
Singkat cerita......
Setelah pelajaran di kampusnya selesai, Hanum Siska dan Maya segera pergi menuju kediaman Oma nya Siska untuk bertemu Riska, karena perjalanan lumayan jauh satu jam bahkan bisa lewat satu jam.
Hanum yang mengemudikan mobilnya saat ini dan Siska duduk di sampingnya sebagai petunjuk arah nya, sedangkan Maya malah sibuk di belakang menonton serial di handphone nya.
''Maya kemarin aku bertemu Dokter Jibran saat beli Boba di ruko sebelum gerbang masuk ke komplek rumah. ''
Ucap Hanum dan Maya langsung duduk tegak dan mencondongkan tubuhnya ke arah Hanum.
''Terus kalian makan Boba berdua dong?? ''
Tanya Maya dengan antusias dan Hanum menggelengkan kepalanya.
''Aku pamit pulang pas Boba yang aku pesen selesai di buat abang Bobanya. ''
Jawab Hanum dan membuat Maya melongo.
''Astaga Hanum kamu tega yaa, bukannya ajakin ke rumah untuk mampir kek atau ajakin minum boba kek, ini langsung pamit pulang, auto kecewa tuh Dokter aslinya. ''
Omel Maya dan Hanum hanya mengangkat bahunya tanda tidak perduli.
''Aku gak mau memberikan harapan sama Dokter itu Maya, kalau aku memberikan ruang ke dia nanti dia berharap lebih kan kamu tahu kalau aku pengen lulus dan ngajuin skripsi di semester enam. ''
Ucap Hanum dan di setujui oleh Siska.
''Benar yang di bilang Hanum, kalau kita gak memiliki perasaan sama cowok lebih baik bersikap biasa kalau kita terbuka dengan kebaikan, nantinya cowok nya berharap lebih loh kan kasihan. ''
Jelas Siska dan Maya memanyunkan bibirnya.
''Siska ini persimpangan belok kemana lagi?? ''
Tanya Hanum saat menemukan persimpangan kembali.
''Belok kiri Hanum, pokonya nanti ada satu lagi persimpangan belok kiri lagi dan rumah ada di sebelah kanan. ''
jawab Siska dan Hanum mengangguk.
Tiba di rumah Oma nya Siska, Siska langsung duluan turun setelah Hanum memarkirkan mobilnya dengan sempurna dan membantu Maya untuk keluar dari mobil karena kakinya masih susah di gerakkan harus di bantu.
Saat Hanum membantu Maya berjalan ternyata Riska keluar dari rumah dan langsung heboh, Hanum langsung berpelukan dengan Riska sedangkan Maya memanyunkan bibirnya.
''Kalian minggir dulu aku mau lewat susah tau. ''
Omel Maya dan membuat Hanum juga Riska langsung tertawa.
Akhirnya Maya di bantu jalan oleh Hanum dan Riska setelah Riska berhasil memeluk Maya yang sangat susah kalau di peluknya.
Mamanya Riska langsung menyambut kedatangan sahabat putrinya, Siska malah langsung memakan makanan yang di siapkan Omanya.
''Kamu teman Riska juga?? ''
__ADS_1
Tanya Oma saat Hanum mencium tangannya.
''Iya Oma nama saya Hanum. ''
Jawab Hanum dan Omanya Riska tersenyum
''Makasih yaa Hanum sudah berani minta ijin sama Papanya Siska untuk datang kesini, Tante ajah gak dapat ijin saat akan mengajak Siska kesini. ''
Ucap mamanya Riska sambil menghidangkan minuman juga cemilan untuk sahabat putrinya.
''Sama sama Tante dan lagian Hanum juga ingin ketemu Riska. ''
Jawab Hanum dan Mamanya Riska tersenyum.
''Maya kamu gak kapok celaka mulu, ini kaki sampai pakai tongkat gini. ''
Ucap Riska dan Maya hanya mendelik sebal.
''Sudah jangan bahas kaki aku karena saat ini aku lapar banget ihh, sarapan roti tadi di rumah kamu. ''
Jawab Maya dan membuat Riska tertawa.'
''Memalukaaaan.....''
Ucap kompak Hanum dan Siska bersamaan.
''Sudah jangan ribut dan ayo kita makan siang dulu karena Tante sudah siapkan makanan juga. ''
Makan siang di kediaman Oma nya Siska terasa berbeda karena ada keributan diantara ke empat gadis yang begitu ribut sekali, Mamanya Siska hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah nya.
''Kalian jangan terlalu sore pulangnya, perjalanan jauh dan kalau sore takut macet. ''
Ucap Mamanya Siska dan ketiga gadis itu mengangguk.
Setelah makan siang dan mengobrol sebentar ketiga gadis remaja itu langsung pamit pulang, Siska memeluk Mamanya penuh sayang dan di balas pelukannya.
''Jaga Papa dulu yaa, Mama pulang lusa ke rumah setelah Tante kamu datang. ''
Ucap Mamanya Siska dan Siska mengiyakannya.
Siska saat ini duduk di kemudi mobil dan Hanum duduk di sampingnya, seperti semula Maya duduk di kursi belakang.
''Berhenti di pengisian bahan bakar dulu yaa Siska, lihat sudah mau habis. ''
Ucap Hanum dan Siska mengangguk setuju.
''Setelah perempatan kan ada Pengisian bahan bakar dan kita mampir Hanum Sayang. ''
Jawab Siska dan membuat Maya cekikikan.
Benar ucapan Siska setelah perempatan ada pengisian bahan bakar, Hanum memberikan uang pada Siska untuk isi bahan bakar dan dia turun dari mobil karena kebelet dan akan ke toilet.
__ADS_1
''Hanum Hanum......gak bisa nahan kalau pengen ke toilet. ''
Ucap Maya dan Siska hanya tersenyum saja.
''Besok Dosen killer yang masuk jam pertama, duuh sangat menegangkan sekali Maya, males ngampus jadinya. ''
''Ishh....jangan karena Dosen killer kita malah gak mau ngampus, ada Hanum yang akan membantu kita jangan takut. ''
''Itu namanya kita bodoh dan nebeng ke Hanum, sama ajah kita bolos. ''
''Terserah deh pokonya aku semangat kalau Dosen killer yang ngajar kita. ''
''Jangan jangan kamu naksir lagi sama tuh Dosen. ''
Maya hanya mendelik saat mendengar tuduhan sahabatnya dan dia kembali duduk tenang sambil menunggu giliran di isi bahan bakar.
Hanum selesai dengan toiletnya dan langsung keluar dari toilet lalu memberikan uang kedalam kotak toilet, saat Hanum keluar dari toilet ternyata ada seseorang yang memanggilnya dan membuat Hanum menghela nafasnya karena Doker Jibran yang memanggilnya.
Tanpa di duga Gokter tampan itu memarkirkan mobilnya lalu menghampiri Hanum dengan senyum manisnya dan membuat Hanum gelagapan karena dia malas sekali harus menjawab pertanyaan dari dokter itu.
''Kamu lagi apa disini Hanum?? ''
Tanya Dokter JIbran dan Hanum langsung tersenyum.
''Kak Jibran juga ngapain ada di daerah sini jauh dari rumah sakit kan?? ''
Hanum malah membalik nanya dan membuat Jibran tersenyum kembali.
''Habis seminar di dinas kesehatan kalau saya, kalau kamu?? ''
Jawab Jibran dan Hanum menunjuk Maya yang melambaikan tangannya.
''Tuh habis antar teman dan Maya juga ikut. ''
Tunjuk Hanum dan JIbran mengangguk sambil membalas melambaikan tangannya pada Maya.
''Saya kembali ke mobil lagi ya kak, soalnya itu giliran mobil saya yang isi bahan bakar. ''
Ucap Hanum dan Jibran mengiyakannya.
Hanum langsung berjalan cepat menuju mobilnya dan duduk di samping Siska, dia langsung diam saat melihat sindiran dan ejekan dari kedua sahabatnya.
''Hanum Hanum.....ada cowo ganteng, kaya, dokter spesialis pula, kamu tolak mentah mentah dan aku bingung tipe ideal kamu tuh yang bagaimana?? ''
ucap Maya dan Hanum hanya diam tanpa mau menjawab nya karena dia sedang kesal.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1