Tetangga Ku IdolaKu

Tetangga Ku IdolaKu
Bab 7 # Calon nya Reno


__ADS_3

Pagi ini Hanum sedikit kesiangan dan dia memilih menggunakan motornya dan mengambil jalan tikus agar tidak terjebak macet.


Saat tiba di kampus ternyata sangat ramai dan polisi juga ada, Hanum langsung berjalan cepat menuju kelasnya dan ternyata kelasnya di liburkan efek dari Riska yang kena Razia kemarin siang.


''Aishh....aku sampai lupa makan malah di liburkan, Siska gak bisa di hubungi lagi dan lebih baik aku ke rumah sakit saja bertemu Maya. ''


gumam Hanum dan langsung berbalik kembali menuju parkiran.


Hanum berjalan sedikit cepat menuju parkiran motornya dan ternyata ada Reno yang langsung memanggil Hanum, Hanum langsung lari dan secepatnya menuju parkiran karena malas harus berhubungan dengan Reno yang sedang di hindarinya.


Hanum memberikan kabar pada Maya kalau dia mau ke rumah sakit, ternyata Maya menyambutnya dengan senang dan Hanum langsung melajukan motornya menuju rumah sakit.


Di kampus saat ini.....


Reno sedang mengambil berkas kelulusannya dan tak sengaja melihat Hanum namun naas Hanum malah lari dan Reno pun harus ke ruang dosen jadi tidak sempat mengejar Hanum.


''Ada apa dengan anak itu?? Biasanya antusias sekali kalau aku sapa dan ajak ngobrol walau sebentar. ''


gumam Reno dalam hatinya yang bertanya tanya tentang Hanum.


Reno selesai dengan berkasnya dan langsung menuju perusahaan Papanya, karena saat ini Reno sudah di berikan tanggung jawan oleh Papanya mengenai perusahaan.


Sedangkan Hanum saat ini sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan menenteng buah buahan juga cemilan yang di minta Maya, Hanum gak habis fikir pada sahabatnya itu kenapa makannya sangat banyak sekali.


''Untung ada Hanum, Tante titip Maya lagi yaa karena Papanya Maya akan pergi ke luar kota dan Tante mau membantu bersiap siap. ''


ucap Mamanya Maya dan Hanum mengiyakannya.


''Tante tenang saja, Hanum bisa jaga Maya sampai siang ini karena di kampus juga sedang di liburkan sehari ini. ''


jawab Hanum dan Mamanya Maya langsung tersenyum senang.


Mamanya Maya langsung pamit untuk pulang dan Hanum menyiapkan buah buahan untuk di makan oleh Maya.


''Kapan gips kaki kamu di copot?? ''


tanya Hanum dan Maya menggelengkan kepalanya.


''Aku gak nanya nanya Hanum, Mama yang tahu semuanya. ''


jawab Maya sambil memakan buah yang sudah di potongkan oleh Hanum.


''Maya.....Riska dan pacarnya kena Razia di hotel kemarin siang, Razia pesta *** dan obat terlarang. ''


ucap Hanum dan membuat Maya langsung tersentak kaget.


''Ya ampun anak itu akhirnya kena juga, terus Siska bagaimana?? ''


jawab Maya dan Hanum menggelengkan kepalanya.


''Aku hubungi dari kemarin tapi susah Maya dan pas ke kampus banyak polisi, kelas di liburkan sehari ini dan Siska gak ada di kampus, aku takut kalau harus ke rumahnya nanti takut di pertanyakan. ''


''Kasihan Siska jadinya, yasudah biarkan saja kita jangan ikut campur dulu sepertinya. ''

__ADS_1


''Iyaa Maya aku juga langsung kesini buat kasih tahu ke kamu, kalau lewat chat takut gak percaya. ''


Keduanya berhenti mengobrol saat pintu ruangan rawat Maya di ketuk dan ternyata dokter juga perawat memasuki ruangan.


Hanum langsung beranjak dan membenarkan makanan di tangan Maya saat dokter mendekat, Hanum sangat cuek pada laki laki dan dia gak sadar dokter yang memeriksa Maya memperhatikannya.


''Gips nya besok saja di bukanya dan sekarang hanya memeriksa respon jari kaki kamu saja. ''


ucap Dokter dan Maya mengangguk.


Hanum terus memperhatikan Maya yang sedang di periksa, Maya menyadari kalau Dokter mencuri curi pandangan pada sahabatnya namun sayang Hanum sangat dingin dan tidak merasakannya.


Selesai memeriksa nya dokter langsung pamit keluar sebelumnya tersenyum kepada Hanum dan Hanum hanya mengangguk.


''Hanum.....kamu merasa gak?? sedari tadi dokternya mencuri curi pandangan ke kamu. ''


ucap Maya saat pintu ruangannya tertutup kembali.


''Aishh....kamu fokus kesembuhan saja jangan jadi cenayang. ''


jawab Hanum Dan Maya memanyunkan bibirnya.


''Hanya Kak Reno saja yang bisa mendapat lirikan kamu sih. ''


cibir Maya dan Hanum langsung memukul tangan Maya.


''Ishh....kamu jahat sama pasien deh, nanti kalau tangan aku harus di gips bagaimana?? ''


''Hanum coba hubungi Siska lagi dong, mudah mudahan merespon. ''


''Sebentar aku hubungi lagi yaa. ''


Hanum langsung menghubungi nomer Siska dan tetap nomernya memanggil dan tidak aktif, keduanya hanya menghela nafasnya karena bingung harus bagaimana.


''Jadi kita hanya bisa menunggu kalau begini. ''


ucap Maya saat panggilan tidak terhubung.


''Iyups dan sabar menunggu. ''


jawab Hanum sambil menyimpan handphone nya kembali kedalam tas.


.


.


Siang menjelang......


Hanum menemani Maya hingga siang hari dan mamanya Maya kembali ke rumah sakit, Hanum langsung pamit pulang kepada Mamanya Maya dan Maya.


Hanum berjalan kembali menyusuri koridor rumah sakit untuk pulang, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara memanggilnya, saat berbalik ternyata Tante Mila yang memanggilnya.


''Ya ampun ternyata benar kamu Hanum, kamu lagi apa di rumah sakit?? Sendirian lagi. ''

__ADS_1


tanya Tante Mila saat Hanum mencium tangannya.


''Hanum habis jenguk temen yang kecelakaan Tante, Tante sendiri lagi apa di rumah sakit?? ''


jawab Hanum dan Tante Mila tersenyum.


''Tante mau jenguk kerabat nya suami Tante dan kebetulan ada kamu, mau yaa temenin Tante?? ''


ucap Tante Mila dan Hanum terpaksa mengiyakannya.


''Boleh deh Tante, Hanum mau antar Tante. ''


ucap Hanum dan Tante Mila tersenyum senang.


Tante Mila langsung menggandeng Hanum menuju ruangan dimana kerabatnya di rawat, kerabat dari suaminya memang sedikit sombong dan Tante Mila sebenarnya malas kalau harus bertemu tapi berhubung mereka ada yang sakit jadi terpaksa Tante Mila pun datang.


''Ini bawa apa banyak sekali Tante?? ''


tanya Hanum saat melihat barang yang di bawa oleh Tante Mila.


''Ini tuh pengganjal mulut lemes Sayang. ''


jawab Tante Mila dan membuat Hanum mengerutkan keningnya.


Tante Mila langsung mengajak Hanum masuk kedalam ruang rawat setelah mengetuk pintunya, Semua yang ada di dalam ruangan langsung menatap ke arah Hanum.


''Maaf saya telat karena menunggu Hanum pulang kuliah dulu. ''


ucap Tante Mila sambil memberikan semua bungkusan yang di bawanya.


''Kak Reno mana Bibi?? Kenapa gak ikut?? ''


tanya salah satu sepupu jauh Reno.


''Reno sibuk membantu Papa nya jadi Bibi datang sama calon nya Reno, sama saja kan menggantikan Reno. ''


jawab Tante Mila dan membuat Hanum tersentak lalu kembali normal.


Sepupu jauh Reno langsung mendelik tak suka melihat Hanum, namun Hanum orang nya cuek saja dan tidak mempermasalahkannya.


''Bukannya Kak Reno sudah punya pacar?? Kenapa Bibi mengenalkan wanita lain sebagai calonnya?? ''


ucap sepupunya Reno lagi dan di sela oleh ibunya yang mengalihkan perbincangan.


''Terimakasih Mila karena kamu sudah datang mewakili suami kamu. ''


ucap saudaranya Tante Mila dan hanya di balas senyum.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2