Tetangga Ku IdolaKu

Tetangga Ku IdolaKu
Bab 9 # menjadi perhatian orang


__ADS_3

Malam ini cuaca sedang mendung, tidak ada bintang di langit bahkan bulan tertutup kabut di langit malam ini, Hanum menghela nafasnya karena jauh dari lubuk hatinya sangat lelah, lelah karena menahan cinta untuk Kak Reno yang mungkin memandangnya hanya tetangga namun bagi Hanum Kak Reno adalah tetangga idolanya yang membuat dia bahagia karena pindah ke kota ini dan rumah baru ini.


''Bulan dan Bintang yang jadi saksinya, kalau aku menyukai kamu Kak Reno dan aku sadar kalau aku gak ada cocoknya untuk kamu, apalagi wanita yang Bunda bilang pacar kamu duuh sangat jauh kalau di sandingkan dengan aku. ''


gumam Hanum dalam hatinya sambil menatap langit malam dengan selimbut yang menghangatkannya.


Hanum di ijinkan tidur di ayunan oleh Bundanya kalau besok nya libur kuliah, kalau kuliah dia di larang tidur di ayunan karena Bundanya khawatir kalau Hanum malah lupa sama ranjang dan nyaman di ayunan, semua membuat Hanum memutar bola matanya karena Bundanya sangat aneh berfikirnya.


Hanum yang nyaman dengan ayunan nya pun tak lama langsung terlelap dengan memeluk boneka dalam dekapannya.


Reno menatap ke arah balkon Hanum karena sudah lama tidak melihat Hanum tidur di ayunannya dan baru malam ini dia melihatnya.


''Apa setiap hati kamu sedang galau seperti pertama kali menempati rumah itu dan akan tertidur di ayunan balkon kamar. ''


gumam Reno dalam hatinya karena memang merasa tertarik dengan kegiatan Hanum.


Reno kembali menuju ranjangnya tanpa menutup gordennya agar bisa melihat Hanum yang sepertinya sudah terlelap di atas ayunannya.


''Kenapa Mama gak merestui hubungan aku dengan Dinda?? Padahal Dinda wanita yang aku cinta dan Mama menolaknya dengan tegas bahkan menabuh peperangan kalau sampai aku menikahi Dinda. ''


gumam Reno dalam hatinya yang sedang bingung dengan pilihannya.


Pagi menjelang.......


Sayup sayup Hanum mendengar keributan dan saat membuka matanya ternyata sudah siang bahkan matahari sudah terlihat sinarnya dan Hanum langsung beranjak dari ayunannya ternyata di bawah sedang ada banyak orang mungkin akan melakukan kerja bakti.


Hanum terdiam menegang saat bertemu tatap dengan Kak Reno yang senyum padanya dan membuat Hanum langsung berbalik cepat masuk kedalam kamarnya.


''Aishh.....kenapa harus berpapasan siih, kan malu jadinya. ''


dumel hanum sambil menyimpan selimbut di atas ranjangnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena dia akan berangkat pukul sembilan ke rumah sakit.


Hanum selesai dengan persiapan nya dan langsung membawa tas selempangnya kemudian turun ke lantai satu untuk memakan sarapannya yang telat karena memang dia sendiri yang melewatkannya.


''Makanan kamu sudah dingin loh Sayang, mau Bunda hangatkan dulu?? ''


ucap Sang Bunda saat putrinya duduk di meja makan.


''Gak usah Bunda kan nasinya hangat jadi gak masalah, Bunda sibuk sekali. Lagi buat apa?? ''


jawab Hanum sambil menyiapkan makanan ke piringnya.


''Bunda lagi buat makanan buat yang kerja bakti Kak, kamu jadi ke rumah sakit?? ''


ucap Bundanya Hanum dan Hanum mengangguk.

__ADS_1


''Jadi Bunn dan setelah sarapan Hanum langsung ke rumah sakit. ''


jawab Hanum sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


''Yasudah habiskan sarapannya yaa, Bunda siapkan makanan untuk di bawa ke rumah sakit, tapi kasihkan saat sudah di rumah jangan pas di rumah sakit. ''


ucap Bundanya Hanum dan Hanum mengacungkan jempolnya.


.


.


Hanum selesai dengan makannya lalu membawa piring kotornya ke wastapel untuk mencucinya, memang Hanum di ajari oleh Bunda Mita agar terbiasa dan tidak mengandalkan pelayan di rumah.


''Sayang....Bunda minta tolong yaa sama kamu, kasihkan kotak besar ini ke Ayah dan kotak kecil ini buat di bawa kamu. ''


ucap Bunda Mita dan membuat Hanum melototkan matanya.


''Yaah......ko Hanum siih, kan malu Bunn. Telphone ajah Ayahnya suruh kesini ambil makanannya. ''


tolak Hanum dan Bundanya menggelengkan kepalanya.


''Ayah gak bawa handphone, kamu tinggal bawa kotaknya trus panggil Ayahnya kasihkan deh, kamu kan sekalian pamit juga lagian gak jauh masih terlihat dari depan rumah kita Ayahnya. ''


''Antarkan dulu Hanum karena Bunda mau merapihkan bekasnya sangat berantakan, kasihan Bibi kalau merapihkan sendiri, sana keburu kesiangan bukannya mau ke rumah sakit. ''


ucap Bundanya kembali sambil menepuk lengan Hanum yang terlihat wajahnya sangat masam.


Hanum langsung menyetujuinya dan mencium tangan Bundanya saat pamit. Hanum membawa dua kotaknya dan menyimpan satu kotak nya kedalam mobil serta tasnya juga, Hanum langsung membawa kotak besar menuju Ayahnya yang sedang berkumpul dengan penghuni komplek lainnya.


''Ayaaaahh.........''


panggil Hanum saat menghampiri Sang Ayah.


Ayahnya Hanum tersenyum lalu menghampiri putrinya yang raut wajahnya masam dan dia tahu kenapa wajah putrinya Masam.


''Ini dari Bunda katanya di suruh kasih ke Ayah. ''


ucap Hanum sambil memberikan kotak makanannya dan Ayahnya menerimanya.


''Makasih Sayangnya Ayah udah di antarkan, kamu mau pergi ke rumah sakit sekarang?? ''


jawab Sang ayah sambil menerima kotaknya.


''Iya Ayah dan Hanum sekalian pamit juga. ''

__ADS_1


ucap Hanum sambil mencium tangan Ayahnya.


''Yasudah hati hati yaa sayang dan jangan pulang malam malam. ''


ucap sang ayah sambil mengelus rambut tergerai putrinya.


''Siap Ayah, Hanum berangkat yaa Ayah. ''


ucap Hanum sambil tersenyum dan segera berbalik menuju mobilnya karena dia malu dengan tatapan orang orang padanya.


Reno terpaku melihat Hanum, dia mengenakan rok selutut dengan kaos polosnya, rambutnya tergerai indah dan Reno baru melihat penampilan Hanum yang terlihat cantik.


''Yang barusan putrinya Pak Pras yaa?? ''


ucap Papanya Reno dan Ayahnya Hanum mengangguk.


''Iya Pak dia pamit mau ke rumah sakit jemput temannya yang pulang hari ini. ''


jawab Ayahnya Hanum dan Papanya Reno mengangguk tersenyum.


''Istri saya juga bilang semalam kalau kemarin dia di temani putri Pak Pras menjenguk kerabat saya. ''


ucap Papanya Reno dan Ayahnya Hanum mengangguk.


''Ternyata Pak Pras memiliki putri sangat cantik yaa, boleh jadikan mantu saya?? ''


ucap salah satu tetangga dan membuat Ayahnya Hanum tersenyum.


''Putri saya memang sangat cantik di mata saya, boleh kalau memang jodoh dengan putra Bapak. ''


jawab Ayahnya Hanum dan semua tergelak.


Bukan hanya Reno yang terpaku melihat penampilan Hanum hari ini, ada satu pemuda juga yang terpana melihat Hanum dan dia baru tahu kalau bertetanggaan dengan wanita secantik Hanum.


''Putri nya Pak Pras mau saya yang jadikan Mantu, cocok untuk Reno. ''


ucap Papanya Reno dan membuat putranya memalingkan wajahnya karena malu oleh tingkah sang Papa.


Semua peserta kerja bakti langsung tertawa mendengarnya kemudian melanjutkan kembali kerja baktinya, pengelola komplek sengaja meminta penghuni komplek untuk kerja bakti menata taman yang ada di komplek, karena akan di aktifkan kembali suasana minggu yang ramai oleh orang berolah raga di area taman


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2