
''Yang datang bertamu siapa Bii?? ''
tanya Bunda Mila saat melihat suami juga putrinya malah berdebat.
''Mas Reno yang datang bertamu Nyonya. ''
jawab Bibi dan membuat semua tersentak kaget.
''Suruh masuk Bii Reno nya. ''
ucap Bunda Mita dan Bibi menganggukan kepalanya.
Hanum hanya menghela nafasnya dan kembali memakan makanannya, tak lama Bibi menyusul Reno pun masuk mengikuti Bibi.
''Selamat malam, maaf kedatangan saya mengganggu makan malam nya. ''
ucap Reno dan Ayahnya Hanum tersenyum.
''Gak juga ko, ayo sini duduk kita makan malam bersama dan di larang menolak, Om tahu kamu belum makan malam karena masih pakai pakaian kerja. ''
jawab Ayahnya Hanum dan Reno mengangguk tersenyum.
Bunda Mita langsung menyiapkan piring dan meminta Reno duduk tepat di hadapan Hanum, Reno duduk dan langsung di siapkan makanannya oleh Bunda Mita.
''Jangan sungkan dan makan dengan tenang yaa Reno, maaf menu makannya seadanya. ''
ucap Bunda Mita dan Reno hanya tersenyum lalu memakan makanannya.
Reno senang dengan rasa makanannya karena enak dan pas di lidahnya, Reno sesekali mencuri pandang pada Hanum yang makan dengan tenang tanpa terganggu dengan kedatangannya.
Makan malam selesai, Reno langsung memberikan sebuah hadiah untuk Handi dan Handi senang menerimanya.
''Kamu ini padahal gak usah repot repot ngasih hadiah ke Handi, nantinya dia kebiasaan loh. ''
ucap Ayahnya Hanum saat Handi langsung bahagia menerima motor remote nya.
''Gak apa apa Om dan tadi Reno menghadiri store toko mainan lalu Reno teringat Handi, yasudah Reno belikan saja. ''
jawab Reno dan Ayahnya Hanum tersenyum.
''Lihat wajah bahagianya Handi bikin kesal Bunn. ''
celetuk Hanum dan membuat Bunda nya tersenyum.
''Kamu mau di belikan hadiah seperti adik kamu?? ''
ucap Sang Ayah dan Hanum langsung kesal mendengarnya.
''Nah kan Ren, kamu harusnya membelikannya untuk Hanum juga. ''
__ADS_1
canda Bunda nya Hanum dan membuat Hanum langsung mendelik.
''Iya Tante nanti deh kalau beli lagi sekalian Hanum juga di belikan. ''
jawab Reno dan membuat kedua orang tuanya Hanum tersenyum tapi Hanum malah kesal.
''Hanum pamit duluan untuk istirahat takut kesiangan dan di jegal kaya kemarin. ''
Ucap Hanum dan membuat Reno terdiam karena dia tadi pagi yang mencekal Hanum.
Reno ikut pamit pulang saat Hanum meninggalkan ruang keluarga, Reno menatap balkon Hanum yang seperti biasa terbuka dan hanya gorden yang tertutup.
''Gadis yang aneh dan penuh misteri. ''
Gumam Reno sambil berjalan menuju rumahnya.
.
.
Pagi menjelang.....
Tepat pukul enam pagi Hanum sudah pamit pergi kuliah karena dia akan menjemput Siska terlebih dahulu, Bunda Mita menyiapkan makanan dan susu untuk di perjalanan karena Hanum tidak sempat sarapan bahkan Ayah dan Adiknya masih bersiap.
''Pulangnya jangan terlalu Malam dan ini roti selainya sudah Bunda buat kecil kecil jadi tinggal masuk ke mulut kamu, susunya yang kemasan tapi Bunda sudah hangatkan. ''
Ucap Bunda Mita saat Hanum menghidupkan mesin mobilnya dan Hanum menerima bekal nya yang akan di makan selama perjalanan.
ucap Reno yang menghampiri saat selesai jogging pagi dan demi apapun Reno sangat seksi menurut Hanum.
''Hanum berangkat yaa Bunn. ''
Pamit Hanum sambil mecium tangan Bundanya dan tidak menjawab pertanyaan Reno karena dia gak kuat menahan debaran di hatinya.
Reno hanya melongo melihat Hanum langsung mengemudikan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya.
''Hanum buru buru Renn, dia harus jemput temannya yang berlawanan dengan arah kampus jadi berangkat awal takut kesiangan. ''
Jelas Bunda Mita yang melihat reaksi Reno saat Hanum tidak menjawab pertanyaannya.
''Oh gitu ternyata, Reno kembali ke rumah kalau gitu Tante. ''
Ucap Reno dan langsung berjalan menuju rumahnya setelah Bundanya Hanum mengangguk.
Di perjalanan saat ini Hanum sedikit santai sambil memakan sarapan yang Bunda nya siapkan dan sangat praktis tinggal memakan nya karena sudah terpotong kecil kecil.
''Bundaku memang paling terhebat deh, tiada duanya sama sekali. ''
Ucap Hanum sambil meminum susu kemasan nya yang hangat setelah Bundanya menghangatkannya.
__ADS_1
Perjalanan tiga puluh menit akhirnya tiba di rumah Siska dan Hanum langsung memarkirkan mobilnya, Hanum merapihkan makanannya dan keluar dari mobil sambil menenteng tas gandongnya.
Hanum langsung tersenyum saat melihat Siska sudah berdiri di depan pintu untuk menyambutnya datang dan Hanum hanya mendelik melihatnya membuat Siska terbahak.
''Masuk yuu Hanum kita sarapan mumpung Papa masih ada di rumah belum berangkat ke kantor. ''
Ajak Siska dan Hanum mengiyakannya sambil berjalan mengikuti Siska.
Hanum tersenyum sambil mencium tangan Papanya Siska saat di sapa oleh Papanya Siska.
''Sarapan bersama yaa Hanum sebelum kalian pergi ke kampus. ''
Ajak Papanya Siska dan Hanum tidak bisa menolak karena dia memang lapar rotinya yang di siapkan Bundanya belum habis semua.
''Om......maaf kalau ganggu saat sarapan, Hanum mau meminta ijin mengajak Siska untuk bertemu Riska karena Hanum ingin tahu keadaan Riska, Om mengijinkan Siska tidak?? Hanum janji akan mengantarkan Siska kembali ke rumah dan gak akan kemana kemana lagi ko. ''
Ucap Hanum yang memberanikan diri meminta ijin di saat sedang memakan sarapannya.
''Boleh tapi benar untuk bertemu Riska kan?? Bukan untuk jalan jalan yang gak jelaskan?? ''
jawab Papanya Siska dengan nada tenangnya sambil memakan sarapannya.
''Gak Om, beneran ke tempat Riska ko dan Hanum juga nunggu Maya yang masih dalam perjalanan menuju kesini jadi kita menggunakan satu mobil saja. ''
Jawab Hanum dan Papanya Siska tersenyum mengangguk.
''Baiklah Om ijinkan kalian pergi tapi jangan ajak Riska pulang karena dia sedang di hukum, lanjutkan sarapan kalian dan Om pergi duluan yaa. ''
Ucap Papanya Siska sambil beranjak dan berjalan menuju pintu rumahnya.
Siska langsung mengacungkan jempolnya ke arah Hanum saat Papanya menghilang dari pintu, Hanum menghela nafasnya karena dia tidak gerogi saat meminta ijin agar bisa di yakini papanya Siska.
''Kamu hebat Hanum dan aku saja gak berani bicara ke Papa. ''
Ucap Siska dan Hanum hanya mengangguk.
Tak lama Papanya Siska keluar dari rumah ternyata Maya masuk kedalam rumah dan membuat Siska heboh yang langsung menghampiri Maya untuk mengajaknya sarapan bersama.
''Papa kamu bilang di kasih ijin yaa?? Hebat sekali sahabat kita satu ini berani bicara karena Papanya Siska anti berbicara kalau sedang di meja makan. ''
Ucap Maya dan Hanum menghela nafasnya.
''Kalau gak pas makan kita kapan bilangnya, papanya Siska udah di kursinya pas aku dateng, yang penting kita jujur ke Orang tua jangan bohong dan saat bicara jangan gerogi agar di percaya. ''
Jawab Hanum dan Maya mengacungkan jempolnya.
Mereka bertiga akhirnya memakan sarapannya dengan kehebohan dan Hanum pun ikut heboh dengan obrolan Maya dan Siska.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......