
Reno memgemudikan mobil Hanum menuju pulang ke rumah, Bundanya Hanum hanya diam dan tatapannya begitu kosong.
''Sebenarnya Hanum sakit apa Tante?? Kenapa bisa kejang kejang?? ''
tanya Reno yang memecahka keheningan.
''Saat Hanum kelas satu SMA, dia pernah di operasi di bagian kepala akibat benturan saat kecelakaan, efek operasi masih ada pada Hanum dan Hanum akan panas tinggi, menggigil dan kejang kejang, ini ke empat kalinya Hanum kejang padahal sudah lama Hanum gak pernah terserang lagi. ''
jelas Bundanya Hanum dan Reno langsung terdiam mendengarnya.
''Pantas saja sampai panas tinggi dan kejang kejang karena pernah ada luka ternyata. ''
ucap Reno dan Bundanya Hanum mengiyakannya.
''Hanum sangat sangat di jaga jangan sampai dia sakit panas, mungkin karena semalaman menggunakan AC dan perutnya dalam keadaan kosong. ''
jelas Bundanya Hanum dan Reno mengerutkan keningnya.
''Semalam hampir jam satu malam Hanum keluar dari jendela kamarnya, membawa gelas Tante tapi saat Reno memperhatikannya Hanum masuk kembali kedalam kamar dan menutup pintunya, biasanya jendela balkon Hanum itu terbuka lebar dan gorden yang tertutup. ''
''Pantas Hanum semalam menggunakan Ac nya karena jendela tertutup, padahal sudah Tante ingatkan jangan menggunakan Ac malam hari, makanya Hanum selalu membuka jendela kamarnya karena Ac di malam hari sangat tidak bagus untuk tubuhnya. ''
''Mungkin karen Reno memperhatikannya jadinya Hanum menutup jendelanya Tante. Duuh.....andai Reno gak menyapanya. ''
''Sudah jangan salahkan diri kamu Reno, semua kelalaian Hanum dan Tante sudah sering memperingatinya. ''
Tak terasa mobil yang di kemudikan Reno tiba di depan rumah Hanum dan Reno memarkirkannya, Handi keluar dari rumah Reno dan berlari ke arah Bundanya.
''Bunda.....Kak Hanum kenapa?? ''
tanya Handi yang terlihat sembab matanya.
''Kakak baik baik saja sayang, dia sakit demam ajah dan kamu jangan khawatir. ''
jawab Sang Bunda dan Handi mengangguk.
''Bagaimana keadaan Hanum Mba?? Saya mau menjenguknya tapi nunggu Handi pulang sekolah dulu takut mencari Mba. ''
ucap Mamanya Reno saat menghampiri.
''Hanum masih belum sadar dan panasnya masih tinggi tapi kejang kejangnya sudah di tangani, makasih sudah membantu menjaga Handi yaa Mba Mila. ''
jelas Bunda nya Hanum dan Mamanya Reno langsung menghela nafasnya.
''Jangan sungkan yaa, biarkan Handi di jaga saya selama Mba dan Suami menjaga Hanum, ada Reno yang menemani Handi juga. ''
__ADS_1
ucap Mamanya Reno dan Bundanya Hanum tersenyum mengangguk.
Betapa beruntungnya dia memiliki tetangga baik hati dan sangat membantunya dalam keadaan seperti sekarang ini dan membuat Bunda nya Hanum bersyukur.
''Tante siapkan semua barangnya dan nanti Reno antar ke rumah sakit lagi. ''
ucap Reno dan saat Bundanya Hanum akan menolak Mamanya Reno menggelengkan kepalanya.
''Sudah Mba siapkan barang barangnya yang akan di bawa, saya juga mau ikut dan melihat keadaan Hanum biar Handi bisa ikut juga. ''
ucap Mamanya Reno dan Bunda nya Hanum tersenyum.
Reno langsung menuju rumahnya di ikuti Mamanya, Reno menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya dan Mamanya Reno pun ikut bersiap karena akan ikut ke rumah sakit melihat keadaan Hanum.
Di rumah sakit saat ini......
Maya selesai dengan Therapy nya dan sudah menunjukan pemulihannya, tinggal sakit sedikit lagi dan dengan dua kali therapy lagi keadaan Maya akan kembali semula.
''Dokter tahu gak?? Hanum sekarang di rawat loh di rumah sakit ini juga. ''
ucap Maya saat Jibran memberikan resep obat terbarunya.
''Kamu jangan bercanda Maya, kemarin Hanum baik baik saja. ''
''Kalau gak percaya sama saya, ayo ikut karena saya juga sedang menunggu sahabat saya dan mau sama sama ke ruangan Hanum. ''
ucap Maya dan Jibran pun percaya karena terdengar dari nada bicara Maya sangat serius.
Jibran langsung merapihkan meja kerjanya dan mengikuti Maya menuju ruangan Hanum, namun sebelumnya Maya menunggu Siska yang sedang dalam perjalanan dari kampus.
Hanya menunggu beberapa saat akhirnya Siska datang dan Maya langsung mengajak Siska menuju ruangan Hanum di ikuti Jibran dari belakang.
''Kamu yang ketuk pintunya Siss, aku sungkan ahh gak berani. ''
ucap Maya dan Siska hanya mendelik sebal tapi Jibran lah yang mengetuknya.
Jibran langsung membuka pintunya saat terdengar sahutan dari dalam, Siska langsung berjalan menerobos melihat keadaan Hanum.
''Ya ampun Hanumku.......''
ucap Siska yang langsung memeluk Hanum dan membuat Maya memutar bola matanya karena Siska sangat tidak sopan.
''Sore Om......saya Maya sahabatnya Hanum dan yang gak sopan ini Siska sahabatnya Hanum juga, kalau Dokter ini. Dokter Jibran teman Hanum. ''
jelas Maya memperkenalkan diri karena baru pertama kalinya bertemu Ayahnya Hanum.
__ADS_1
''Terimakasih sudah datang menjenguk Hanum yaa. ''
jawab AyahNya Hanum dengan nada yang begitu ramahnya.
Siska melepaskan pelukannya dan mengusap lengan Hanum, Hanum hanya tersenyum samar membalasnya karena tubuhnya sangat lemah saat ini.
''Kamu kenapa bisa seperti ini Hanum?? Kamu kecapean yaa gara gara antarkan aku bertemu Riska kemarin?? ''
ucap Siska dengan nada sedihnya dan Maya memukul lengan Siska.
''Jangan bilang gitu Siska dan harusnya kita semangati Hanum biar segera pulih. ''
protes Maya dan membuat Ayahnya Hanum tersenyum mendengar perdebatan kedua sahabatnya Hanum.
Ayahnya Hanum mengajak Jibran untuk duduk dan membiarkan kedua sahabat Hanum menemani Hanum, Jibran langsung setuju dan duduk di samping Ayahnya Hanum.
''Hanum sakit Apa Om?? Kemarin bertemu saya dia baik baik saja. ''
tanya Jibran dengan nada seriusnya karena Jibran yakin ada sesuatu dengan Hanum.
''Hanum hanya kambuh sakitnya, panas tinggi dan berujung kejang kejang. ''
jawab Ayahnya Hanum dan Jibran langsung terdiam sambil menatap ke arah Hanum yang sedang di goda kedua sahabatnya.
''Sakit apa Hanum sebelumnya?? Gak mungkin tiba tiba panas tinggi dan kejang kejang, ada alasannya kan Om dan kenapa?? ''
''Beberapa tahun lalu Hanum melakukan operasi di kepalanya akibat benturan saat kecelakaan, kalau sedang terserang Panas tubuhnya Hanum akan langsung kejang dan kalau gak di tangani bisa membuat Hanum kembali koma mungkin ''
''Pantas saja panas dan kejang, efek dari operasinya sangat melekat ternyata Om, Hanum harus menjaga keseimbangan tubuhnya kalau begitu. ''
''Makanya Hanum sangat di jaga jangan sampai tubuhnya demam karena akan berujung kejang dan ini ke empat kalinya Hanum kambuh, padahal sudah sangat lama Hanum tidak pernah kambuh. ''
''Semoga Hanum terus pulih yaa Om dan Saya yakin Dokter di rumah sakit ini akan menyembuhkan Hanum, semua Dokter di rumah sakit ini terbaik semuanya. ''
''Terimakasih doanya Dokter. ''
Jibran tersenyum dengan panggilan Ayahnya Hanum dan Jibran sangat sulit untuk protes karena dia takut menyinggung ayahnya Hanum.
Pintu ruang rawat Hanum terbuka, Bunda nya Hanum masuk dan tersenyum saat melihat Hanum sudah siuman, Reno langsung terpaku melihat seorang berseragam dokter sedang duduk mengobrol dengan Ayahnya Hanum.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1