
Hanum langsung mengeluarkan tasnya kembali dan di berikan ke Reno, kedua orang tua Hanum langsung berangkat duluan sedangkan Hanum langsung menyusul Reno ke arah rumahnya.
''Bunda kenapa sih membuat situasi jadi sulit, kan malu jadinya kalau harus di antar Kak Reno. ''
gumam Hanum sambil berjalan menuju kursi yang ada di teras rumah Reno.
Reno setelah menyimpan tas milik Hanum di bagasi mobilnya, dia langsung menuju rumah untuk bersiap dan Reno begitu semangat hingga membuat Mamanya merasa aneh.
''Loh......Hanum lagi apa duduk melamun di depan teras?? ''
ucap Papanya Reno yang melihat Hanum duduk melamun.
''Hanum gak melamun Om, ini lagi nunggu Kak Reno malah. ''
jawab Hanum sambil tersenyum dan membuat Papanya Reno tersenyum.
''Siapa Paaa......?? ''
teriak Mamanya Reno dari dalam rumah.
''Calon menantu Mama niih, melamun. ''
jawab Papa nya Reno dan membuat Hanum memanyunkan bibirnya.
''Hanum ternyata, Tante kirain siapa calon menantu. ''
ucap Mamanya Reno yang tiba tiba keluar.
Saat Hanum akan berbicara ternyata Reno menghampirinya, Reno memakai style yang begitu santai dan membuatnya semakin tampan.
''Kamu ini kenapa Hanum di biarkan nunggu di luar?? Bukannya ajak masuk. ''
ucap Mamanya Reno dan membuat Reno tersenyum.
''Lupa kalau Hanum ngikutin saking semangatnya Mama. ''
jawab Reno dan membuat wajah Hanum langsung merona dengan ucapan Reno.
''Kalian mau pada kemana?? Pakaiannya sudah sangat rapih dan serasi. ''
tanya Papanya Reno saat melihat Reno dan Hanum kompak memakai pakaian santai nya.
''Reno mau anterin Hanum ke rumah Oma nya, sudah nanti malah terlambat kalau terus mengobrol dengan kalian. ''
jawab Reno sambil menggenggam gangan Hanum menuju mobilnya.
Hanum tidak protes karena dia memang enggan menjawab semua pertanyaan dari kedua orang tuanya Reno, terutama Mamanya.
''Reno beneran jatuh cinta sama Hanum, Mama sudah bicarakan untuk menjodohkan mereka Paa. ''
ucap Mamanya Reno saat Reno mulai melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumahnya.
''Mama seperti mak comblang jadinya, kalau menurut Papa siih. Biarkan hubungan mereka mengalir tanpa kita andil karena nantinya keduanya malah sama sama takut loh kalau di jodohkan. ''
ucap Papanya Reno dan istrinya hanya menghela nafasnya karena dia tidak sabar kalau menunggu mereka yang bergerak.
Di mobil Reno saat ini, Hanum diam dan tidak berani mengeluarkan suara terlebih dahulu, sedangkan Reno malah fokus dengan kemudinya tanpa menanyakan kemana alamat tujuan mengantarkan Hanum.
''Kamu kenapa malah dieum ajah Hanum?? Gak niat ngasih tahu alamat rumah teman kamunya. ''
sindir Reno dan membuat Hanum langsung menepuk jidatnya karena kelupaan.
__ADS_1
''Maaf Kak. ''
jawab Hanum sambil memberitahukan alamatnya.
Reno langsung mencari maps di mobilnya dan langsung terhubung alamat tujuannya, Hanum melongo melihat mobil Reno yang sangat keren menurutnya.
''Kalian memangnya mau ada acara?? ''
tanya Reno dan Hanum mengangguk.
''Oma ngajakin aku, Maya sama Siska ke acara lauching produk kecantikan dan disana juga ada dokternya sekalian bisa konsultasi. ''
jawab Hanum dan Reno menganggukkan kepalanya.
''Oh iyaa, boleh Kakak tanya masalah yang sedikit pribadi gak ke kamu. ''
ucap Reno dan Hanum mengerutkan keningnya.
''Boleh asal jangan macam macam saja pertanyaan yang di ajukan Kak Reno. ''
ucap Hanum dan Reno langsung tersenyum.
''Kamu sedang memiliki hubungan gak sama laki laki, pacar misalnya?? ''
tanya Reno dan berhasil membuat Hanum langsung terdiam.
''Kenapa Kak Reno nanyain pacar ke aku?? ''
tanya balik Hanum dan membuat Reno berfikir sejenak.
''Jawab Hanum bukan memberikan pertanyaan sama Kakak. ''
''Kak Reno membuat aku malu, aku gak punya pacar dan gak sedang dekat dengan siapapun. ''
jawab Hanum dan Reno tersenyum.
''Syukur laah......''
ucap Reno dan membuat Hanum melototkan matanya.
''Kok syukur sih Kak, beneran Kak Reno jahat sekali malah bilang syukur. ''
ucap Hanum dan Reno langsung menatap ke arah Hanum lalu kembali melajukan mobilnya.
''Nanti di bahasnya yaa karena kita sudah sampai di tujuan. ''
ucap Reno sambil menunjuk ke arah pagarnya.
Hanum menghela nafasnya dan meminta Reno menurunkan di luar gerbang rumah, namun Reno menolaknya dan meminta penjaga gerbang membuka pagarnya.
Reno memasukkan mobil menuju halaman utama kediaman Siska.
Hanum langsung keluar dari mobil Reno di ikuti Reno yang keluar juga untuk mengambil tas Hanum yang ada di bagasi mobil nya.
''Makasih Kak Reno sudah anterin aku. ''
ucap Hanum saat Reno memberikan tasnya.
''Mau Kakak antar juga ke rumah Oma nya sekalian gak?? ''
tanya Reno dan Hanum menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Gak usah Kak. ''
jawab Hanum sambil berjalan cepat menuju pintu rumah Siska untuk menekan bell nya.
Begitu pintu terbuka Hanum langsung masuk karena Siska yang membuka pintunya, Reno hanya tergelak dengan tingkah Hanum.
''Kamu kenapa Hanum?? Ada apa di luar memangnya?? ''
tanya Siska dan Hanum langsung menarik Siska masuk kedalam rumah.
''Jangan banyak nanya dulu Siska, mana Maya?? ''
jawab Hanum dan Siska langsung membawa Hanum menuju ruang tengah rumahnya dimana Maya sedang menonton televisi.
''Hanum......jawab pertanyaan aku, kamu kenapa barusan?? ''
tanya Siska yang masih penasaran dengan tingkah Hanum.
''Barusan aku di antar Kak Reno, dia nawarin juga antar ke rumah Oma tapi aku gak mau dan langsung menghindar ajah. ''
jelas Hanum dan membuat kedua sahabatnya menepuk jidatnya.
''Kamu ini bukannya di iyakan, gak ada mobil soalnya dan Papa udah ijinin aku buat ikut acara juga nginep di rumah Oma kamu. ''
ucap Siska dan Hanum hanya mendelik ke arah Siska.
Maya tiba tiba lari menuju pintu dan di ikuti Siska, Hanum langsung melempar tasnya dan ikut berlari ke arah pintu.
''Ahh.....sial ternyata Kak Reno baru mau melajukan mobilnya dan tertahan deh. ''
gumam Hanum saat Maya berhasil menghentikan mobil Reno membuat Reno langsung keluar dari mobil.
''Kamu ini membahayakan tahu. ''
protes Reno dan Maya hanya menyengir saja membuat Reno menggelengkan kepalanya.
''Kak Reno yang baik dan ganteng, anterin kita ke rumah Oma yaa, aku gak bawa mobil terus mobil Siska di pakai sama Papa juga Mamanya. ''
ucap Maya dan Reno mengiyakannya.
''Iya boleh dan kamu minggir dulu sana siap siap jangan menghalangi. ''
ucap Reno sambil masuk kedalam mobil untuk memundurkan mobilnya.
Maya langsung berlari kecil ke arah Hanum juga Siska yang menunggu di teras, Maya mengacungkan jempolnya untuk mengajak kedua sahabatnya bersiap.
''Suruh masuk Kak Reno nya yaa Hanum, aku sama Maya mau bersiap dulu. ''
ucap Siska sambil masuk kedalam rumah mengikuti Maya.
''Siska.....aku bukan tuan rumah nya. ''
protes Hanum namun Siska tetap mengikuti Maya untuk bersiap.
Reno tersenyum menghampiri Hanum yang terlihat kebingungan, Hanum akhirnya mengajak Reno masuk kedalam rumahnya Siska.
.
.
Bersambung......
__ADS_1