
Siska dan Maya hanya dua jam berkunjung ke rumah Hanum, karena hari semakin sore takut jalanan macet. Setelah kedua temannya pamit Hanum kembali merebahkan tubuhnya.
Tempelan di jidatnya masih belum di lepas dan tetap di pakai oleh Hanum, Hanum melihat langit langit kamarnya sambil membayangkan wajah Reno.
Saat asik dengan lamunannya pintu kamar terbuka dan Ayahnya Hanum yang masuk, Hanum tersenyum saat Ayahnya masuk.
''Maaf karena Ayah gak jemput kamu pulang, meeting di kantor sangat padat dan gak bisa di wakilkan oleh orang lain. ''
ucap Sang Ayah dengan nada menyesal dan membuat Hanum tersenyum.
''Gak apa apa Ayah dan lagian Ayah kan yang nemenin Hanum di rumah sakit kalau malam, masih ada Bunda, Tante Mila dan Kak Reno yang menemani Hanum pulang ke rumah. ''
jawab Hanum dan Ayahnya langsung mengangguk.
''Ayah punya hadiah untuk kamu, sebentar Ayah ambil dulu di tas kerja. ''
ucap Sang Ayah dan Hanum mengiyakannya.
Ayahnya Hanum langsung menuruni tangga dengan nampam berisi gelas kotor dan satu keresek sampah bekas makanan sahabat Hanum.
''Ayah kenapa repot repot membawakannya, padahal nanti Bunda yang merapihkan sekalian membawa makanan untuk Hanum. ''
ucap Bunda Mita saat melihat suaminya menghampiri sambil memegang nampan.
''Gak masalah Bunn kan sekalian turun juga, Ayah akan memberikan hadiah untuk Hanum dan lupa malah tertinggal di tas kerja. ''
Ucap Ayahnya Haum dan Bunda nya hanya menggelengkan kepalanya.
Hanum begitu di sayangi oleh Ayahnya karena berkat kehadiran Hanum kedua orang tuanya bersatu, Hanum hadir sebagai anugerah yang tak ternilai dan sangat di nanti oleh semua keluarga besar Ayahnya Hanum.
''Hanum......segera pulih yaa, Bunda gak mau terjadi sesuatu sama kamu. ''
gumam Bunda Mita sambil menyiapkan bubur dan obat yang akan di makan oleh Hanum.
''Tadi Selena menghubungi Ayah dan marah karena dia gak mengetahui kalau Hanum di rawat, Selena akan datang melihat keadaan Hanum selepas dari kampus katanya. ''
ucap Ayahnya Hanum dan Bundanya mengiyakannya.
''Boro boro mau menghubungi orang, Kita hanya fokus kesembuhan Hanum kan pas Hanum di rawat, Bunda gak mau kalau Hanum kembali koma dan itu menyakitkan. ''
''Iya Sayang dan Ayah juga mengerti, sini makanannya biar Ayah yang bawa dan menyuapi Hanum, Bunda siapkan makanan lebih yaa takut Ibu ikut datang. ''
''Iya Ayah akan Bunda siapkan semuanya. ''
Ayahnya Hanum langsung menuju lantai dua dimana kamar Hanum berada, saat masuk ternyata ada Handi yang ikut menemani Hanum sambil mengerjakan tugas sekolahnya.
''Makan dulu yaa Sayang dan Ayah yang akan menyuapi kamu, ada obat yang harus di minum sore dan kata Bunda kamu belum makan. ''
__ADS_1
ucap Sang Ayah sambil duduk di sisi ranjang dan merapihkan makanannya.
''Hanum makan sendiri gak mau di suapi Ayah. ''
ucap Hanum yang menolak suapan dari Ayahnya dan Ayahnya menggelengkan kepalanya.
Hanum terpaksa menerima makanannya karena memang ada obat yang harus selalu di minumnya, Hanum merasakan makanannya hambar dan itu efek dari sakitnya.
''Dee jangan nanya nanya pelajaran dulu ke Kakak yaa, biar Ayah yang bantu kamu. ''
ucap Ayahnya Hanum dan Handi mengiyakannya.
''Handi selesai dengan tugasnya Ayah dan gak minta bantuan kakak ko. ''
jawab Handi dan Ayahnya tersenyum sambil menyuapi bubur untuk hanum.
''Sudah kenyang Ayah jangan suapi lagi. ''
tolak Hanum saat Ayahnya akan menyuapinya.
''Baru juga tiga suap sudah kenyang, satu lagi janji ini yang terakhir. ''
jawab Sang Ayah dan Hanum mengiyakannya.
Setelah selesai menyuapi makannya, Hanum langsung minum dan menunggu sebentar untuk meminum obatnya, Handi kembali ke kamarnya untuk menyimpan peralatan sekolahnya.
Ayahnya Hanum mengeluarkan sebuah kotak dan isinya adalah sebuah kalung dengan liontin sangat indah, Hanum tersenyum dan Ayahnya langsung memakaikan kalungnya untuk Hanum.
ucap Sang Ayah saat selesai memasangkan kalungnya.
''Makasih Ayah dan Hanum akan menjaganya, kemarin Hanum dapat hadiah jam tangan mewah dari Tante Mila loh Ayah. ''
ucap Hanum dan ayahnya tersenyum.
''Terima kalau memang di beri asal jangan meminta karena itu gak baik, yasudah Ayah mau bersih bersih dulu Sayang dan kamu di temani Handi lagi. ''
ucap Sang Ayah saat Handi memasuki kamar lagi.
Hanum ditemani Handi di dalam kamar sambil bermain dengan mainan yang diberikan oleh Oma nya, Hanum hanya diam duduk bersandar melihat Handi.
''Kak Hanum sama Kak Reno serasi loh, Tante Mila pernah nanyain ke Handi tentang Kakak, kakak sudah punya pacar belum?? Handi jawab Kakak gak punya pacar karena sibuk kuliah. ''
ucap Handi dan Hanum hanya mengangguk.
''Kalau ada yang nanya Kakak punya pacar atau engga, kamu jawabnya itu urusan Kakak dan bukan urusan anak kecil, jangan bilang Kakak gak punya pacar kan memalukan Dee. ''
ucap Hanum dan Handi hanya cengengesan.
__ADS_1
Saat asik mengobrol dengan Handi, pintu kamar terbuka dan ternyata Oma dengan Tante Selena datang, Handi langsung turun dari ranjang dan menyapa Oma juga Tante nya.
''Bagaimana kondisi kamu Sayang?? Sudah Oma peringati jangan masang Ac tapi Ayah kamu ngeyel terus. ''
omel Oma dan Hanum hanya tersenyum.
''Ini Tante bawakan Kompresan tempel banyak buat kamu. ''
ucap Tante Selesan yang memberikan satu kotak penuh kompresan untuk Hanum.
''Tante nyuruh Hanum jualan, banyak amat kompresannya. ''
protes Hanum dan Tante Selena hanya tersenyum.
''Badan kamu masih demam Sayang, mau Tante ganti gak kompresannya?? ''
ucap Tante Selesan saat memeluk Hanum.
''Gak usah Tante ini masih baru di ganti Bunda. ''
jawab Hanum dan Tantenya mengangguk.
''Mau tinggal sama Oma gak?? Ada Tante Selena sekarang tinggal sama Oma. ''
pinta Oma Nya Hanum dan Hanum menggelengkan kepalanya.
''Hanum takut tinggal di rumah Oma yang seperti istana itu, membuat gak nyaman. ''
tolak Hanum dan Oma nya hanya mendelik karena sedari dulu Hanum susah di ajak tinggal dengannya.
''Handi kamu jagain Kakak yaa, jangan di ajak main terus tapi ajakin ngobrol. ''
ucap Sang Oma dan Handi mengiyakannya.
''Hanum lebih baik sendiri dari pada di temani Handi, Handi sangat cerewet Oma. ''
ucap Hanum dan membuat adiknya cemberut.
''Tante sudah ijinkan kamu ke dewan kampus dan mereka memberikan ijin sampai kamu pulih Sayang, prestasi kamu jadi pertimbangan memberikan ijin tapi nanti akan ada email masuk tugas kampus dari dosen untuk kamu, kerjakan nya nanti kalau pulih. ''
jelas Tante Selena dan Hanum mengiyakannya.
''Lagian Orang sakit di kasih tugas kan aneh tuh rekan dosen kamu. ''
protes Oma dan membuat Hanum tersenyum.
.
__ADS_1
.
Bersambung......