
Hanum tiba di cafe setelah perjalanan Tiga puluh menit karena sore ini jalanan begitu macet, Hanum mengedarkan pandangannya saat memasuki cafe, lambaian tangan Dokter Jibran membuat Hanum langsung mendekat.
''Maaf telat yaa jalanan macet dan saya dari rumah Siska soalnya. ''
ucap Hanum saat duduk di hadapan Dokter Jibran.
''Santai saja gak apa apa ko, saya juga baru sepuluh menit menunggunya. ''
jawab Dokter Jibran dan Hanum mengangguk.
Dokter Jibran memanggil pelayan untuk memesan makanannya, Hanum mengedarkan pandangannya dan tersentak saat melihat kekasihnya Reno sedang dengan laki laki dewasa yang pantas menjadi ayahnya, mereka berdua sangat mesra.
Hanum langsung menghubungi Mamanya Reno mengirimnya pesan, namun Mamanya Reno malah balik menelphone nya.
Dalam panggilan.
''Hanum beneran dia wanita ganjen itu kan?? ''
''Beneran Tante dan Hanum melakukan ini agar Kak Reno sadar, coba Tante suruh Kak Reno datang kesini yaa, sepertinya mereka juga baru tiba. ''
''Baiklah makasih Hanum dan Tante akan urus semunya, Tante bahagia kalau Reno melihatnya langsung dan bukan dari foto kamu. ''
''Sama sama Tante. ''
Panggilan Berakhir......
''Kamu nelphone siapa?? ''
tanya Dokter Jibran dan Hanum tersenyum.
''Ini menghubungi Tetangga saya Dokter. ''
jawab Hanum dan Dokter Jibran menghela nafasnya.
''Jangan formal yaa Hanum, panggil nama saja. ''
pinta Dokter Jibran dan Hanum tersenyum kikuk.
''Gak enak di dengar kalau manggil nama, kalau Kak Jibran boleh gak?? ''
jawab Hanum dan Jibran mengiyakannya.
Di kediaman Reno saat ini......
Reno tidak mempercayai vidio Dinda yang sedang bermesraan di sebuah cafe yang mamanya kirimkan, namun dia akan membuktikannya dan mendatangi cafe nya langsung.
Reno menggunakan motornya agar lebih cepat sampai karena Cafe nya lumayan jauh dari rumahnya, Tante Mila begitu senang karena bisa memisahkan putranya dari wanita gila itu.
''Terimakasih Hanum, kalau semua berhasil Tante akan memberikan kamu hadiah. ''
ucap Tante Mila sambil menatap Reno yang keluar dari pekarangan rumah dengan motornya.
__ADS_1
Reno mengemudikan motornya begitu kencang dan hanya lima belas menit dia tiba di cafe yang di kirimkan alamatnya oleh Mamanya, Reno langsung berjalan pelan menuju meja nomer 12 sesuai kiriman dari Mamanya.
''Dinda.....''
panggil Reno saat sampai di meja Dinda duduk.
''Reno......kamu sedang apa disini?? ''
jawab Dinda yang malah balik bertanya.
''Kamu mau booking Dinda juga?? Besok saja karena hari ini dia sudah saya booking sampai besok pagi. ''
ucap Laki laki yang duduk di hadapan Dinda dan membuat Reno langsung murka.
''Ohh.....ternyata kamu wanita bookingan, oke silahkan lanjutkan Dinda dan hubungan kita putus. ''
ucap lantang Reno sambil berbalik keluar dari cafe dan saat Dinda akan mengejarnya laki laki membookingnya mencekal Dinda.
''Ingat kamu masih saya booking dan saya sudah tanda tangan kontrak di atas materai. ''
peringatannya dan membuat Dinda langsung duduk kembali.
.
.
Hanum menyaksikan semuanya di balik pintu toilet karena Hanum sengaja ijin ke toilet saat melihat Reno memarkirkan motornya.
gumam Hanum dalam hatinya dan langsung berjalan menuju meja nya kembali.
''Lama sekali di toiletnya, makanan kamu dingin loh jadinya. ''
ucap Jibran saat Hanum duduk di kursinya.
''Ngantri Kak di toiletnya dan makanannya gak masalah ko kalau sudah dingin kan yang penting rasanya enak sudah cukup. ''
jawab Hanum dan Jibran mengangguk.
Hanum kembali memakan makanannya setelah mengirim pesan pada Tante Mila untuk tidak membahas tentang vidio yang di kirimnya dan jangan sampai bilang kalau Hanum yang mengirimkan vidionya, Tante Mila langsung setuju dan menutup rapat siapa pengirim vidionya, membuat Hanum langsung lega.
Setelah selesai makannya Hanum memilih pamit karena hari sudah menuju malam, Jibran pun mengiyakannya dan mengajak Hanum keluar dari cafe setelah dia membayar semua tagihannya.
''Hanum....Kamu mau saya antarkan?? ''
tanya Jibran dan Hanum menggelengkan kepalanya.
''Makasih tapi saya bawa mobil sendiri Kak, saya pamit yaa Kak dan sampai ketemu lagi. ''
jawab Hanum dan Jibran mengiyakannya.
Jibran mengantarkan Hanum sampai di mobilnya dan dia pergi ke mobilnya setelah melihat Hanum mengemudikan mobilnya keluar dari area Cafe.
__ADS_1
''Sepertinya akan sangat sulit mendekati kamu Hanum, ada sebuah jurang yang kamu bentang ternyata. ''
gumam Jibran dalam hatinya sambil masuk kedalam mobilnya dan langsung menuju pulang ke rumahnya.
Di perjalanan Hanum saat ini, jalanan sangat padat dan Hanum sampai kelelahan mengemudikan mobilnya yang menempuh waktu satu jam dari cafe sampai ke rumahnya.
Hanum memarkirkan mobilnya dan setelah berhasil langsung keluar dari mobil untuk segera masuk kedalam rumah, ternyata Bibi menunggunya dan membuat Hanum tersenyum.
''Kenapa Bibi masih duduk di kursi meja makan?? ''
tanya Hanum saat menghampiri Bibi pelayan kepercayaan keluarganya.
''Bibi nunggu Non Hanum dulu, mau bibi siapkan makan malam?? ''
jawab Bibi dan Hanum menggelengkan kepalanya.
''Hanum sudah makan Bibi, kunci saja semua pintu dan jendelanya karena Hanum mau langsung tidur, hari ini sangat lelah Bibi. ''
ucap Hanum dan Bibi menganggukkan kepalanya.
Hanum langsung menuju kamarnya di lantai dua dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Hanum yang merasa tubuhnya lelah pun langsung tidur dengan handuk yang menempel di tubuhnya.
Pagi menjelang.......
Tante Mila pagi pagi sekali datang ke rumah Hanum dan ternyata Hanum masih tidur, Tante Mila pun melanjutkan goes sepedanya bersama suaminya yang menemani.
''Kenapa balik lagi Maa?? ''
ucap sang suami saat mengeluarkan sepedanya.
''Hanum masih tidur kata Bibi, semalam dia pulangnya telat karena macet dan sepertinya Hanum kelelahan deh Papa. ''
jawab Tante Mila dan Suaminya tersenyum.
''Biar Papa yang temani Mama goes nya hari ini, ayo kita mulai goes karena di taman sekarang ramai setelah kemarin di bersihkan ramai ramai. ''
ucap Suaminya Tante Mila dan Tante Mila pun mengangguk lalu mulai dengan olah raga pagi nya.
Sedangkan Hanum pagi ini masih bergelut dengan selimbutnya dan handuk di tubuhnya pun sudah terlepas bahkan rambutnya yang semalam basah pun sudah kering.
Tepat pukul sepuluh pagi Hanum baru membuka matanya dan tersentak saat tubuhnya tanpa pakaian, Hanum duduk dan mengumpulkan kesadarannya.
''Ya ampun semalam habis mandi langsung tidur ternyata, pantas saja gak ada pakaian di tubuh aku. ''
gumam Hanum sambil beranjak dari ranjang dan langsung ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan cuci muka.
Hanum langsung memakai daster rumahannya lalu turun ke bawah untuk mencari makanan karena perutnya sangat lapar dan ternyata sudah jam sepuluh lebih pantas saja perutnya lapar.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......