
Hanum masih berbincang dengan Tante Selena di dalam kamar, sedangkan Oma memilih ke lantai satu untuk mengobrol dengan putranya.
Oma dan Tante Selena memutuskan untuk menginap karena besok hari jumat dan menuju weekend juga jadi seperti liburan.
''Tante kenapa cuma sama Oma?? Suami Tante gak ikut emangnya?? ''
tanya Hanum dan Tanye Selena langsung menggelengkan kepalanya.
''Sudah tiga bulan suami Tante gak ada kabar Sayang dan Ayah kamu memutuskan untuk menyarankan menggugat cerai dan sekarang sedang di proses. ''
jawab Tante Selena dan Hanum langsung terdiam.
''Sabar Yaa Tante dan Hanum yakin semua terbaik, Ayah juga gak akan melakukan semuanya kalau merugikan Tante, jawab jujur ke Hanum. Tante masih Sayang sama Suami Tante?? ''
ucap Hanum dan Tante nya langsung menggelengkan kepalanya.
''Semenjak ketahuan selingkuh dari Tante, sejak itu Tante sudah tidak memiliki perasaan lagi, Ayah kamu dulu sangat melarang Tante menikah dengan laki laki itu dan Tante nekad hingga kenyataan pahit Tante alami. ''
''Ada jodo nanti yang akan datang ke hadapan Tante dan Hanum sangat yakin. ''
''Tante mau fokus sama perusahaan keluarga karena Ayah kamu selalu menolak, kalau nunggu Handi besar kan sangat lama dan Oma bilang kamu yang menjalankan perusahaan menggantikan Ayah kamu. ''
''Aishh.....kenapa Hanum, gak mau ahh nanti Hanum bicara sama Ayah dan masa Hanum sih. ''
''Kamu cucu tertua Sayang dan Oma sudah gak mau melanjutkan perusahaan lagi, Tante sebenarnya malas tapi kalau gak Tante siapa coba?? Ayah kamu memilih kerja ke orang lain. ''
''Hanum pusing memikirkannya, nanti Hanum rayu Ayah dan pasti Ayah mau. ''
Hanum dan Tante nya langsung mengobrol asik hingga tiba makan malam, Hanum memaksa untuk ikut makan malam dengan keluarganya dan Hanum di bantu berjalan oleh Tante Selena.
''Ngeyel nih Hanumnya, sudah Selena minta jangan ikut malah keukeuh pengen ikut makan bersama. ''
ucap Tante Selena yang mengadu pada Ayahnya Hanum.
''Sudah biarkan saja, meja makan jadi hangat karena ada Hanum. ''
ucap Oma yang membela cucu kesayangannya.
''Sudah jangan berdebat, kita makan sekarang keburu dingin makanannya. ''
lerai Ayahnya Hanum saat Ibu dan adiknya berdebat.
.
__ADS_1
.
Setelah selesai dengan makan malam nya, Hanum memilih menuju kamarnya di bantu Ayahnya, sedangkan keluarga yang lainnya duduk di ruangan keluarga.
Hanum tidak langsung tidur, dia memilih duduk sambil memperhatikan Ayahnya yang sedang membuka jendela tidak terlalu lebar dan menutup gordennya.
''Ayah sengaja memilih rumah ini untuk kita tempati, karena memiliki jendela luas agar kamu gak kepanasan dan tidak menggunakan AC, ingat sayang jangan menggunakan AC di malam hari lagi, kalau siang boleh tapi perut dalam keadaan terisi. ''
jelas Sang Ayah dan Hanum menganggukan kepalanya.
''Lihat ada Rano di balkonnya memperhatikan ke arah sini, kamu mau menyapanya gak?? ''
ucap Ayahnya kembali saat melihat Reno sedang menatap ke arah jendela kamar putrinya.
''Ayah.....bikin malu saja dan biarkan Kak Reno nya jangan di sapa. ''
tolak Hanum dan Ayahnya tersenyum sambil menggenggam tangan Hanum.
''Ayah gak bisa di bohongi, Ayah tahu kamu menyukai Reno dan sekarang belajar menghindar malah berujung masuk rumah sakit, kamu juga mau tinggal di rumah ini karena adanya Reno, ayo ngaku?? ''
''Ayaaahh......jangan buat Hanum malu, Hanum tahu sekali kalau Hanum gak bisa berbohong kalau dengan Ayah dan Ayah selalu tahu apa yang Hanum rasakan. ''
''Ayah adalah laki laki pertama yang menyayangi kamu Sayang dan Ayah juga laki laki pertama yang kamu Sayangi, Ayah bisa merasakan semuanya yang kamu risaukan. ''
Ayahnya Hanum langsung memeluk putrinya dan mencium puncak kepalanya penuh Sayang, Hanum adalah putrinya yang mempersatukan nya dengan Sang istri yang dahulu tidak pernah menerimanya.
Kelahiran Hanum sangat di Sayang oleh keluarganya, bahkan keluarga Bunda Mita sangat posesif kepada Hanum, namun sayang keluarga Bunda Mita menetap di negara jauh sana dan Hanum tidak di perbolehkan di bawa pergi.
''Ayah mau memberitahukan sesuatu tapi kamu jangan marah dan tetap lah normal seperti biasa, ini menyangkut persahabatan kamu juga dengan kedua teman kamu dan juga menyangkut keluarga kamu yaitu Tante kamu. ''
ucap Ayahnya Hanum saat melepaskan pelukannya.
''Ada masalah apa Ayah?? Kenapa ada sangkutan dengan orang terdekat Hanum?? ''
Jawab Hanum yang penasaran ada masalah apa.
''Kamu mengenal baik Tante Selena kan?? Dia sekarang malah menjalin hubungan dengan Papanya Maya, sepertinya Maya mengetahuinya tapi dia tidak perduli, Tante kamu yang bicara ke Ayah pas Ayah berkunjung ke rumah kemarin, Ayah sudah coba memperingati Tante kamu tapi dia tidak menggubrisnya, coba kamu tanya Maya baik baik dan Ayah penasaran apa reaksi nya Maya. ''
jelas Sang Ayah dan membuat Hanum langsung tersentak kaget.
''Selama aku kenal dengan Maya dia enjoy dan gak membenci Hanum, Ayah bisa lihat kemarin kan?? ''
ucap Hanum dan Ayahnya mengangguk.
__ADS_1
''Makanya nanti kamu tanya Maya, Ayah gak mau Tante kamu salah jalan lagi dan cukup sekali dia salah memilih suami. ''
''Tante Selena dan suaminya sudah cerai Ayah?? ''
''Sudah seminggu lalu palu hakim di ketuk, Suaminya kembali ke kotanya dan Tante kamu hebat gak meminta harta gono gini. ''
''Ayah kenapa gak mau mengendalikan perusahaan?? Pliis Ayah jangan membuat Hanum kejebak dong, kenapa keluarga Ayah dan Bunda sama sama menekan Hanum buat menjalankan perusahaan. ''
''Hahahhaaa......Kamu sudah di minta sama Tante kamu yaa?? ''
''Ayah jangan tertawa gitu, Ayah pliis jalankan perusahaan Oma, Tante Selena malah meminta Hanum cepat lulus dan gantikan Tante Selena. ''
''Sudah jangan berfikir terlalu kencang Sayang, bilang sama Tente kamu sabar karena Ayah sedang proses di kantor karena gak bisa sembarangan mengundurkan diri dan kamu tahu kalau Ayah baru saja di pindah tugaskan ke kota ini. Jadi gak bisa dengan mudah melepaskannya. ''
''Terserah Ayah dan Hanum percaya kalau Ayah gak akan membiarkan Hanum kejebak. ''
''Sudah malam waktunya tidur yaa, ayo Ayah bantu rebahkan tubuh kamu. ''
Ayahnya Hanum dengan telaten mengurus putrinya, Hanum begitu bahagia memilliki Ayah seperti Ayah Pras yang sangat menyayanginya.
Setelah Hanum nyaman dengan tidurnya Ayahnya langsung pamit keluar dari kamar Hanum dan segera bergabung dengan keluarganya yang ada di ruang tengah rumahnya.
''Hanum sudah tidur Ayah?? ''
tanya Bunda Mita saat suaminya menghampirinya ke dapur.
''Sudah Sayang dan Hanum mengadu soal Selena yang meminta Ayah menggantikannya di perusahaan. ''
jawab Sang Suami dan membuat Bunda Mita tersenyum.
''Sepertinya kamu harus segera turun tangan Ayah, Bunda gak mau kuliah Hanum gak fokus, Mama sudah menekan Hanum sedari sekolah SMA. ''
keluh Sang istri saat teringat ancaman Mamanya yang begitu menbuat Hanum tertekan.
''Ayah janji Sayang dan jangan risau yaa, ayo gabung dengan Ibu dan yang lainnya. ''
ucap Ayahnya Hanum dan Bunda Mita mengangguk.
.
.
Bersambung......
__ADS_1