
Tiga puluh menit menunggu akhirnya tamu yang di tunggu pun tiba, Selesa langsung tersenyum dan menunggu di depan pintu untuk menyambutnya.
''Pagi......''
ucap Papa nya Maya dan membuat Selena tersenyum.
''Pagi juga Mas......hai Maya apa kabar?? ''
jawab Selena dan beralih ke arah Maya yang tersenyum padanya.
''Maya baik Tante. ''
ucap Maya dan Selena langsung tersenyum.
Selena mengajak Papanya Maya dan Maya masuk, Bunda Mita langsung menyiapkan makanan juga cemilan untuk tamunya.
''Silahkan duduk dulu, aku mau panggil Kak Mita. ''
ucap Selesa saat sampai di ruang tamu dan Maya juga Papanya langsung duduk.
Selena menghampiri Kakak iparnya yang sedang menyajikan minum juga cemilan dan Selena langsung membantunya.
''Bantu bawa cemilan nya saja biar Kakak yang bawa air minumnya. ''
ucap Bunda Mita dan Selena langsung mengiyakannya.
Bunda Mita tersenyum saat Maya menyapanya, Selena langsung menyajikan makanan juga cemilannya.
''Kak kenalkan namanya Artur. ''
ucap Selena dan Bunda Mita langsung menyapa sambil mengatupkan kedua tangannya.
''Saya Mita kakak ipar nya Selena. ''
ucap Bunda Mita dan Artur langsung tersenyum.
''Maya sudah menceritakan sedikit sama saya. ''
ucap Artur dan Bunda Mita tersenyum.
''Yasudah silahkan di minum dulu, saya akan panggil Hanum nya dulu. ''
ucap Bunda Mita dan di angguki semuanya.
Maya mendadak jadi pendiam karena dia takut pada reaksi Hanum saat melihat Papanya menjalin hubungan dengan Tante nya dan Papanya masih terikat pernikahan dengan Mamanya.
Bunda Mita mengetuk pintu kamar Hanum dan langsung membukanya, Hanum tersenyum saat Bunda nya menghampiri.
''Ibu di bawah ada pacarnya Selena dan Anaknya mau menjenguk Hanum, Ibu temani Mita yaa karena Mas Pras kan gak ada. ''
ucap Bunda Mita dan Oma nya Hanum mengangguk.
''Maya juga ikut Bunn?? ''
__ADS_1
tanya Hanum dan Bundanya mengangguk.
''Iya Sayang bersama Maya juga, ayo kita turun biar Bunda bantu. ''
jawab Bunda Mita dan Hanum memanyunkan bibirnya.
''Hanum sudah sehat kenapa harus di bantu, Oma sama Bunda duluan saja turun dann Hanum nanti nyusul. ''
ucap Hanum dan Omanya langsung mengajak Bunda Mita untuk turun.
Hanum membenahi rambutnya dan merapihkan ranjangnya yang sedikit berantakan, Hanum langsung berjalan menuju lantai satu menyusul Bunda dan Omanya.
Saat tiba di ruang tamu Hanum langsung menyapa Papanya Maya dan memanyunkan bibirnya ke arah Maya yang sedang menatapnya.
''Maaf karena Om baru bisa jenguk yaa Hanum. ''
ucap papanya Maya sambil memberikan kado pada Hanum.
''Gak apa apa Om dan Makasih hadiahnya. ''
ucap Hanum dan Papanya Maya tersenyum.
Hanum duduk di samping Maya dan membisikkan sesuatu ke telinga Maya, Maya mengangguk lalu keduanya pamit menuju halaman belakang rumah.
''Hanum.....kamu gak marah kan?? ''
tanya Maya dan membuat Hanum mengerutkan keningnya.
''Marah untuk apa Maya?? ''
''Itu Papa aku yang menjalin hubungan sama Tante kamu, aku baru tahu kemarin kalau pacar Papa itu Tante kamu. ''
jelas Maya dan Hanum hanya tersenyum.
''Kita gak bisa menyalahkan orang yang saling mencintai karena rasa cinta itu timbul tidak memberitahukan dimana menyematkannya, lagian kamu gak masalah Papa kamu punya wanita lain?? ''
jawab Hanum dan membuat Maya lega mendengarnya.
''Mama dan Papa sudah gak sehat pernikahannya, Mama selalu membawa laki laki lain ke rumah saat Papa pergi, bahkan saat aku kecelakaan di rawat. Sempat sempat nya Mama cek inn dan menitipkan aku sama kamu, jadi aku gak masalah dengan Papa dan Papa sama Mama sudah sepakat untuk bercerai, aku ikut Papa tinggal di rumah baru. ''
''Aneh sekali yaa rumah tangga orang tua kamu, semoga kamu dan kita semua sebagai wanita gak meniru pernikahan seperti itu. ''
''Semoga......Papa kasihan sekali, Mama selalu berkhianat tapi Papa selalu memaafkannya dan puncaknya saat Mama ketahuan main serong dengan pesaing bisnis Papa, Mama mengkhianati Papa demi membantu pesaing bisnis Papa. ''
''Sabar.....mungkin semua ujian untuk kamu Maya, suatu saat kamu akan bahagia dengan Papa kamu, Tante Selena juga gak jauh beda dia di khianati suaminya dan berakhir perceraian. ''
''Sudah lah jangan bahas masalah rumah tangga, Siska sedang dalam perjalanan mau kesini loh Hanum, katanya dia bawa banyak makanan. ''
''Syukur laah rumah jadi ramai kan. ''
Kedua sahabat itu larut dalah obrolan sambil menunggu kedatangan Siska, hanya menunggu dua puluh menit sebuah mobil masuk pekarangan rumah Hanum dan Siska lah yang datang.
Hanum dan Maya langsung keluar rumah, terciptalah kehebohan ketiganya membuat para orang dewasa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Kalian ini para gadis tertawanya sanga menakutkan yaa, gak ada anggun anggun nya sama sekali. ''
ucap Oma nya Hanum dan membuat ketiga gadis itu cekikikan.
''Ibu jangan ganggu anak anak, biarkan mereka mengekspresikan kesenangannya. ''
ucap Selena yang membela ketiga gadis belia yang sedang duduk di halaman depan memakan cemilan salad buahna.
Oma akhirnya ikut gabung lesehan dengan para gadis dan ikut memakan salad buah yang di bawa oleh Siska tadi.
''Oma tadi marah sekarang malah ikut ikutan juga jadinya. ''
protes Hanum dan Oma nya hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau komentar.
''Kalian berdua temani Hanum besok malam yaa, acara launching make up brand ternama, Oma akan membawa kalian ikut serta. ''
ucap Oma dan membuat kedua sahabat Hanum langsung heboh.
''Makasih sudah mengajak kami Oma dan kami akan ikut serta. ''
jawab Siska dan Maya menyetujuinya.
''Kalian memang terbaik dan kalian kumpul di rumah Oma yaa, Oma akan siapkan gaun untuk kalian berdua juga sekalian untuk hanum juga. ''
ucap Oma nya Hanum dan semua langsung mengiyakannyaa.
Di dalam rumah saat ini, Papanya Maya dan Tante Selena sedang berbincang karena Bunda Mita sedang menyiapkan makan siang besar untuk semua yang ada di rumahnya.
''Mereka bertiga bersahabat sangat solid, ada satu lagi sih saudari kembarnya Siska tapi sudah tidak satu kampus lagi sekarang. ''
ucap Selena dan Papanya Maya mengangguk.
''Apapun persahabatannya asal di jalan baik sudah pasti aku gak masalah, selama ini aku fokus bisnis dsn tidak mengetahui tumbuh kembang Maya di bawah asuhan Mamanya. ''
jawab Papa nya Maya dan Tante Selena tersenyum menjawabnya.
''Urusan perceraian kamu sudah beres belum Mas?? ''
tanya Selena dan Papanya Maya mengangguk.
''Baru masuk pengadilan dan di urus sama pengacara sekarang ini, kamu sudah ada putusan?? ''
jawab Papanya Maya.
''Sudah dan tinggal menunggu akta cerai saja sih sekarang, aku gak menyangka bisa berhubungan dengan kamu Mas. ''
''Kenapa gak menyangka?? Aku berterimakasih karena kamu menerima Maya juga dan menerimaku Selena, mudah mudahan pernikahan kita nantinya menjadi pernikahan terakhir kita. ''
Papanya Maya begitu senang mendapatkan wanita selembut Selena dan kepribadiannya baik karena Selena adalah seorang dosen yang pasti mencerminkan kepribadiannya juga.
.
.
__ADS_1
Bersambung......