
Hanum hanya diam setelah keluar dari ruang rawat saudaranya Tante Mila, dia sangat tidak nyaman di ruang lingkup orang orang yang bermuka dua.
''Maaf yaa sayang karena membuat kamu gak nyaman, saudara dari suami Tante memang seperti itu, parasit semua dan maaf karena tadi mengenalkan kamu sebagai calon Reno, sepupu jauh Reno sangat terobsesi sama Reno dan Tante yakin Reno setuju karena tadi mengenalkan kamu sebagai calon nya. ''
ucap Tante Mila dan Hanum hanya mengangguk tersenyum.
''Gak apa apa ko Tante dan Hanum pulang duluan yaa, Hanum pakai motor soalnya. ''
ucap Hanum dan membuat Mamanya Reno mengerutkan keningnya.
''Biarkan nanti motor kamu di bawa Reno, kita pakai mobil Reno karena dia mau jemput Tante sekalian mau ke kantor nya suami Tante, nanti Tante antarkan kamu pulang dulu. ''
ucap Tante Mila dan Hanum menggelengkan kepalanya.
''Maaf Tante kalau Hanum menolak, Hanum mau langsung pulang saja. ''
tolak Hanum yang merasa tidak enak dengan permintaan Tante Mila.
Tante Mila akhirnya menyetujuinya dan Hanum langsung menuju parkiran untuk mengambil motornya sebelum Reno datang karena dia sedang menghindar dari Reno.
Tepat sekali saat Naura meninggalkan Tante Mila ternyata Reno datang dan Tante Mila langsung masuk kedalam mobil.
''Kamu telat Reno, padahal barusan ada Hanum loh dia pakai motor dan Mama khawatir. ''
ucap Tante Mila dan Reno mengerutkan keningnya.
''Maksud nya Mama ngajakin Hanum ke rumah sakit gitu?? ''
tanya Reno meyakinkan kembali.
''Iya Reno dan tadi kita papasan pas di lorong rumah sakit, yasudah Mama ajak saja karena takut ada sepupu kamu yang centil itu dan ternyata benar loh, maaf karena Mama mengenalkan Hanum sebagai calonnya kamu. ''
''Gak apa apa Mama dan memang harus di tegaskan dia itu biar gak ganggu Reno terus, risih banget sama dia. ''
''Syukur laah kalau kamu gak apa apa tapi Hanum nya kaya yang marah loh Renn. ''
''Lah kok bisa kan harusnya senang di bilang calon Reno, masa Hanum gak mau?? ''
''Itu tandanya kamu bukan laki laki hebat dan gak semua mau sama kamu. ''
''Mama malah menjatuhkan Reno bukannya menyadarkan Hanum. ''
Tidak ada obrolan dari ibu dan anak itu keduanya sibuk dalam pikiran masing masing hingga tiba di lobi utama perusahaan.
Di kediaman Hanum saat ini......
Hanum memasukan motornya ke bagian belakang tempat biasanya motor di simpan, lalu masuk ke rumah melalui pintu dapur yang selalu di buka kalau siang hari oleh bibi.
__ADS_1
Hanum tersenyum pada Bibi dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya, hari ini sangat lelah sekali habis menunggu Maya terus terpaksa mengikuti Tante Mila menjenguk saudara nya.
Hanum menuju balkon dan duduk di ayunan rotannya sambil menatap langit cerah menuju sore hari, Hanum sangat suka bila diam di balkon sambil memandang langit.
''Lebih baik mandi biar sedikit nyaman tubuh aku ini dan gak lengket. ''
ucap Hanum dan langsung beranjak menuju kamar mandi.
.
.
Makan malam tiba......
Saat ini Hanum sedang menikmati makanannya dan tumbenan Handi ada di rumah ikut makan malam, biasanya akan menyusahkan karena harus menjemputnya.
''Besok kan weekend, Ayah sama Bunda berencana mau pergi ke rumah Oma, kalian mau ikut gak?? ''
ucap Ayahnya Hanum memecahkan keheningan.
''Hanum gak ikut, Maya besok pulang dari rumah sakit dan Hanum mau ikut jemput. ''
jawab Hanum dan Ayahnya mengijinkannya.
''Berarti cuma aku ajah yang ikutnya, asiik nanti hadiahnya berarti buat aku ajah. ''
girang Handi dan membuat Hanum mendelik ke arah adiknya.
ucap Hanum dan adiknya hanya cengengesan.
Setelah makan malam nya selesai, Hanum memilih gabung dengan keluarganya untuk menonton televisi karena besok weekend dan aktifitas libur.
Namun saat sedang asik bell rumah ada yang membunyikannya dan Ayahnya Hanum langsung membukanya ternyata Pak Rt memberikan undangan besok akan di adakan kerja bakti.
''Kasiaaan kamu gak jadi ke rumah Oma. ''
ledek Hanum saat Ayahnya duduk dan membatalkan acara besok.
''Minggu depan ya Dee kita perginya, Ayah mau ikutan kerja bakti biar bisa berbaur sama semua orang. Kamu ikutan Ayah ajah kalau mau. ''
ucap Sang Ayah dan Handi langsung menyetujuinya.
''Apa sih yang gak di tolak sama kamu Dee?? Selalu setuju apapun yang di ajak ke kamu. ''
sindir sang Kakak dan Adiknya hanya menjulurkan lidahnya.
''Sudah jangan berantem malu sudah malam, kalau Kakak besok jadi pergi jemput teman nya?? ''
__ADS_1
ucap Bunda nya Hanum dan Hanum mengiyakannya.
''Kata Maya tadi kasih kabar kalau Hanum harus ikut jemput, kasian cuma Mama nya ajah sama supir yang menjemput, jadi Hanum ikut bantu. ''
jawab Hanum dan Bundanya mengangguk mengiyakannya.
Hanum memilih pamit ke kamar nya dan kedua orang tuanya pun mengijinkannya, Hanum ingin menghubungi Siska untuk menanyakan keadaannya.
Ternyata dering ke tiga Siska mengangkat telphone nya.
Dalam panggilan saat ini.....
''Siskaaaa......syukur lah kamu angkat telphone nya, gimana keadaan kamu?? ''
''Aku baik baik saja Hanum tapi Mama nangis terus karena Papa gak mau memberikan jaminan untuk Riska yang berada dalam penjara. ''
''Astaga, terus bagaimana?? Riska beneran kena Razia di hotel?? ''
''Benar Hanum dan Riska di DO dari kampus karena nama kampus kita ke bawa bawa, Riska sedang melakukan itu sama pacarnya saat kena Razia, tapi Riska negatif dari obat obatan, pacarnya positif jadi kebawa bawa. ''
''Ya ampun Siss ternyata sejauh itu pergaulan Riska, jadinya kamu sama Mama kamu gak bisa membebaskan Riska dong?? ''
''Gak bisa kan Papa marah dan merasa di permalukan Hanum, Papa kan bekerja di kepemerintahan jadi terseret deh bikin malu. ''
''Yang tabah dan sabar yaa, semoga ada jalan keluar nya yaa. Oh iya besok kamu mau ikut jemput Maya gak ke rumah sakit?? ''
''Kayanya gak deh Hanum, Papa sekarang jadi memperketat kebebasan aku loh. ''
''Kamu kena imbasnya dong, yasudah yang sabar kamu nya pokonya kamu berfikir positif dan ambil hikmahnya, turuti kemauan orang tua kamu biar gak kena azab. ''
''Makasih Hanum.....kamu memang teman terbaik aku, besok saat Maya pulang kalian vidio call yaa. ''
''Oke siap nanti aku telphone kamu, sudah istirahat biar besok saat bangun kamu bangun dari mimpi. ''
''Ishhh.....ngaco kalau bicara, bukan mimpi tau ini nyata Hanum, malah aku maunya mimpi biar damai, ehh....ternyata kenyataan. ''
''Yasudah terserah kamu saja Siss dan sabar oke, kami tetap mendukung kamu. ''
''Makasih Hanum sayangku......''
''Geliiiii ihh jangan manggil gitu. ''
Panggilan berakhir......
Hanum langsung kesal saat Siska malah terbahak setelah protes darinya, Hanum memilih ke balkon setelah memakai jaket, kaos kaki, kupluk bulu dan selimbutnya yang di bawa untuk menghangatkannya karena Hanum akan berada di ayunan malam ini.
.
__ADS_1
.
Bersambung........