Tetangga Ku IdolaKu

Tetangga Ku IdolaKu
Bab 27 # Rencana perjodohan Hanum dan Reno


__ADS_3

Bunda Mita selesai dengan membuat masakannya, ikut bergabung dengan para gadis di teras rumah dan ternyata sudah ada Mamanya Reno yang gabung.


''Siapa yang buat salad buah nya?? ''


tanya Bunda Mita saat memakan saladnya yang lumayan enak.


''Mamanya Siska yang buat Bunn, trus Tante Mila bawa tambahan makanan juga. ''


jawab Hanum dan membuat Bundanya tersenyum.


Mobil jemputan Handi tiba di depan rumah dan Handi langsung menyalami semuanya, lalu di minta mengganti pakaian sebelum gabung makan.


''Kamu Mamanya Reno?? Yang tadi pagi anterin bubur untuk cucu Saya?? ''


tanya Oma dan Mamanya Reno mengiyakannya.


''Kenapa memangnya Oma?? Reno melakukan sesuatu?? ''


jawab Mamanya Reno dan Oma nya Hanum menggelengkan kepalanya.


''Oma hanya memiliki feeling, kalau Reno akan menjadi cucu menantu Oma dan Hanum yang akan menikah dengannya, aura kepemimpinan Reno sangat di butuhkan untuk perusahaan yang di abaikan olah Pras Ayahnya Hanum. ''


ucap Omanya Hanum dan membuat Hanum langsung tersentak kaget.


''Oma jangan ngasal kalau bicara, nanti di dengar sama orang lain malah membuat malu. ''


protes Hanum dan Omanya hanya mengakat bahunya tanda tidak perduli.


''Sebenarnya saya juga sebagai Mamanya Reno sangat ingin Hanum menjadi menantu Saya, tapi saya gak berani memaksa anak anak dan membiarkan nya saja Oma karena mereka yang menjalani rumah tangga nya bukan orang tua. ''


jelas Mamanya Reno dan membuat Oma tersenyum senang sedangkan Hanum memanyunkan bibirnya.


''Setuju sih Oma juga, mari kita jodohkan mereka dan Oma yakin Reno pasti menyetujuinya. ''


setuju Oma dan membuat Hanum menatap ke arah Bunda Mita meminta dukungan.


''Ibu......biarkan Hanum memilih jalannya sendiri, Mita gak mau kejadian dulu terulang kembali. ''


bela Sang Bunda dan membuat Hanum tersenyum.


''Kamu ini gak mengerti perasaan anak muda yaa Mita, Hanum jatuh cinta sama Reno dan Reno menyukai Hanum, Ibu berani bertaruh. ''


sergah Omanya Hanum dan membuat Hanum tersentak kaget karena semua yang ada di teras menatap ke arahnya termasuk kedua sahabatnya.


''Oma sangat mirip cenayang sekarang. ''


celetuk Hanum dan membuat Omanya menatap Sang Cucu dengan tatapan selidik.


''Hanum memang gak mau jadi menantu Tante?? ''


tanya Mamanya Reno dengan wajah sendunya dan membuat Hanum langsung terdiam.


''Hanum mau kayanya Tante, makanya dieum. ''

__ADS_1


celetuk Maya dan membuat Hanum langsung memukul lengan sahabatnya itu.


''ini mulut lemes banget sih kamu, ngasal. ''


protes Hanum dan membuat Maya terbahak.


Semua orang dewasa hanya menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan tiga gadis di hadapannya sangat akrab dan sangat heboh sekali.


''Sudah jangan bahas jodoh jodohan, ini tamu mau pulang gegara di tinggal sama tuan rumah. ''


ucap Selena yang tiba tiba menghampiri kehebohan di teras rumah.


''Loh kenapa pamit, kita makan siang bersama dulu. ''


ucap Bunda Mita dan membuat Papanya Maya tersenyum.


''Saya masih banyak kerjaan Mba, mungkin Maya yang akan tetap tinggal. ''


jawab Papanya Maya dan Maya langsung mengacungkan jempolnya.


Papanya Maya akhirnya pamit di antar Selena menuju mobil, ketiga gadis itu kembali memakan makanannya di tambah ada Handi yang ikut gabung juga.


Setelah mengantar kepergian pacarnya, Selena langsung gabung di teras rumah bahkan ikut memakan cemilannya.


''Duuh kita kaya gak punya rumah saja, malah makan makan di teras rumah. ''


ucap Oma nya Hanum dan membuat semua tersenyum.


''Oma baru menyadari kita makan di tetas terbuka, dari tadi Oma kemana ajah memangnya?? ''


''Lebih baik kita makan siang walaupun waktunya belum tepat, ayo kita makan keburu dingin makanannya. ''


ajak Bunda Mita dan semua langsung semangat apalagi ketiga gadis langsung heboh seketika kalau menyangkut makanan.


Semua langsung menuju meja makan untuk memulai makan siang, menu makanan siang ini sangat lezat dan membuat semua yang makan bertambah porsi makannya.


.


.


Di kamar Hanum saat ini.....


Hanum, Siska dan Maya memilih ke kamar Hanum untuk merebahkan tubuhnya setelah makan enak dan mengenyangkan sedangkan orang dewasa entah sedang apa karena ketiga gadis itu tidak mempermasalahkannya.


''Kamu beneran suka sama Kak Reno?? ''


ucap Siska secara tiba tiba dan membuat Hanum menghela nafasnya.


''Jangan menyebarkan gosip deh Siska, Kak Reno malah lebih seperti Kakak bagi aku dan sepertinya Kak Reno juga menganggap sama.


''Kalau menurut penerawangan batin Maya, Kak Reno itu suka sama Hanum alias cinta. ''


derama Maya di mulai dan membuat Hanum geram mendengarnya.

__ADS_1


''Kamu pantas jadi cenayang deh Maya, jangan suka menebar kebenaran dong. ''


ucap Siska yang setuju dengan ucapan Maya.


''Siska.....kamu malah ngikutin Maya lagi, sudah bahas Kak Reno nya dan aku mau nanyain di kampus selama aku gak masuk, ada berita apa?? ''


ucap Hanum yang mengalihkan pembicaraannya tentang Reno karena wajah Hanum sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.


''Dosen Killer kecarian kamu deh, dia naksir kamu loh Hanum sepertinya dan Maya cemburu. ''


ucap Siska dan sekarang giliran Maya yang menggeram kesal.


''Ngasal sekali sih. ''


protes Maya sambil memukul Siska dengan boneka Hanum dan membuat Hanum menjert.


''Mayaaaa......itu boneka kesangan aku nanti rusak malah di pakai mukul lagi. ''


Ucap Hanum sambil merebut bonekanya dan membuat Siska terbahak bahak.


''Hanum fiks kamu lebay. ''


ucap Maya dengan delikannya dan Hanum hanya memanyunkan bibirnya.


''Aku takut sama Dosen itu, dia selalu saja menyapa aku lewat email dan malah sempat minta nomer aku dan aku gak respon. ''


jujur Hanum yang memang Dosennya selalu mengganggunya.


''Fiks Hanum, Dosen naksir kamu dan Maya patah hati jadinya. ''


ucap Siska kembali dan saat Maya akan memukul Siska dengan benda di sampingnya dengan segera Hanum memeluk boneka kesayangannya.


Mereka bertiga seketika terbahak bahak merasa lucu dengan tingkah nya, sedangkan di lantai bawah orang orang dewasa hanya menggelengkan kepalanya mendengar kehebohan di kamar Hanum.


''Hanum langsung sembuh dan ceria lagi dengan kehadiran kedua sahabatnya. ''


ucap Oma dan di setujui Bunda nya Hanum.


''Benar Buu dan mereka bertiga sangat berisik kalau sudah bersama sama, selalu ada saja yang di ributkan mereka. ''


ucap Bunda Mita dan di benarkan oleh Oma.


''Oma beneran mau menjodohkan Hanum dengan Putra saya Reno?? ''


tannya Mamanya Reno dan Omanya Hanum langsung mengangguk.


''Beneran dan ngapain saya bohong, kamu nanti bicarakan pada Reno dan Hanum biar menjadi urusan Oma. ''


jawab Oma nya Hanum dan Mamanya Reno mengiyakannya.


Bunda Mita dan Selesan hanya bisa saling pandang lalu mengikuti ucapan Oma karena Oma sulit di bantahkan ucapan yang keluar dari mulutnya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2