanum membantu Maya membenarkan letak duduknya agar lebih nyaman dengan meninggikan berangkar bagian kepala Maya.
''Kamu cocok jadi perawat Hanum, sangat perhatian dan penyayang sekali. ''
puji Siska dan membuat Hanum mendelik karena sahabatnya selalu saja memuji tapi seperti mengejek lalu menjatuhkannya langsung.
''Sudah jangan mengobrol aku mau makan makanannya dulu dengan khusyu. ''
Ucap Maya yang mengalihkan obrolan Hanum dan Siska.
Hanum begitu telaten memberikan makanan pada Maya dan Maya dengan mudah memakannya, ketiga sahabat itu langsung memakan makanannya sambil membicarakan apapun yang di bahasnya.
''Jadi Riska semakin menjadi sekarang?? ''
Tanya Maya dan keduanya mengangguk.
''Aku sebenarnya gatel sekali pengen laporin ke Mama tapi kata Hanum jangan. ''
Jawab Siska dan Maya menyetujuinya.
''Benar kata Hanum dan biarkan Riska mendapat pelajarannya karena laki laki itu hanya memanfaatkannya dan juga hanya suka pada ************ wanita, aku cuma takut Riska jadi target berikutnya setelah hamidun di tinggalkan dan gak mengaku deh perbuatannya. ''
Ucap Maya dan kedua sahabatnya langsung terdiam.
''Biarkan saja lah kita semua sudah memperingatinya dan aku menunggu saat itu terjadi loh. ''
Ucap Siska dan Hanum replek memukul lengan Siska.
''Kamu ke saudara malah mendoakan yang tidak tidak siih, kalau mau buat jebakan agar si play boy kena batunya dan di saksikan sama Riska ''
Ucap Hanum dan Siska langsung menghembuskan nafasnya karena akan sulit melakukannya.
''Dia itu selicin belut akan sangat susah sekali Hanum. ''
Ucap Maya dan di setujui oleh Siska.
__ADS_1
''Jalan satu satunya adalah berdoa semoga Riska dapat hidayah. ''
ucap Hanum dan di amainkan ketiganya.
.
.
Dua jam kemudian Mamanya Maya kembali ke rumah sakit dan Maya sedang tertidur, Siska dan Hanum langsung pamit dan Mamanya Maya langsung berterimakasih pada kedua sahabat putrinya.
Sampai di area parkir, Hanum langsung masuk dan duduk di kemudinya sedangkan Siska duduk di samping nya.
''Kamu antarkan aku pulang dulu kan Hanum?? ''
tanya Siska dan Hanum mengangguk.
''Aku akan menepati janji jadi jangan khawatir Siska dan untuk urusan Riska biarkan saja dia, kamu jangan mengadukan ke orang tua kamu kasihan nanti sedih, nanti akan ada waktunya RIska sadar. ''
ucap Hanum dan SIska mengiyakannya.
Tiba di kediaman Siska, Hanum hanya mengantar sampai gerbang dan gak berniat memasukkan mobilnya ke dalam, setelah Siska memasuki gerbang rumahnya, Hanum langsung melajukan mobilnya menuju kediamannya.
Perjalanan dua puluh menit di lalui oleh Hanum dan tiba dengan selamat di rumahnya, mobil Ayahnya sudah ada dan artinya Ayahnya sudah kembali.
''Kamu darimana saja Hanum?? Barusan Tante Selena mampir nanyain kamu loh. ''
''Hanum lupa minta ijin, habis dari rumah sakit jengukin Maya yang di rawat dan Siska juga ikut bukan hanya Hanum, memangnya ada apa Ayah?? ''
ucap Hanum yang langsung duduk di samping sang Ayah.
''Teman kamu katanya kena razia di sebuah hotel dan Tante kamu takut kamu ikutan makanya kesini. ''
ucap sang Ayah dan Hanum langsung tersentak.
''Teman Hanum yang mana Ayah?? Razia apa memangnya kok sampai di hotel sih?? ''
tanya Hanum sambil was was teman mana yang kena razia.
''Kata Tante Selena namanya Riska dan Razia nya yaitu pesta *** dan obat terlarang, sekarang masih di tangani polisi. ''
jawab Ayahnya Hanum dan membuat Hanum langsung terdiam.
''Ya ampun Riska dan baru saja kami bertiga menyusun rencana agar RIska sadar, dia jatuh cinta sama laki laki yang salah Ayah dan di manfaatkan. ''
''Ke depannya kamu hati hati dan jangan berteman dengan teman seperti itu karena nantinya kamu kena imbasnya juga kena kejelekannya, Ayah senang karena kamu gak terlibat sayang. ''
__ADS_1
''Gak lah Ayah dan lagian Hanum gak sembarang berteman juga, Hanum ke kamar yaa mau bersih bersih dulu ada sisa bau rumah sakit yang menempel. ''
Hanum langsung menuju kamarnya untuk menghubungi Siska namun tidak ada jawaban, Hanum merasa sangat sedih dengan yang terjadi pada Riska dan imbasnya Siska jadi sedih.
''Semoga kamu baik baik saja Siska, aku gak tau bagaimana kondisi kamu disana. ''
gumam Hanum dalam hatinya sambil masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
.
.
Malam menjelang......
Hanum seperti biasa harus menjemput adiknya di rumah Tante Mila, Hanum langsung masuk ke rumah ternyata adiknya sedang makan malam dengan Tante Mila dan suaminya Tante Mila.
''Hanum ayo makan bersama kami, Handi lagi makan soalnya. ''
ucap Tante Mila dan Hanum langsung tersenyum.
''yasudah Hanum pulang dan makan di rumah saja nanti Handi di jemput lagi setelah selesai makan. ''
ucap Hanum yang menolak ajakan makannya lalu pamit pulang.
Hanum keluar dari rUmah Tante Mila dan bersamaan dengan Reno yang memarkirkan mobilnya, Hanum langsung cepat cepat menuju rumahnya karena dia malas kalau harus berpapasan dengan idolanya yang membuatnya sakit.
Reno langsung mengerutkan keningnya saat melihat Hanum berlari kecil menuju rumahnya dan tidak seperti biasanya, biasanya Hanum akan menunggu Reno keluar dari mobil terlebih dahulu dan menanyakan Reno.
''Ada apa dengan anak itu, biasanya suka nyapa dan menunggu sampai aku keluar dari mobil. ''
gumam Reno dalam hatinya sambil masuk kedalam rumahnya.
Hanum langsung duduk di samping Papanya saat tiba di ruang makan dan membuat kedua orang tuanya merasa aneh dengan tingkah putrinya.
''Mana adik kamu nya sayang?? Kenapa pulang sendirian?? ''
tanya Bunda Mita dan Hanum menggelengkan kepalanya.
''Handi malah lagi makan sama Tante Mila, jadi Hanum pulang lagi saja dan Nanti Tante Mila katanya yang antarkan Handi pulang. ''
jawab Hanum dan Bundanya tersenyum lalu meminta Hanum untuk makan.
Hanum memakan makanan yang di mintanya tadi pagi pada Bibi dan kedua orang tuanya tidak mempermasalahkannya karena Bibi juga menyanggupi membuatkan makanan yang di minta Hanum.
.
__ADS_1
.
Bersambung......