Tetangga Ku IdolaKu

Tetangga Ku IdolaKu
Bab 15 # Hadiah dari Tante Mila......


__ADS_3

''Maya ......besok mau ikut gak?? Kita mau bertemu Riska di rumah Oma aku. ''


ajak Siska dan membuat Maya mengerutkan keningnya.


''Katanya di penjara tapi kenapa di rumah Oma?? ''


tanya Maya dan Siska langsung cengengesan.


''Lupa belum menjelaskan sama kamu, Riska sudah bebas di jamin sama adik nya Mama tapi gak di ijinkan pulang ke rumah Papa dulu dan Riska tinggal sama Oma. ''


jelas Siska dan Maya mengangguk.


''Oke deh aku ikut, memang di ijinkan sama Papa kamu kalau kita bertemu Riska terutama kamu sih Siska, emang boleh?? ''


tanya Maya sambil menikmati makanannya.


''Hanum besok yang minta ijin ke Papa secara langsung dan kita nunggu hasilnya. ''


jawab Siska dan Hanum memukul lengan Siska.


''Aku di manfaatkan kalau begitu tau, kalian juga ikut ijin jangan hanya aku yaa. ''


protes Hanum dan kedua temannya mengacungkan jempolnya.


.


.


Kuliah hari ini berakhir tepat pukul dua siang, Ketiga sahabat itu memutuskan untuk pulang masing masing dan hanya Hanum yang mengemudikan mobilnya sendiri, sedangkan Maya dan Siska di jemput supirnya.


Hanum mengemudikan mobilnya menuju pulang dengan kecepatan sedang, dia sambil menatap sisi sisi jalannya karena Hanum menginginkan boba siang ini dan akan membelinya.


Tidak jauh dari gerbang komplek nya ternyata ada sebuah ruko yang menjual Minuman Boba, Hanum membeli empat bungkus untuknya dan untuk orang di rumah.


''Hanuuum.......''


ucap seseorang yang tiba tiba ada di belakang Hanum setelah memesan Bobanya.


''Kak Jibran, lagi apa di daerah sini?? Jauh loh dari rumah sakit. ''


ucap Hanum dan Jibran langsung tersenyum.


''Habis dari rumah Ibu, biasa setiap senin kunjungan rutin. ''


''Ohh.....begitu yaa, di kira habis dari mana. ''


''Kamu kenapa ada di daerah sini?? ''


''Aku kan sekitaran sini rumahnya Kak. ''


Saat Jibran akan menjawab ucapan Hanum ternyata Boba pesanannya sudah siap dan hanum langsung membayarnya.


''Kak Jibran aku pulang duluan yaa, lelah soalnya habis kuliah full dari pagi. Gak apa apa yaa aku tinggal?? ''


ucap Hanum dan Jibran yang mengerti pun langsung mengiyakannya.

__ADS_1


Hanum tersenyum dan langsung masuk kedalam mobilnya, Jibran menghela nafasnya dan merasa kecewa karena Hanum tidak mengajaknya mampir.


''Mungkin Hanum sudah memiliki kekasih, tapi Maya bilang Hanum jomblo dan sangat menjauhi laki laki, ternyata sesusah ini mendapatkan hati wanita. ''


gumam Jibran sambil menatap mobil Hanum yang mulai menjauh.


Jibran memutuskan untuk pulang ke Apartement nya untuk istirahat setelah kunjungan rutin ke rumah Ibunya.


Hanum tiba di rumahnya langsung memarkirkan mobilnya namun Tante Mila memanggil untuk menghampirinya dan Hanum langsung menghaMpiri Tante Mila.


''Ada apa Tante manggil aku?? ''


tanya Hanum saat sampai di hadapan Mamanya Reno.


''Tante nunggu kamu dari tadi loh, ini Tante kasih hadiah buat kamu dan harus di terima kalau menolak Tante akan sedih. ''


jawab Tante Mila yang sedikit memaksa dan Hanum terpaksa menerimanya.


''Hanum terima hadiahnya dan makasih yaa Tante. ''


ucap Hanum dan Tante Mila tersenyum senang.


Hanum langsung pamit saat sudah menerima hadiahnya dan Tante Mila mengijinkannya karena melihat wajah lelah Hanum.


Hanum mengambil tas dan bungkusan Boba nya lalu membawanya masuk kedalam rumah, ternyata Handi sedang bermain dengan mainan barunya di temani Bunda.


Hanum mengucapkan salam dan mencium tangan Mamanya saat menghampiri ke ruang utama.


''Bentar Hanum kasihkan Boba buat Bibi dulu. ''


Handi langsung berbinar saat melihat minuman kesukaannya dan langsung meminta nya satu, namun Bundanya melarang dan menunggu sampai Kakak nya kembali.


''Kak Hanum......boleh minta Boba nya satu?? ''


ucap Handi saat Hanum berjalan ke arah nya.


''Boleh Dee.....ambil satu buat kamu, memang Kakak belikan sengaja. ''


jawab Hanum dan Handi langsung girang sambil membawa boba nya satu.


''Kotak hadiah dari siapa Kak?? ''


tanya Sang Bunda saat Hanum memberikan satu boba untuk Bundanya.


''Hadiah dari Tante Mila, mau menolak tapi gak enak lihat raut wajahnya memohon Bunn. ''


jawab Hanum dan Bundanya tersenyum.


''Terima saja sayang kalau memang di kasih asal jangan meminta saja. ''


ucap Bunda Mita dan Hanum mengiyakannya.


''Capa baget Bunn tubuh aku, hari ini pelajarannya full tiga pelajaran. ''


keluh Hanum sambil bersandar pada bahu sang Bunda dan Bundanya mengelus rambut Hanum penuh sayang.

__ADS_1


''Namanya juga belajar sayang, kalau mau gak cape kamu diam di rumah gak usah kuliah atau kamu menikah saja. ''


jawab sang Bunda dan membuat Hanum menggelengkan kepalanya.


''Hanum mau fokus kuliah dan menyelesaikan S1 dengan cepat, gak memikirkan dulu menikah atau pacaran Bunn. ''


''Iya sayang Bunda ngerti dan Bunda bangga sama kamu, jalanin kuliah dengan enjoy jangan mengeluh cape lah atau apa lah, kalau kamu mengeluh nanti Bunda minta Ayah buat jodohkan kamu. ''


''Aishh....Bunda nyebelin deh, udah ahh Hanum mau bobo ajah sambil nunggu sore. ''


Hanum langsung membawa Boba, tas dan Hadiahnya menuju lantai dua dimana kamarnya berada, Bundanya hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.


Hanum adalah anugrah untuknya karena Hanum adalah penguat hubungan pernikahan dengan suaminya.


Hanum tiba di kamar dan langsung mengganti pakaiannya dengan daster yang sangat terbuka lalu merebahkan tubuhnya di ranjangnya dengan jendela di buka lebar dan gorden nya juga di buka.


''Sejuknya angin alami dari pada AC, lebih baik bobo cantik lumayan dua jam sambil nunggu sore. ''


gumam Hanum dan benar saja tidak menunggu waktu lama Hanum langsung tertidur pulas.


.


.


Malam menjelang......


Hanum baru selesai mandi saat malam hari karena dia kebablasan tidur sampai malam, kalau Bundanya tidak membangunkan pasti tamat sampai besok pagi.


Hanum langsung gabung dengan keluarganya untuk makan malam dan duduk di samping Handi yang sudah makan terlebih dahulu.


''Ayah, Bunda......besok Hanum ijin ke rumah teman pulang kuliah, besok berangkat pagi banget mau nyamper Siska sekalian minta ijin Orang tuanya. ''


ucap Hanum dan Ayahnya mengijinkannya.


''Ayah ijinkan kamu sayang, asal kamu gak melakukan hal yang membahayakan diri kamu jadi jaga kepercayaan Ayah. ''


jawab Sang Ayah dan Hanum mengacungkan jempolnya.


Saat makan dengan tenang bell rumah berbunyi dan Bibi langsung menuju pintu untuk membukanya, Hanum tidak terganggu dan tetap makan dengan lahapnya.


''Non Hanum ada yang nyari. ''


ucap Bibi saat menghampiri ke meja makan.


''Siapa Bii?? Malam malam nyariin anak gadis orang. ''


tanya ayahnya Hanum sambil menatap ke arah putrinya.


''Hanum gak ada janji malam ini dengan siapapun Ayah, kenapa melihat Hanum seperti terdakwa?? ''


protes Hanum dan Ayahnya hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan putrinya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2