Tetangga Ku IdolaKu

Tetangga Ku IdolaKu
Bab 11 # kekesalan Reno


__ADS_3

Siska langsung membantu Maya masuk kedalam rumahnya dan ternyata bertepatan dengan Papanya yang keluar dari ruang kerja.


Maya yang memang sudah kenal dengan Papanya Siska pun langsung menyapa Maya sambil menghampirinya.


''Kamu kenapa Maya?? Kok pakai tongkat?? ''


ucap Papanya Siska saat Maya mencium tangannya.


''Maya itu kan pembalap tapi malah tabrakan tuh Paa, tapi Maya tetap kuat sekali. ''


jawab siska dan membuat Papanya tersenyum sedangkan Maya mendelik.


Hanum langsung masuk dan menyapa Papanya Siska, Papanya Siska mengerutkan keningnya karena baru melihat Hanum.


''Hanum sahabat Siska juga Papa. ''


ucap Siska saat Hanum memberi salam lalu mencium tangan Papa nya Siska.


''Oh sahabat kamu juga, yasudah enjoy yaa kalian dan kalau mau makanan minta di buatkan bibi. ''


ucap Papanya Siska sambil masuk kembali kedalam ruang kerjanya.


Siska membawa teman temannya ke ruang keluarga dan meminta Bibi membuatkan minuman juga cemilan untuk temannya.


''Maya kamu sudah ijin sama Mama kamu belum?? Jangan sampai Mama kamu khawatir lagi. ''


ucap Hanum saat duduk selonjoran di samping Maya.


''Sudah Hanum, malah Mama lagi pergi arisan loh dan aku enjoy laah sama kalian berdua ''


jawab Maya dan Hanum mengangguk.


''Gegara kamu lihat Dokter itu nelphone terus. ''


protes Hanum sambil memperlihatkan panggilan tak terjawab dari Dokter Jibran.


''Dokter apaan maksudnya?? ''


kepo siska saat menghampiri kedua sahabatnya.


''Tuuh......yang naksir Hanum, dokter yang nanganin aku saat di rumah sakit, Dokter itu terang terangan meminta nomer Hanum ke aku. ''


jelas Maya dan membuat Hanum langsung memukul lengan Maya.


''Ember banget sih bibir kamu. ''


protes Hanum dan Maya terbahak bahak.


''Lagian kamu mau dong Hanum jangan nolak, Dokter loh dan gak ada yang bisa menolak. ''


ucap Siska dan Hanum mendelik sebal.


''Aku mau fokus dengan kuliah dulu, gak mau mikirin cinta. ''


ucap Hanum sambil menyimpan Handphone nya yang sudah di senyapkan.

__ADS_1


''Sudahlah itu prinsip Hanum jadi kamu jangan maksa Siska, kita hanya mengingatkan saja. ''


ucap Maya sambil memakan makanannya dan Siska menyetujuinya.


Hanum ikut memakan makanannya dan mereka bertiga mengobrol cukup santai sampai tertawa tawa tanpa beban apapun seperti nya.


Di kediaman Reno saat ini......


Reno sedang santai menonton televisi selepas membantu kerja bakti dia tidak ada kegiatan hanya malas malasan dan pacarnya sedang ada job ke luar kota jadi tidak ada kegiatan hari ini.


''Reno tumbenan kamu ada di rumah?? ''


tanya Sang Papa sambil duduk di samping Reno.


''Reno lagi gak mau kemana kemana Papa dan mau diam di rumah saja. ''


jawab Reno dan Papanya haya tersenyum.


Mamanya Reno menghampiri dengan nampan berisi minuman dan cemilan, Mamanya Reno menata nya di meja depan televisi.


''Anak bujang weekend malah diam di rumah gini, gak ada jadwal jalan jalan kamu?? ''


ucap sang Mama dan Reno menggelengkan kepalanya.


''Sudah jangan ganggu Reno biarkan dia enjoy dengan televisinya. ''


ucap Papanya Reno melerai perdebatan istri dan anaknya.


''Biasanya suka ngajak Handi ke rumah kalau kamu lagi di rumah, ko sekarang gak?? ''


''Handi pergi sama kedua orang tuanya mengunjungi rumah ibunya Om Pras. ''


jawab Reno dan Mamanya mengangguk.


''Berarti Hanum juga pergi dong, yaah.....gak ada teman goess dong besok. ''


keluh Mamanya Reno dan suaminya tersenyum.


''Tadi Pak Pras bilang Hanum gak akan ikut, jadi Mama bisa ngajakin Hanum goesa besok. ''


ucap Sang suami dan Mamanya Reno tersenyum senang.


''Besok Mama akan hampirin ke rumah nya Hanum, sekarang kalau minggu di taman kan akan ramai. ''


ucap senang Mamanya Reno dan suaminya tersenyum.


''Renoo......kamu gak tertarik sama Hanum?? Dia cantik loh dan menantu idaman Mama kamu. ''


tanya Sang Papa dan membuat Reno memutar bola matanya jengah mendengar ucapan sang papa yang terus menjodohkannya dengan Hanum.


''Papa harus tahu yaa, Reno bukan tipe cowo idaman Hanum jadi Hanum gak akan tertarik sama putra kita. ''


ucap Mamanya Reno sambil mendelik melihat putranya.


''Ko bisa?? ''

__ADS_1


heran sang suami Dan Mamanya Reno tersenyum.


''Karena gak semua wanita akan takluk sama ketampanan Reno, Hanum salah satunya dan Mama sangat menyukai Hanum, dia calon menantu idaman ibu ibu komplek. ''


jawab Mamanya Reno dan suaminya tersenyum mengejek ke arah putranya.


''Aura ketampanan kamu berkurang deh Reno, kamu siih mau maunya sama wanita itu, dia model majalah dewasa kalau kamu gak percaya buktikan sendiri dan Mama gak asal bicara, dia pernah di booking sama suami teman arisan Mama sampai di labrak di sebuah Villa, itu alasan Mama gak merestui kamu. ''


ucap Mama Reno kembali karena putranya hanya diam.


''Sudah lah Maa, Reno menghormati keputusan Mama yang gak merestui hubungan Reno, tapi jangan menjelek jelekkan Dinda dong. ''


jawab Reno sambil berjalan menuju kamarnya karena sangat kesal dengan ucapan Mamanya yang menjelekkan kekasihnya.


''Sudah Maa.....kalau memang takdirnya, semua akan terbuka sendiri dan tugas kita hanya berdoa agar ada keajaiban Reno yang melihatnya langsung. ''


ucap Papanya Reno memberikan pengertian pada istrinya.


Yang di ucapkan Mamanya Reno memang benar kalau Dinda adalah seorang model majalah pria dewasa, namun Reno tidak mengetahui faktanya bahkan saat ini Dinda sedang melakukan pekerjaannya sebagai wanita bookingan.


.


.


Di tempat Hanum saat ini.....


Hanum langsung kembali ke rumahnya karena Maya akan di antarkan supir keluarga Siska, karena kasihan kalau Hanum mengantarkan Maya yang berlawanan arah dari rumah Maya.


''Tuh mobil sudah siap, ayo aku bantu masuk ke mobilnya. ''


ucap Hanum dan Maya mengangguk.


Hanum dan Siska membantu Maya masuk kedalam mobil, setelah Maya duduk nyaman barulah Siska meminta supir mengantarkan Maya ke rumahnya.


''Orang tua kamu berarti gak ada di rumah dong sekarang?? ''


tanya Siska dan Hanum mengangguk.


''Pergi sama Handi juga katanya menginap, aku paling di temani Bibi di rumah. ''


jawab Hanum sambil masuk kedalam rumah Siska untuk mengambil tas nya.


''Yasudah kamu hati hati mengemudi mobilnya, lumayan jauh dari sini ke rumah kamu loh. ''


ucap Siska dan Hanum mengangguk.


Hanum langsung pamit pulang dan di antarkan siska sampai ke depan mobilnya, Siska melambaikan tangannya saat mobil Hanum bergerak meninggalkan kediamannya.


Di perjalanan Hanum saat ini, dia sedang menuju rumahnya tapi sebelumnya akan bertemu dengan Dokter Jibran setelah Maya membalas pesannya dengan seenaknya mengiyakan ajakan Dokter Jibran dan Hanum gak tega saat melihat wajah bahagia Dokter Jibran saat tahu kalau Hanum menerima ajakannya padahal Maya yang iseng membalas pesannya dan bukan Hanum.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2