
Bunda Mita langsung masuk menghampiri Hanum di ikuti Mamanya Reno dan juga Handi yang langsung menghampiri sang Kakak.
''Kakak jangan sakit lagi yaa, nanti Handi siapa yang nemenin. ''
ucap Handi dan Hanum hanya tersenyum.
''Gimana keadaan kamu sayang?? Tante ikut sedih melihat kamu lemah gini, cepat pulih yaa....''
ucap Mamanya Reno dan Hanum mengangguk.
Maya dan Siska hanya senyum melihat Hanum tersenyum, Reno duduk di samping Jibran yang sedang menatap Hanum.
''Dokter yang menangani Hanum?? ''
tanya Reno tiba tiba dan membuat semua menatap ke arah Reno.
''Dokter Jibran teman Hanum bukan Dokter yang menangani Hanum. ''
jawab Ayahnya Hanum dan Reno hanya mengangguk.
Maya dan Siska langsung pamit karena baginya sudah cukup mengetahui keadaan Hanum, Dokter Jibran pun ikut pamit karena tatapan Reno padanya seperti mengintimidasi.
.
.
Kedua orang tua nya Hanum saat ini sedang keluar dari rumah sakit karena Ayahnya Hanum belum makan sama sekali, Hanum di jaga Mamanya Reno dan juga Reno karena Handi sudah tertidur pulas.
''Reno.....Mama di jemput Papa, kamu pulang dengan Handi yaa. ''
ucap Mamanya Reno saat putra nya duduk santai di sofa.
''Iya Mama, emang Papa masih dimana sekarang?? ''
ucap Reno sambil menyimpan handphone nya.
''Papa sudah di perjalanan dan mau ke ruangan Hanum sekalian jenguk katanya. ''
ucap Mamanya Reno dan Reno mengiyakannya.
Hanum saat ini sedang terlelap setelah di berikan obat kembali, panas di tubuhnya sudah turun walaupun hanya sedikit tapi itu baik untuk Hanum.
''Lagi tidur saja kamu cantik sekali Hanum, andai kamu menjadi menantu Tante. ''
ucap Mamanya Reno yang masih terdengar jelas ucapannya oleh Reno.
''Mama jangan ngawur kalau bicara, nanti Hanum dengar dan malah salah tanggap. ''
ucap Reno yang tidak ingin sampai ada kesalah fahaman nantinya.
Pintu ruangan Hanum di ketuk dan ternyata Papa Reno yang datang dan tidak lama kedua orang tua Hanum pun datang.
''Handi pulang sama Tante yaa. ''
pinta Mamanya Reno saat Handi duduk meminum susu kotak yang di bawa Bunda Mita.
''Handi mau sama Kak Reno ajah, boleh kan Kak?? ''
jawab Handi dan Reno mengiyakannya.
__ADS_1
''Yasudah kalau maunya sama Kak Reno, Mba Mita saya pamit yaa dan jangan sungkan beritahu kalau ada apa apa. ''
ucap Mamanya Reno dan Bunda Mita mengiyakannya.
''Terimakasih yaa Mba dan keluarga, benar benar membantu saya, terimakasih sudah mau di repotkan oleh Handi juga. ''
jawab Bunda Mita dan Mamanya Reno tersenyum.
Papanya Reno dan Ayahnya Hanum saling berjabat saat Papanya Reno pamit pulang, Handi sedang siap siap dengan barang barang yang akan di bawa pulang.
''Reno.....maaf yaa kalau kamu harus kerepotan Handi juga jadinya. ''
ucap Ayahnya Hanum dan Reno hanya tersenyum.
''Gak apa apa Om dan Reno malah senang ada yang nemenin di rumah. ''
jawab Reno dan membuat Ayahnya Hanum lega mendengarnya.
Setelah Handi siap, Reno langsung membaWa Handi pulang dan Handi tidak menolak karena anak itu mengerti dengan situasinya saat ini.
''Kamu kenapa diam saja Handi?? Ada yang mengganggu fikiran kamu?? ''
tanya Reno saat keduanya sudah berada di dalam mobil yang di kemudikan Reno.
''Handi takut Kak Hanum gak sadar lagi kaya waktu itu Kak, kasihan Bunda nantinya. ''
ucap Handi dengan nada sendunya dan Reno mengusap kepalanya.
''Kak Hanum baik baik saja dan kamu berdoa minta kesembuhannya yaa, ada dokter yang menangani Kak Hanum saat ini. ''
ucap Reno yang menenangkan kerisauan Handi untuk kakaknya.
.
.
Tiga hari kemudian Hanum di perbolehkan pulang dan kondisinya sudah pulih tinggal lemas di tubuhnya yang belum pulih, Ayah tidak menjemput Hanum karena meeting yang tidak bisa di wakilkan dan Hanum di jemput Reno juga Mamanya.
''Bunda tempelkan plester kompresan yaa di kening kamu biar gak pusing. ''
ucap Bunda Mita karena tubuh Hanum masih terasa hangat dan Hanum mengangguk.
''Nyaman gak Hanumnya mba?? Nanti malah risih jadinya. ''
ucap Tanta Mila dan Hanum menggelengkan kepalanya.
''Nyaman kok Tante dan meredakan pusingnya. ''
jawab Hanum dan membuat kedua ibu itu lega mendengarnya.
''Tunggu Reno urus urus administrasi sama obat kamu dulu yaa, kata nya lagi antri obatnya. ''
ucap Tante Mila saat dapat pesan dari Reno.
''Loh kenapa Reno gak kasih tahu, ini kartu debit pembayarannya masih di saya loh Mba. ''
ucap Bunda Mita dan Tante Mila menggelengkan kepalanya.
''Sudah gak apa apa Mba dan lagian Reno nya gak keberatan juga. ''
__ADS_1
jawab Tante Mila dan Bunda Mita menghela nafasnya.
Bunda Mita langsung merapihkan barang barangnya dan Hanum di jaga oleh Tante Mila sambil mengobrol ringan.
Beberapa saat kemudian Reno masuk kedalam ruangan dengan menenteng bungkusan obat untuk Hanum konsumsi.
''Reno.....kenapa gak bilang kalau mau ke ruangan administrasi, kartu pembayaran masih di Tante loh. ''
ucap Bunda Mita dan Reno hanya tersenyum.
''Tante semua Reno lakukan ikhlas ko dan uang Reno masih banyak jadi santai saja. ''
gurau Reno dan Bunda Mita menggelengkan kepalanya.
''Makasih yaa Reno karena kamu begitu di repotkan dari awal dan sekarang akhirnya juga di repotkan lagi, Tanta gak tahu harus membalasnya bagaimana. ''
ucap Bunda Mita dan Reno kembali tersenyum.
''Sudahlah Mba Mita jangan sungkan dan lagian Reno paling senang di repotkan. ''
ucap Tante Mila dan di setujui oleh Reno.
''Sudah jangan kelamaan berbincangnya, kasihan Hanum sudah gak nyaman tuh. ''
ucap Reno saat melihat wajah sayu Hanum.
Bunda Mita membawa kursi roda untuk membawa Hanum menuju lobi utama dimana mobil menunggu, Reno langsung menggendong Hanum dan tidak ada perlawanan dari Hanum karena tubuhnya masih sangat lemah.
''Biar Reno yang dorong kursi rodanya, Mama sama Tante bawa barangnya. ''
ucap Reno sambil mendorong kursi rodanya tanpa menunggu kedua ibu yang akan protes.
''Ayo Mba kita pulang dan turuti maunya Reno. ''
ucap Tante Mila dan Bunda Mita menyetujuinya.
Hanum hanya diam sepanjang perjalanan menuju lobi, Reno sesekali bertanya nyaman tidaknya Hanum dan selalu mengangguk jawaban dari Hanum.
Tiba di lobi Reno mengunci kursi rodanya dan menunggu kedua ibu yang masih berjalan di belakangnya.
''Reno ambil mobil dulu dan tunggu disini jangan ngikutin yaa. ''
ucap Reno dan semua mengiyakannya.
Saat sedang menunggu ternyata Dokter Jibran menghampiri dan langsung menyapa, Bunda Mita dan Tante Mila juga Hanum.
''Syukurlah karena kamu sudah di perbolehkan pulang Hanum, Saya senang mendengarnya. ''
ucap Dokter Jibran yang berjongkok di hadapan Hanum dengan senyumnya.
''Terimakasih Kak Jibran. ''
jawab Hanum dan Jibran mengangguk.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1